Kamis, 29 April 2010
Ibu Ani Menerima PB Ikatan Istri Dokter Indonesia
Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono, Kamis (29/4) pagi, menerima PB Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) di Istana Negara. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono, Kamis (29/4) pagi, menerima kunjungan Pengurus Besar Ikatan Istri Dokter Indonesia (PB IIDI) masa bakti 2009-2012 di Istana Negara. Dalam pertemuan ini dibahas tentang program kerja PB IIDI yang ingin disenergikan dengan SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu), karena SIKIB pernah memberikan bantuan dua Motor Pintar kepada PB IIDI. Hal ini dikatakan Ketua Umum PB IIDI Ani Agus Purwadianto, usai bertemu Ibu Ani.
PB IIDI ingin menjajaki apakah program Rumah Pintar, program SIKIB lainnya, bisa diadopsi IIDI. "Kebetulan IIDI cabang-cabang dari kota Bogor, kabupaten Bogor, Tangerang, Majalengka, Surabaya, dan Makassar sudah memiliki gedung untuk kegiatan itu," ujar Ani Agus Purwadianto.
Ibu Negara sangat menyambut baik program dari PB IIDI. "Kami disuruh meninjau (Rumah Pintar) yang sudah berhasil, yaitu yang ada di Bhayangkari, Cikeas, dan di Brimob. Kami disuruh meninjau untuk bisa mengikutinya," Ani Agus Purwadianto menambahkan.
PB IIDI juga mempunyai program jangka panjang dan jangka pendek. Untuk yang jangka panjang yaitu memberikan pendidikan budi pekerti terutama untuk anak-anak dokter. "Secara terus-menerus pendidikan budi pekerti dari balita hingga usia dewasa dan hidup sehat tanpa rokok, karena dari kesehatan inilah kita jadi perduli sekali terhadap kesehatan," Ani Agus Purwadianto menjelaskan.
Sementara untuk program jangka pendek adalah pengarusutamaan gender, memberdayakan perempuan secara lebih untuk berbuat sesuatu. "Ibu Ani tadi memberi tahu, jangan kesetaraan gender tapi pengarus utamaangender," ujar Ani Agus. "Jadi, Rumah Pintar itu tidak hanya taman bacaan tapi juga ada kegiatan ibu-ibu membuat sesuatu yang bisa menghasilkan uang untuk kegiatan sosialnya," tambahnya.
Program jangka pendek IIDI lainnya adalah sosialisasi soal KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang ada di masyarakat, menurunkan kematian angka ibu melahirkan, dan menjaga ibu hamil dan anak-anak balita.
Target program jangka panjang ini bersifat berkesinambungan. Sementara untuk program jangka pendek dicapai setiap 3 tahun sekali. "Untuk yang jangka pendek, karena pemilihan ketua setiap 3 tahun sekali, jadi program jangka pendek itu juga 3 tahun sekali," Ani Agus Purwadianto menandaskan.
Turut mendampingi Ibu Ani antara lain Ratna Djoko Suyanto, Dani Hendarman Supandji, dan Rossi Anton Apriyanto. Sementara dari PB IIDI Ketua I PB IIDI Bitha R. Long, Ketua III PB IIDI Renny Suparyanto, Sekjen PB IIDI Susy Djoko Rahardjo, Bidang Penerangan PB IIDI Endang Samino, IIDI Cabang Surabaya Erna April Poerwanto dan Nur'aini Sajid Darmadiputra, dan IIDI cabang Majalengka Elly Irwan. (yun)