Agenda kunjungan kerja Presiden Joko Widodo, Kamis (7/9/2017), di Singapura berlanjut di The Istana, yang merupakan tempat tinggal dan kantor resmi Perdana Menteri Singapura. Pukul 10.30, Presiden Joko Widodo yang berbatik lengan panjang coklat tua tiba di The Istana.

Kedatangan Kepala Negara disambut Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong. Sesaat setelah memasuki The Istana, Presiden Jokowi terlebih dahulu mengisi buku tamu dan berfoto bersama PM Lee.

Kemudian keduanya menuju lantai 2 The Istana guna melakukan pertemuan tete-a-tete. Setelahnya, Presiden Jokowi dan PM Lee melanjutkan pertemuan bilateral bersama delegasi dari masing-masing negara.

Sejumlah kesepakatan kerja sama di berbagai bidang berhasil dicapai oleh kedua negara dalam pertemuan tersebut yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama, yaitu:

  1. Kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasional antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Pendidikan (Pendidikan Tinggi dan Keterampilan) Singapura Ong Ye Kung;
  2. Kerja sama bidang pendidikan antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Pendidikan (Pendidikan Dasar) Singapura Ng Chee Meng;
  3. Kerja sama bidang pendidikan tinggi antara Menteri Riset Tenologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir dan Menteri Pendidikan (Pendidikan Tinggi dan Keterampilan) Singapura Ong Ye Kung;
  4. Kerja sama pengelolaan risiko bencana antara Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Komisioner Pasukan Pertahanan Sipil Singapura Eric Yap.

Setelah menyaksikan penandatanganan kerja sama, Presiden Jokowi dan PM Lee memberikan pernyataan pers bersama. Sebelum meresmikan peluncuran ‘Joint Stamp’ dan ‘Commemorative Book Rising 50’ yang menjadi tanda peringatan 50 tahun berdirinya hubungan diplomatik antara Singapura dan Indonesia, Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana Joko Widodo dan PM Lee bersama Ibu Ho Ching menghadiri jamuan santap siang bersama.

Video: Rangkaian Acara Indonesia-Singapore Leaders’ Retreat, Singapura, 7 September 2017.