Fokus

Jumat, 30 Juli 2010

Ibu Negara Luncurkan Biografi

 

Ibu Ani saat peluncuran buku biografinya di Hotel Dharmawangsa, Jumat (30/7) malam. (Foto: abror/presidensby.info)
Ibu Ani saat peluncuran buku biografinya di Hotel Dharmawangsa, Jumat (30/7) malam. (Foto: abror/presidensby.info)
Jakarta : Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono meluncurkan buku biografinya dengan judul Kepak Sayap Putri Prajurit, yang ditulis Alberthiene Endah, di Grand Ballroom Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (30/7) malam. Dengan tema 'Merayakan Cinta', acara ini juga sekaligus memperingati hari ulang tahun ke-34 pernikahan Ibu Negara dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Acara berlangsung sederhana dengan dekorasi minimalis berwarnakan merah marun dan putih. Hadir Wapres Boediono dan Ibu Herawati, dan dimeriahkan oleh penyanyi Shandi Sundoro.

Biografi yang diperuntukan bagi perempuan Indonesia ini bercerita mengenai betapa pentingnya proses pembelajaran dan perjuangan di dalam hidup. "Bahwa di dalam pencapaian sukses, selalu ada proses yang harus dilewati dan dimaknai. Ibu Ani memiliki kehidupan seperti mozaik, kaya oleh warna, matang oleh pengalaman, dan terasah oleh banyak peristiwa," kata Alberthiene Endah dalam sambutannya.

"Beliau pernah mengarungi hidup sebagai anak prajurit, istri seorang prajurit, dan akhirnya menjadi ibu prajurit pula. Beliau juga terus mengikuti karir suami, bermertamorfosa menjadi ibu menteri dan akhirnya menjadi Ibu Negara yang kita kenal hari ini," lanjut Endah.

Tokoh masyarakat juga memberikan tanggapannya. Menurut Joop Ave, mantan Menteri Pariwisata, Kepak Sayap Putri Prajurit adalah buku yang luar biasa. "Karena dalam satu hari membaca saya merasa lebih kenal dengan Ibu Ani. Berani, terbuka, dan dalam bahasa Perancis blak-blakan," kata Joop, disambut gelak tawa hadirin.

Ibu Negara menjelaskan, buku ini ditulis menggunakan bahasa yang mudah dan popular oleh Alberthiene Endah. Ketika penulis menawarkan judul buku biografi ini, Ibu Ani langsung menyetujuinya.

"Benar saya adalah seorang putri prajurit. Tadi sudah disampaikan pula bahwa saya dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan prajurit, menikah dan menjalani kehidupan bersama seorang prajurit, dan kini mempunyai putra yang berkecimpung di dunia prajurit," Ibu Ani menjelaskan.

Buku ini terbit karena kecintaaan dan rasa hormat Ibu Ani yang teramat sangat kepada ayahanda (alm) Sarwo Edhie Wibowo. "Beliau yang telah memberikan bimbingan, kasih sayang, dan teladan yang luar biasa kepada kami putra-putrinya, menantu dan cucu," Ibu Ani bercerita.

Buku ini sekaligus menjadi persembahan Ibu Ani bagi almarhum ayahanda yang semasa hidupnya pernah punya keiinginan menulis biografinya sendiri. Namun Sayang ketika baru memulainya almarhum Sarwo Edhie terkena stroke hingga akhirnya dipanggil Sang Khalik.

Kepak Sayap Putri Prajurit menceritakan mulai masa kecil Ibu Ani, menjadi pendamping suami, mendidik anak-anak, hingga sebagai Ibu Negara. Tentu juga Ibu Ani sebagai warga masyarakat biasa.

Pada acara yang hangat ini juga terdapat satu sesi dimana Ibu Negara memberikan buku pertama kepada penulis muda Dewi 'Dee' Lestari, wartawan senior Titi Said, budayawan Melly G Tan, tokoh perempuan Sabrian Sadli, dan perwakilan SIKIB Muniarti Widodo AS, serta putra sulung Agus Harimurti Yudhoyono.

Hadir dalam acara ini menteri-menteri KIB II yang didampingi anggota SIKIB. Mereka, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menseneg Sudi Silalhi, Mendagri Gamawan Fauzi, dan Menlu Marty Natalegawa. Hadir pula tokoh pendidikan Arief Rachman. (dit)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang