Fokus

Rabu, 10 Maret 2010

Ibu Ani Hadiahkan Batik dan Songket untuk Galeri Nasional Australia

 

Ibu Ani berfoto di depan kain batik dan songket yang dihadiahkan untuk National Gallery of Australia di Canberra, Rabu (10/3) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Ibu Ani berfoto di depan kain batik dan songket yang dihadiahkan untuk National Gallery of Australia di Canberra, Rabu (10/3) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Canberra: Di sela-sela kesibukan mendampingi Presiden SBY dalam kunjungan ke Australia, Rabu (10/3) pagi, Ibu Ani Bambang Yudhoyono mengunjungi National Gallery of Australia di Canberra. Ibu Ani menyerahkan hadiah berupa dua lembar kain batik untuk menjadi bagian dari koleksi galeri tersebut.

bu Ani percaya bahwa seni adalah kekuatan yang hebat dalam membangun kedamaian dan harmonisasi. Koleksi benda seni asal Indonesia di National Gallery of Australia amat bagus dan mereka menunjukkan minat besar terhadap seni tekstil Indonesia. Karena itu Ibu Ani memutuskan untuk memberikan 2 lembar kain batik tersebut.

Kain pertama adalah sebuah kain batik Sekar Jagat, khas Yogyakarta. Corak batik ini berupa motif-motif abstrak dalam tak beraturan. Nama lain dari motif ini adalah Kap Jagat atau alam semesta dalam bahasa Jawa. Kain kedua sebuah songket Bali. Motif yang biasanya digunakan dalam songket Bali adalah bunga atau motif-motif geometri yang dirinci dengan inspirasi dari alam. Terkadang, sebuah burung merak juga muncul dalam pola tersebut. Songket ini dipakai untuk acara-acara khusus dan upacara suci.

Ini merupakan kunjungan kedua Ibu Ani ke National Gallery, setelah sebelumnya dilakukan pada tahun 2005. "Saya sangat senang sekali bisa kembali lagi ke tempat ini," kata Ibu Ani dalam sambutannya.

"Australia , sebagai tetangga terdekat dan sudah lama berhubungan dengan baik. Amat penting bagi rakyat kedua negara untuk mendapatkan kesempatan saling menikmati dan mengerti tradisi seni satu sama lain," ujar Ibu Ani.

"Sebagai Ibu negara dan penggemar batik sejak muda, adalah kebanggaan bagi saya untuk memberitahu anda semua, bahwa kain batik telah diakui oleh Unesco sebagai mahakarya tak berbentuk, warisan kemanusiaan, pada tanggal2 Oktober 2009," Ibu Ani menjelaskan. Pengakuan dunia ini, lanjut Ibu Ani, mendorong kualitas dan kreativitas pembatik Indonesia. Indonesia juga berkomitmen untuk membuat batik menjadi ikon bagi Indonesia.

Dua kain batik hadiah Ibu Ani ini diletakkan di ruang berisi koleksi Asia Tenggara yang juga menyimpa koleksi dari Thailand, Laos, Kamboja, dan Myanmar. Dua kain batik tersebut dipajang di sebuah dinding, bersebelahan dengan The Bronze Weaver salah satu koleksi terbaik milik National Gallery of Australia yang berasal dari abad ke-6. (arc)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang