Presiden Jokowi menyerahkan penghargan Adhikarya Pangan Nusantara, yaitu penghargaan kepada sejumlah tokoh yang berjasa dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan. Penyerahan dilakukan di pematang sawah di Balai Besar Tanaman Padi, Subang, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 26 Desember 2014.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengaku tidak ingin lagi ditanyai impor padi dari negara lain. Dalam waktu 3 tahun, Presiden menargetkan Menteri Pertanian agar bisa mewujudkan swasembada pangan, termasuk beras. Menurut Presiden, problem utama pertanian kita adalah rendahnya tingkat produksi.

Presiden menilai, salah satu persoalan rendahnya tingkat produksi pertanian itu adalah karena tidak ada insinyur yang mendampingi para petani di sawah. Karena itu, Presiden Jokowi meminta kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman supaya para insinyur pertanian tidak dikandangkan di kantor. Bila petani tidak dibimbing, maka hasil panen tidak maksimal. Imbasnya, Indonesia akan terus impor beras dan tidak bisa swasembada pangan. “Saya enggak mau kayak gitu, kita harus kompetisi. Karena saya lihat di lapangan, kita mampu,” ujarnya.

Selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan, Presiden Jokowi menyerahkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara kepada delapan gubernur yang dinilai sukses sebagai pembina ketahanan pangan. Kedelapan gubernur itu adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Nusa Tenggara Barat M. Zainul Majdi, Sumatera Barat Irwan Prayitno, Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, Kalimantan Barat Cornelis M.H., Jawa Timur Soekarwo, dan Jambi Hasan Basri Agus.

Dalam kategori yang sama turut memperoleh penghargaan 10 bupati dan wali kota dan 10 kepala desa dari seluruh Indonesia. Sebanyak 10 bupati dan wali kota yang memperoleh penghargaan itu, adalah Wali Kota Depok, Jawa Barat, Bupati Siak, Riau, Bupati Pandeglang, Banten, Bupati Kulonprogo, DIY, Bupati Boyolali, Jawa Tengah, Bupati Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Bupati Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Bupati Pringsewu, Lampung, Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan Bupati Buru Selatan, Maluku.

Sebanyak 10 kepala desa yang memperoleh penghargaan adalah Kepala Desa Sumbermulyo, Bantul, DIY, Kepala Desa Mojokrapak, Jombang, Jawa Timur, Kepala Desa Sokokidul, Demak, Jawa Tengah, Kepala Desa Bunga Antoi, Merangin, Jambi, Kepala Desa Wiratama, Tulang Bawang, Lampung, Wali Nagari Aia Manggih, Pasaman, Sumatera Barat, Kepala Desa Juhut, Pandeglang, Banten, Kepala Desa Sembung, Badung, Bali, Kepala Desa Sukadana, Cianjur, Jawa Barat, dan Kepala Desa Sumber Karya, Lahat, Sumatera Selatan.