Kabaddi adalah salah satu cabang olahraga yang baru tahun ini diikuti oleh Indonesia, meskipun cabang olahraga ini pertama kali muncul di Asian Games ke XI di Beijing. Olahraga yang berasal dari India itu kini mulai populer di kalangan masyarakat Indonesia. permainan dengan total jumlah pemain 7 orang dan cadangan 3 orang ini hampir mirip dengan permainan Gobak Sodor.

10 hari jelang Asian Games 2018, Presiden Joko Widodo melepas para atlet Indonesia secara resmi di halaman tengah Istana Kepresidenan. Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyampaikan bahwa setidaknya dalam Asian Games ini, Indonesia akan membawa minimal 17 medali emas dari berbagai cabang olahraga.

I Wayan Halus Suandana menjabat kapten cabang olahraga Kabaddi pada Asian Games 2018 mendatang. Pemuda berusia 28 tahun ini merupakan putra kebanggaan bangsa yang berasal dari Bali. Sebelum menggeluti cabang olahraga Kabaddi, Wayan adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas IKIP PGRI Bali. Sebelum menggeluti Kabaddi, Wayan aktif dalam berlatih silat. Wayan mengaku bahwa dirinya dulu hanya diajak oleh teman untuk ikut olahraga kabaddi.

“Awalnya saya ragu-ragu dengan olahraga Kabaddi ini, karena tidak paham apa itu Kabaddi, tetapi setelah ikut berlatih dan mulai paham cara bermainnya, baru saya tertarik dan merasa olahraga ini sangat seru dan mengingatkan saya dengan permainan yang dulu saya mainkan sewaktu kecil yaitu Gobak Sodor,” kisah Wayan yang menekuni Kabaddi sejak berusia 18 tahun.

Wayan mengungkapkan bahwa sebelum berlaga di Asian Games ini, dia terus meningkatkan kapasitas diri dengan berlatih fisik. Persiapan pun sudah dilakukan dari awal bulan Januari. Wayan dan timnya pun berlatih ke India selama tiga pekan.

“Selama masa pelatihan di India, saya beserta tim terus berlatih keras mengasah teknik Kabaddi. Rutinitas selama masa pelatihan di India saya dan tim berlatih setiap hari, setelah bangun tidur dan sarapan, kami berlatih fisik dan teknik, lalu sore harinya kami bertanding melawan tim dari Bhiwani,” ungkap Wayan.

Karena termasuk salah satu cabang olahraga baru yang diikuti oleh Indonesia dalam Asian Games, Wayan merasa sangat bangga bahwa dirinya dan tim bisa mewakili Indonesia dalam Cabang Olahraga yang kini popular di masyarakat dunia. Nantinya tim Kabaddi Indonesia akan bertanding di Gedung Teater Garuda Taman Mini Indonesia Indah pada 19 sampai 24 Agustus 2018.

Wayan berharap di Asian Games kali ini dia dan timnya bisa mendapatkan pengalaman dan meningkatkan teknik Kabaddi untuk memberikan medali emas untuk Indonesia di gelaran Asian Games berikutnya.

Asa dari Cabang Selancar

Optimisme juga datang dari atlet selancar angin I Nyoman Suartana bercerita tentang keseharian dirinya dalam menghadapi Asian Games 2008.

Lelaki kelahiran Bali ini membeberkan bahwa saat tryout game, Indonesia berada di posisi 5 besar untuk olahraga selancar angin. “Cina di posisi pertama, kedua Hongkong, lalu Korea,” terangnya saat ditanya negara mana yang paling kuat. Suartana juga mengungkapkan saat ini dirinya dan tim sedang memperkuat fisiknya untuk siap bertanding nanti di Pantai Ancol, yang menjadi venue olahraga layar dan selancar Asian Games 2018.

Suartana mulai menyukai dunia selancar karena lingkungan rumahnya dulu dekat dengan pantai sehingga ia sering menghabiskan waktu disana bersama teman-temannya. Sebelum menjadi peselencar angin, Suartana lebih dulu menggeluti surfing hingga dirinya sudah mengikuti kejuraan dimana-mana hingga ke luar negri.

Suartana juga menjelaskan bagaimana akhirnya bisa terjun ke duni selancar angin. “Itu semua berkat senior saya, Oka Sulaksana. Awalnya hanya diajari skillnya saja lama-kelamaan jadi ketagihan.”

Penyumbang medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Barat ini berharap dapat menyumbang dua emas untuk cabang olahraga selancar angin. “Satu dari saya di kelas RSX dan di kelas RX:One untuk tim mix putra-putri,” harapnya penuh semangat.