Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Widodo, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Gubernur Frans Lebu Raya, meninjau daerah perbatasan Motaain Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Atambua, Kabupaten Belu, NTT, Sabtu, 20 Desember 2014.

Dalam peninjauan ke perbatasan tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan agar masalah administrasi pelayanan keimigrasian diselesaikan dalam satu pintu dan tidak manual lagi.

Presiden juga menegaskan untuk membenahi fasilitas dan kualitas layanan di perbatasan termasuk imigrasi, bea cukai, pengamanan, dan karantina. “Sekarang kita tinggal memperbaiki sisi-sisi pelayanan di perbatasan baik bea cukai, karantina kemudian kepolisian dan kesehatan,” kata Presiden Joko Widodo usai meninjau kondisi fasilitas di perbatasan RI-Timor Leste itu.

Presiden Jokowi mengingatkan, semua harus terintegrasi dalam satu atap dan satu pintu. Namun yang paling penting masyarakat merasa terlayani dengan baik. “Yang keluar maupun yang masuk ini yang akan kita lihat dan tahun depan akan kita ubah total,” ungkapnya.