Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meresmikan Pabrik V PT. Pupuk Kalimantan Timur di Lapangan Kantor Pusat PT Pupuk Kaltim, Kota Bontang, Kamis (19/11). Pabrik yang berada di bawah Pupuk Indonesia Holding Company ini memiliki kapasitas 825 ribu ton amoniak serta 1 juta ton urea.

Keberadaan pabrik pupuk tersebut, menurut Presiden Jokowi, mempunyai peran sangat penting dalam pencapaian swasembada dan kemandirian pangan. “Keyakinan ini harus didukung oleh suplai pupuk yang cukup,” katanya.

Selain Pabrik V Pupuk Kaltim, di tempat yang sama juga diresmikan proyek revamping Asam Fosfat II PT Petrokimia Gresik. Pabrik yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur ini dapat menghasilkan 200 ribu ton asam fosfat dan 600 ribu ton asam sulfat.

Presiden menyampaikan, dengan adanya pabrik asam fosfat ini diharapkan dapat  menjamin suplai bahan baku NPK untuk kebutuhan pertanian di Indonesia.

“Tadi disampaikan oleh Dirut Pupuk Kaltim, bisa menghemat biaya bahan baku NPK sampai 20 juta dollar AS per tahun,” ujar Presiden Jokowi. Presiden juga menyampaikan bahwa kebutuhan pupuk urea dan pupuk fosfat yang tahun lalu mencapai 6,7 juta ton untuk urea dan 400 ton untuk fosfat, akan terus meningkat sejalan dengan program perluasan dan ekstensifikasi lahan pangan.

Perluasan lahan pertanian tersebut, tambah Presiden, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan di berbagai daerah di Indonesia terutama wilayah kawasan Indonesia bagian tengah dan bagian timur. “Selain kita bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri, saya meyakini dalam 3-4 tahun ini kita akan bisa mengekspor bahan-bahan pangan ke luar,” pungkas Presiden.