BERITA UTAMA

PROGRAM PRIORITAS

BLUSUKAN

Pesan Hari HAM: Dengarkan Aspirasi Masyarakat

SOLO- Kebijakan yang baik bukanlah tentang seberapa banyak yang telah dilakukan pemerintah tetapi seberapa banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, terutama masyarakat bawah. Pernyataan...

Puisi ‘Khalifah Kami’ dari Santri Pacitan untuk Presiden

PACITAN- Setiap berkunjung ke pondok pesantren, Presiden Joko Widodo seringkali memberikan kuis berhadiah sepeda kepada santri. Tapi saat berkunjung ke Pondok Pesantren Tremas, Kecamatan...

Percepat Pemulihan Dampak Bencana

PACITAN- Proses belajar mengajar di daerah yang terkena dampak banjir di Kabupaten Pacitan diperkirakan sudah teratasi pada bulan Januari 2018. Pernyataan ini disampaikan Presiden...

Telepon Mahmud Abbas: RI Bersama Perjuangan Rakyat Palestina

GUNUNGKIDUL- Pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap pengakuan sepihak Amerika Serikat (AS) atas kota Jerusalem, sebagai ibu kota Israel. Terkait hal tersebut, Presiden Joko...

Peringatan Hari Menanam Pohon Jangan Sekadar Seremonial

GUNUNGKIDUL- Presiden Joko Widodo meminta peringatan Hari Menanam Pohon bukan hanya sekedar seremonial belaka. Ia meminta penanaman pohon harus ditindaklanjuti dengan pemeliharaan sehingga dapat...

FOTO VIDEO

Apa kalian masih mendengarkan radio? Seberapa sering?

Di ajang RADIO DAY hari ini, Persatuan Radio Siaran Swasta Niaga Indonesia (PRSSNI) hendak membangkitkan kegairahan publik dan mengingatkan pentingnya peranan radio.

Radio-radio Jakarta hari ini memunculkan sebuah kejutan dengan mematikan siaran radio selama lima belas menit, lalu muncul kembali dengan lagu Indonesia Raya.

Emang enak nggak ada radio? ... See MoreSee Less

View on Facebook

Sepenggal sajak yang dibacakan Ibnu Muqni Labib, seorang santri Pondok Pesantren Tremas di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kemarin, membuat saya terharu.

...
Yang datang bagaikan merpati.
Dengan anggun mengobati gerah hati ini,
Akibat air bah yang bertamu di pondok kami.
Dengan semangatnya memacu energi kami,
Agar kami kuat menghadapi kenyataan ini.
...

Banjir dan longsor memang melanda sebagian Pacitan beberapa hari lalu. Jalan dan tanggul jebol, sarana dan prasarana rusak, juga ada 89 sekolah yang rusak termasuk komputer dan buku-buku perpustakaan di dalamnya.

Karena itulah saya datang ke sana, hendak memastikan agar pemulihan pasca bencana ini cepat teralisasi agar anak-anak dapat belajar kembali pada bulan Januari 2018.

Foto: Biro Pers Setpres ... See MoreSee Less

View on Facebook

Apa yang saya lakukan di waktu senggang? ... See MoreSee Less

View on Facebook

Marsekal Hadi Tjahjanto resmi menjabat sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia, menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Saya melantiknya kemarin sore di Istana Negara, dua hari setelah ia disetujui DPR, usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR.

Sebelum menjadi Panglima TNI, Hadi Tjahjanto adalah Kepala Staf TNI Angkatan Udara. Pria kelahiran 8 November 1963 ini mengawali karier sebagai pilot TNI AU di Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Pada 2010-2011, ia menduduki jabatan Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo, Solo, Jawa Tengah. Ia menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden hingga 2016. Sebelum diangkat sebagai KSAU, Hadi menjabat Irjen Kementerian Pertahanan.

Selamat bertugas Marsekal Hadi Tjahjanto. Terima kasih Jenderal Gatot Nurmantyo.

Foto: Biro Pers Setpres ... See MoreSee Less

View on Facebook