Fokus

Jumat, 16 April 2010

Ibu Ani Ajak Masyarakat Peduli Autisme

 

Ibu Ani berfoto bersama pengurus Yayasan Autisme Indonesia di halaman belakang Istana Merdeka, Jumat (16/4) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Ibu Ani berfoto bersama pengurus Yayasan Autisme Indonesia di halaman belakang Istana Merdeka, Jumat (16/4) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Jumat (16/4) pagi, Ibu Ani Bambang Yudhoyono menerima Pengurus Yayasan Autisme Indonesia di Wisma Negara. Ketua Yayasan Autisme Indonesia, Melly Budiman, usai pertemuan menjelaskan bahwa pengurus yayasan diundang Ibu Ani untuk datang dan berbincang-bincang mengenai autisme di Indonesia.

"Ibu Ani sangat-sangat peduli mengenai keadaan autisme di Indonesia, karena itu beliau mengundang kami ke sini untuk berbincang-bincang mengenai keadaan autisme, segala kesulitan yang kami hadapi, apa itu autisme, berapa jumlahnya, serta bagaimana terapi dan sekolahnya. Sebelum kami memohon beliau untuk peduli, beliau memang sudah peduli terlebih dahulu. Luar biasa bahwa Ibu Ani itu sudah mengetahui banyak mengenai autisme," kata Melly.

Ibu Negara ingin mengajak masyarakat untuk peduli terhadap autisme. "Beliau juga ingin agar masyarakat tidak menggunakan kata-kata autisme sebagai bahan olok-olokan. Selain itu, Ibu Ani juga ingin menjalin kerjasama dengan Yayasan Autisme Indonesia dalam mendidik guru-guru dan akan mengimbau Mendiknas yang akan mengadakan sekolah-sekolah inklusif agar guru-gurunya dipersiapkan terlebih dahulu sebelum sekolah itu dibuka, sehingga dalam mendidik anak-anak autis nanti, guru-gurunya sudah siap," Melly menerangkan kepada wartawan.

"Ibu Ani ingin kami terus memperjuangkan ini karena Yayasan Autisme adalah yayasan sosial dan ingin nantinya bekerjasama dengan yayasan yang dikelola Ibu Negara seperti Mobil Pintar dan Mobil Sehat. Beliau juga tidak keberatan jika nanti akan mengeluarkan brosur-brosur untuk disebarkan kepada masyarakat yang berisi ajakan untuk peduli autisme," ujar Melly.

Menurut Melly, di luar negeri sudah ada survey dan data mengenai jumlah penderita autisme. "Tinggi sekali. Di Amerika mengatakan 1 banding 150 anak adalah anak autis. Di Australia, 1 banding 160. Inggris, 1 banding 100 adalah anak autis. Indonesia belum punya data karena kami belum pernah mengadakan survey. Survey itu mahal ditambah lagi dengan luasnya Indonesia," terang Melly.

Yayasan Autisme Indonesia didirikan pada tahun 1997 oleh sekelompok dokter dan orangtua yang peduli betul dengan keadaan autisme. "Jadi selama ini, kami sudah menyebarkan terus-menerus kepedulian terhadap autisme, seminar, workshop, dan penyuluhan. Kami sudah berkeliling-keliling ke seluruh Indonesia," kata Melly.

Mendampingi Ibu Ani saat menerima tamunya, antara lain, Ratna Djoko Suyanto, Okke Hatta Radjasa, Dhani Hendarman Supandji, dan Rossi Anton Apriyantono. Sementara dari Yayasan Autisme Indonesia hadir Ketua Panitia Kampaye Peduli Autisme 2010 Stanley Bratawira dan beberapa orang tua anak penderita autis. (dit)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang