Kamis, 17 Juni 2010
Ayo ke Museum Bersama Ibu Negara
"Siapa Tahu Pulau di Indonesia Ada Berapa?" Tanya Ibu Ani
Ibu Ani menjelaskan tentang pula-pulau di Indonesia kepada pelajar SD di Museum Nasional, Kamis (17/6) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Kamis (17/6) pagi, Museum Nasional di jalan Merdeka Barat, Jakarta, tampak ramai. Seratus pelajar Sekolah Dasar hilir-mudik menikmati koleksi museum. Yang istimewa adalah pendamping anak-anak itu, yang tak lain adalah Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono.
Ya, pelajar berseragam putih-merah itu datang ke Museum Nasional, atau dikenal juga dengan sebutan Museum Gajah (karena ada patung gajah di depannya), untuk mengikuti program `Ayo ke Museum Bersama Ibu Negara` yang diprakarsai Ibu Ani bersama Solidaritas Ister-isteri Kabinet Bersatu (SIKIB).
Total ada 510 pelajar dari berbagai SD yang mengikuti program ini. Mereka diajak mengunjungi tujuh museum di Jakarta. Khusus kunjungan ke Museum Nasional, Ibu Ani sendiri yang mendampingi anak-anak SD itu.
Mereka tiba di Museum Nasional yang berjarak sekitar 300 meter dari Istana itu pukul 09.00 WIB. Ibu Ani, didampingi Okke Hatta Rajasa dan Menbudpar Jero Wacik, tiba terlebih dahulu, disusul 100 pelajar SD. Mereka turun dari bus sambil berlari kecil. Ibu Ani sendiri turut mengatur anak-anak ini untuk berkumpul di teras Museum Nasional.
Ruang pertama yang mereka kunjungi adalah Taman Arkeologi, dimana terdapat arca Siwa Bahirawa yang terkenal. Ini merupakan arca terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia. Di kaki arca itulah sebagian besar anak-anak berkumpul sambil mendengarkan penjelasan pemandu. Ibu Negara beberapa kali terlihat menjawab pertanyaan anak-anak, bak seorang guru kepada muridnya.
Rombongan kemudian dibagi dua di depan Ruang Bali. Ibu Negara yang masuk ke dalam kelompok kedua sangat tertarik dengan koleksi gamelan di Ruang Bali. Beberapa kali Ibu Ani menjelaskan mengenai alat musik yang dipajang, sebelum pemandu menjelaskannya.
Ibu Ani juga terlihat mengaggumi koleksi wayang kulit, lengkap dengan panggung dan alat musiknya di Ruang Jawa. Bahkan Ibu Ani sempat menjelaskan sesuatu kepada sekelompok siswi sambil menunjuk ke arah panggung.
Salah satu hal yang menarik perhatian seluruh siswa-siswi adalah peta Indonesia raksasa di Ruang Peta. Siswa-siswi yang biasanya berkeliling melihat koleksi-koleksi lain, berdiri mematung di depan peta yang mencantumkan suku-suku di Indonesia. Ibu Ani bertanya kepada para siswa. "Siapa yang tahu pulau di Indonesia ada berapa?" tanya Ibu Ani sambil tersenyum.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke gedung baru. Mereka dibawa melalui selasar yang dindingnya terbuat dari kaca sehingga cahaya masuk dengan bebas. Di Ruang Manusia dan Lingkungan, terpajang fosil-fosil dari manusia purba yang pernah hidup di Indonesia. Para siswa langsung berkerumun di atas display yang menunjukkan tengkorak atau fosil binatang sambil menunjuk-nunjuk. Terdengar celotehan di antara mereka mengenai sebesar apa hewan yang memiliki tulang-tulang itu. Ibu Ani sendiri memandu beberapa anak untuk melihat pola persebaran hewan di Indonesia.
Di ujung ruangan terdapat diorama manusia purba yang berupa sebuah gua dengan lantai kaca. "Apa ini boleh dimasuki?" Ibu Ani bertanya pada pemandu. Anak-anak pun tidak menunggu dan langsung emmasuki gua buatan itu.
Ruang terakhir yang mereka kunjungi adalah ruang Iptek dan Sistem Ekonomi. Namun pada ruangan ini pula terdapat berbagai macam senjata semi modern. Setelah penjelasan singkat mengenai prasasti Yupa oleh pemandu, beberapa kelompok siswa berpencar dan mulai mengaggumi sendiri-sendiri koleksi ruang ini.
Seorang anak bertanya pada Ibu Ani mengenai sebuah tuas yang berada di atas lingkarang betuliskan bahasa Jepang. Setelah membaca keterangannya Ibu negara pun menjawab, "Oh, ini untuk mengendalikan kecepatan kapal, mirip pedal gas kalau di mobil," Ibu Ani menjelaskan dengan sabar.
Usai mengunjungi ruang Iptek Ibu Ani kemudian menyempatkan diri untuk berfoto bersama para siswa-siswi. Setelahnya merekapun ingin dibolehkan bersalaan dengan Ibu Negara. Ibu Ani dengan senang hati menyalami masing-masing anak, sambil beberapa kali mengusap-usap rambut mereka. (arc)
Link Terkait: