Fokus

Selasa, 29 Juni 2010

Ketika Ibu Ani Diramal

 

Ibu Ani saat diramal Ferhat Karanfil di Museum Peradaban Turki, Selasa (29/6). (foto: aditya/presidensby.info)
Ibu Ani saat diramal Ferhat Karanfil di Museum Peradaban Turki, Selasa (29/6). (foto: aditya/presidensby.info)
Ankara: Usai berkeliling Museum Peradaban Turki, Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono berisitirahat sejenak di salah satu penjaja minuman yang berada di sekitar museum, Selasa (29/6) siang. Turk Cofe Fall atau ramalan kopi Turki, itulah nama ramalan yang disampaikan sang pramusaji sekaligus peramal bernama Ferhat Karanfil.

Karanfil meramal Ibu Ani melalui kopi yang habis diminum dan menyisakan ampas saja. Cangkir yang berisi ampas yang habis diminum Ibu Ani itu kemudian ditutup dan diputar sebanyak tiga kali. Kemudian cangkir dibalik, ditunggu hingga dingin baru di balik kembali seperti posisi semula. Karanfil pun memulai ramalannya.

Kepada Ibu Ani, Karanfil kemudian menyampaikan ramalannya. Pertama, kata Karanfil, harapan Ibu Ani akan terlaksana. "Karena saat ditumpahkan, sisa kopi itu tidak menetes. Itu berarti harapan yang diinginkan akan terlaksana," kata Karanfil.

Ibu Ani, lanjut Karanfil, dikelilingi oleh banyak pikiran. Meskipun berada jauh dari tanah air, Ibu Negara tetap memikirkan problem-problem yang belum diselesaikan. Ibu Ani selalu merindukan salah satu anggota keluarga. "Tetapi dalam waktu yang singkat akan dipertemukan kembali," ujar sang pramusaji yang bisa meramal itu.

Dalam ampas kopi yang dilihat oleh Karanfil, terdapat burung kecil yang berarti akan ada kabar baik. Itu terlihat dari cangkir kopi yang terlihat tetap bersih. "Maka, menurut yang saya lihat, masa depan First Lady (Ibu Ani, maksudnya) akan bersih, termasuk orang yang berada di sekelilingnya, dalam hal ini keluarga," Karanfil menjelaskan. Ibu Ani pun mengamini, dan disambut gelak tawa anggota rombongan.

Ramal-meramal memang mengasyikkan, terutama untuk mengisi waktu kosong. Ibu Ani memang seorang ibu yang mencintai keluarganya. Ibu Ani juga sangat menyayangi cucu tunggalnya, Almira Tungga Dewi Yudhoyono. (dit)

 

Link Terkait:

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang