Fokus

Kamis, 24 Juni 2010

Ibu Ani Apresiasi Lolosnya Resolusi Indonesia tentang Hepatitis di WHO

 

Ibu Ani memberikan sambutan pada Pembukaan Join Simposium Cina-Indonesia ke-3 dalam Bidang Hepatobiliary Medicine and Surgery di Hotel Gran Melia, Kuningan Jakarta, Kamis (24/6). (foto: abror/presidensby.info)
Ibu Ani memberikan sambutan pada Pembukaan Join Simposium Cina-Indonesia ke-3 dalam Bidang Hepatobiliary Medicine and Surgery di Hotel Gran Melia, Kuningan Jakarta, Kamis (24/6). (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Salah satu keunggulan dunia medis Tiongkok adalah kemampuan menggabungkan pengobatan metode ala Barat atau kimiawi dan Timur atau herbal. Demikian disampaikan Ibu Ani Bambang Yudhoyono di bagian lain sambutannya pada Peresmian Pembukaan Join Simposium Cina-Indonesia ke-3 dalam Bidang Hepatobiliary Medicine and Surgery di Hotel Gran Melia, Kuningan Jakarta, Kamis (24/6).

"Disinilah titik temu antara Indonesia dan Tiongkok. Pengobatan ala Barat maupun Timur dapat digunakan sesuai selera," kata Ibu Ani. Selain itu, Cina juga dikenal sebagai negara dengan sejarah terpanjang dalam rekayasa obat herbal atau natural. Sementara itu, Indonesia yang berada di urutan ke-2 setelah Brazil yang dijuluki Mega Bio-diversity Country.

Melihat potensi yang dimiliki Indonesia dan Cina, maka kerjasama antara Indonesia dan Tiongkok seyogyanya dapat memaksimalkan modal mega bio-diversity country untuk menemukan obat-obat baru melalui kerjasa, penelitian dan pengembangan. "Siapa tahu Indonesia bisa menemukan obat untuk membasmi virus hepatitis ataupun AIDS yang mematikan itu," Ibu Ani menambahkan.

Peningkatan layanan kesehatan khususnya untuk masyarakat miskin, jelas Ibu Ani, juga telah dilakukan Presiden SBY sejak awal masa pemerintahannya, diantaranya Jamkesmas. "Program ini diantaranya membebaskan biaya kesehatan untuk rakyat miskin. Itu semua dilakukan dalam rangka mencapai target Millenium Development Goals (MDGs) yang juga menjadi target negara-negara di seluruh dunia," ujar Ibu Ani. Ibu Ani berharap agar pemerintah Indonesia dengan memperhatikan keseimbangan anggaran akan terus meningkatkan budget dalam bidang kesehatan.

Sementara itu, Ibu Ani beserta Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) juga telah melakukan program Indonesia Sehat yang memfokuskan pada pemberian penyuluhan tentang kesehatan terhadap masyarakat di pelosok dengan sasaran utama ibu dan anak. "Menurut pendapat saya, dengan memberikan pengetahuan cara hidup sehat kepada ibu-ibu, maka anak-anak dan keluarganya akan sehat. Moto yang kita angkat adalah Bangsa Sehat Negara Akan Kuat," kata Ibu Ani.

Tak lupa pula, Ibu Ani menyampaikan terima kasihnya atas prestasi para dokter Indonesia yang telah berhasil meloloskan Resolusi Indonesia yaitu Viral Hepatitis: From Indonesia for the World, dalam sidang tahunan WHO pada Mei 2010. "Suatu peristiwa yang amat membangggakan bagi Indonesia karena baru pertama kalinya resolusi Indonesia tentang Viral Hepatitis diterima badan kesehatan dunia setelah bertahun-tahun diperjuangkan," tegas Ibu Ani.

Di akhir sambutannya, Ibu Ani mengimbau untuk mengubah perilaku hidup agar lebih bersahabat dengan alam untuk membantu mengatasi perubahan iklim yang sedang melanda dunia. "Bagi Indonesia, upaya untuk mencegah perubahan iklim itu dimaksudkan juga untuk menjaga keanekaragaman hayati yang kita miliki. Marilah kita bergandengan tangan untuk menyelamatkan bumi kita dari dampak global warming dan climate change," seru Ibu Ani. (yun)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang