Pidato Presiden

SMAN 13 Jakarta, Jumat, 13 April 2007

Dialog dengan Pelajar SMAN 13 pada Acara Penyuluhan Narkoba

 

TRANSKRIPSI
DIALOG IBU HJ. ANI BAMBANG YUDHOYONO
DENGAN SISWA-SISWI SMA 13
PADA ACARA
PENYULUHAN NARKOBA
SMUN 13 JAKARTA UTARA, 11 APRIL 2007



Pembawa Acara :
Pertanyaan ditujukan kepada siapa. Penyuluhkah? Public figure atau kepada Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono? Sangat diperbolehkan bertanya tentang apa saja kepada Ibu. Boleh ya Bu? Bertanyanya apa saja boleh ya Bu? Boleh. Jadi dipersilahkan nantinya. Tapi satu, tidak perlu menanyakan nomor hp nanti bunyi terus, Ibu bingung menjawabnya semua kanan-kiri dan sms tadi jangan minta pulsa.

Selain itu ada juga pertanyaan yang disampaikan oleh Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono kepada para siswa untuk dialog interaktif ini Ibu juga membawa hadiah untuk para siswa yang aktif berinteraktif nantinya. Hadiahnya mau tahu? Salah satu diantaranya kulkas gulung, televisi lipat dan masih banyak lagi.

Satu lagi, pada saat nanti bertanya dan menjawab jangan lupa untuk menyebutkan identitas diri, nama dan kelas. Nomor sepatu, hobby tidak usahlah ya. Baik, acara Tanya jawab akan dipandu oleh yang kita hormati dan pelajar cintai bersama, Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Jakarta Utara, Bapak Fernon Akbar, kami persilahkan.

Kepala Sekolah SMAN 13 :
Mohon ijin kepada Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono, saya untuk memandu siswa SMA Negeri 13. Baik dalam bentuk pertanyaan maupun dalam hal menjawab. Perlu saya sampaikan pada kesempatan ini kepada Ibu, ucapan terima kasih seluruh Keluarga besar SMA Negeri 13 yang telah mendapat kesempatan atas kunjungan Ibu ketempat kami. Dan sampaikan salam kami kepada Bapak Presiden, kami telah menerima bantuan komputer dan ensiklopedi untuk kegiatan belajar siswa.

Ibu Hj. Ani yang saya hormati, dalam kesempatan ini tentu ada hal-hal yang akan ditanyakan kepada siswa sehubungan dengan penyuluhan narkoba di SMA Negeri 13, untuk itu dipersilahkan kepada Ibu, untuk bertanya kepada siswa SMA Negeri 13.

Ibu Negara :
Bapak, barangkali anak-anak dulu Ibu berikan kesempatan apa yang mau ditanyakan, silahkan, nanti terakhir akan Ibu tanyakan sesuatu yang katanya tadi berhadiah, silahkan bapak.

Kepala Sekolah SMAN 13 :
Terima kasih Ibu, untuk itu dipersilahkan kepada siswa ya untuk 5 orang penanya karena waktu kita terbatas. Silahkan untuk penanya yang pertama. Silahkan sebutkan.

Muhammad Maulana :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Nama saya Muhammad Maulana dari kelas 11. Yang terhormat kepada Ibu Negara dan bapak ibu semua, serta undangan dan kawan-kawan yang saya sayangi. Saya akan bertanya kepada Ibu Negara, Ibu Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono, saya jujur, saya bangga terhadap Ibu, Ibu pidato dengan lantangnya, dengan tegarnya. Pertanyaan saya, apa sih kesibukan Ibu sebagai Ibu Negara. Selanjutnya apakah Ibu dapat membagi waktu Ibu untuk keluarga Ibu sendiri. Terima kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Kepala Sekolah SMAN 13 :
Ibu Hj. Ani, begitu terkesannya siswa SMA Negeri 13 kepada penampilan Ibu, untuk itu dipersilahkan Ibu untuk mengomentari atau menjawab dari pertanyaan siswa.

Ibu Negara :
Baik, terima kasih. Tadi anakku Muhammad siapa belakangnya? Maulana, panggilannya siapa ini? Maul, oke, rasanya biasanya tidak ya. Baru sekali ini Ibu mendengar Maulana dipanggil Maul, seperti bener-bener nama gaul gitu ya. Baik, Maulana, saya berdiri saja. Baik Maulana, apa sih tugas Ibu Negara sebetulnya? Itu mungkin pertanyaan-pertanyaan yang sering disampaikan, Ibu tidak lihat yang jauh soalnya agak gelap-gelap sedikit. Mudah-mudahan anak-anak melihat ya, mendengar ya.

Baik. Jadi sebetulnya kalau, jadi tidak ada literatur ataupun tulisan yang menyampaikan tugas seorang Ibu Negara adalah satu ini, dua ini, tiga ini, empat ini. Yang ada tertulis adalah mendampingi Bapak Presiden dalam acara-acara kenegaraan. Akan tetapi Bapak dan Ibu, Ibu Ani dan Pak SBY punya komitmen tersendiri ketika beliau dipilih dan dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia maka bapak mengatakan bahwa berbuatlah sesuatu apa yang bisa dikerjakan oleh seorang Ibu Negara.

Dan saya berkomunikasi terus dengan Bapak SBY, akhirnya saya tahu apa sih yang menjadi komitmen dari Bapak SBY terhadap bangsa ini dan apa yang bisa saya kerjakan. Banyak sebetulnya, pekerjaan dari Bapak SBY sebagai Presiden. Memimpin kabinet dengan departemen-departemen. Banyak sasarannya tetapi yang diperbolehkan oleh Bapak SBY kepada saya, saya hanya ikut kegiatan yang menunjang, satu pendidikan, dua dalam bidang kesehatan, sosial dan budaya.

Jadi tidak boleh, Ibu Ani ini tidak boleh sama Pak SBY ikut dalam bisnis. Sama sekali Ibu tidak ikut campur dalam bisnis. Oleh karena itu betapa kagetnya Ibu Ani kemarin, yang beberapa waktu yang lalu katanya diseret-seret dalam catering haji. Ada yang mengatakan seperti itu bahkan ditulis dikoran. Tidak. Komitmen saya dan juga ini adalah Ibu-Ibu atau Isteri dari Kabinet Indonesia Bersatu adalah pada sisi sosial, kemudian pendidikan, kesehatan dan budaya.

Jadi itu kegiatan Ibu sehari-hari, mendampingi Bapak Presiden dalam kegiatan-kegiatan yang ada dalam kenegaraan baik menerima Tamu Negara maupun kita berkunjung ke negara lain.

Kemudian yang kedua, gimana sih membagi waktu dengan keluarga? Jadi begini Maulana, Ibu ini dulu dibesarkan di lingkungan militer. Kebetulan orang tua Ibu juga seorang militer, kemudian mendapatkan suami juga seorang militer, dapat 2 anak, anaknya dua-duanya laki-laki, yang satu juga militer. Boleh dikatakan Ibu ini ada dalam 3 generasi dalam militer. Kemudian juga disiplin yang ditanamkan oleh orang tua, itu pula yang Ibu tanamkan kepada keluarga sekarang.

Alhamdulillah anak-anakku, karena putera-putera Ibu sekarang 2 laki-laki, 1 sedang berada di Libanon pada pasukan PBB, kemudian yang kedua sedang mengambil master degree di Singapura. Dua-duanya laki-laki, yang satu belum menikah. Jadi Ibu pun juga suka bercanda dengan anak Ibu yang kecil, yuk saya ajak ke asrama puteri untuk berkenalan.

Artinya begini anak-anak, dua-dua sudah dewasa jadi tidak memerlukan pemikiran Ibu secara khusus. Mereka sudah dewasa tetapi Ibu tetap melakukan pengawasan melekat terutama mereka ketika masih anak-anak atau ketika masih remaja. Jadi kadang-kadang Ibu secara diam-diam masuk ke kamarnya anak-anak untuk melihat apakah benar anak saya ini tidak terkena narkoba. Jadi itu yang Ibu lakukan. Jadi melakukan pengawasan yang melekat. Itu tadi bagian dari family watch.

Jadi saat ini anakku Maul, Ibu bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya karena tugas Ibu hanya itu sekarang. Mendampingi Bapak Presiden dalam acara kenegaraan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Ibu masih punya banyak kasih sayang yang bisa Ibu bagi kepada anak-anak sekalian. Ini adalah salah satu bentuk kasih sayang Ibu yang masih tersisa dalam diri Ibu untuk anak-anak semua. Terima kasih.

Kepala Sekolah SMAN 13 :
Maulana, cukup puas dengan jawaban dari pada Ibu Ani? Ya tentu, Keluarga Besar SMA Negeri 13 khususnya seluruh siswa SMA Negeri 13 mendoakan Ibu mendampingi Bapak Presiden dalam tugas sehari-hari. Tepuk tangan untuk Ibu. Yang kedua, silahkan bagi siswa yang bertanya untuk yang kedua. Silahkan, sebutkan nama.

Carolin :
Selamat siang Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono, para tamu yang terhormat dan teman-teman saya sekalian. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berpartisipasi dalam acara ini. Nama saya Carolin dari kelas 11. Saya ingin bertanya kepada bagian penyuluhan Ibu Sri Hastuti. Ibu Sri Hastuti, sekarang ini banyak para pengguna narkoba mulai dari anak-anak hingga orang dewasa anak SMA, anak SMP bahkan anak SD pun sudah berani mencoba narkoba. Menurut Ibu apa saja kiat-kiat agar kami para remaja terhindar dari bahaya narkoba dan bagaimana peran keluarga, teman serta guru seandainya dilingkungan mereka ada pengguna narkoba, terima kasih.

Kepala Sekolah SMAN 13 :
Terima kasih Carolin, dipersilahkan Ibu Sri Hastuti.

Sri Hastuti – penyuluh :
Terima kasih Carolin, ini pertanyaan yang sangat baik sekali dan kemudian buat seluruh pelajar. Jadi bagaimana jika ada anak sekolah dari TK maupun SLTA yang terkena narkoba. Kiat-kiat apa yang harus dilakukan. Pertama kita harus bisa mempunyai pendirian mengatakan ”say no to drug”, pada diri kita, kita tanamkan bahwa tidak dengan narkoba. Pertama tanamkan ini dulu.

Kemudian terima apa adanya pada badan kita, kekurangan dengan kelebihannya tidak usah mengada-ada. Jadi kalau kita ada kekurangannya kenapa sih saya kurang seperti ini, kemudian apa cari pelarian yang negatif tetapi diharapkan carilah pelarian yang positif dan bisa membagi atau bisa mengendalikan stres. Kita harus bisa mengendalikan stres, seperti yang tadi Ibu contohkan. Bahwa jika kita terjadi sesuatu putus pacar atau mungkin kita tidak lulus sekolah atau pada saat ulangan kita tidak bisa mengerjakan, apa ya yang mesti kami lakukan. Berbuatlah kegiatan yang positif. Diskusi sama temannya dan mawas diri. Itu kira-kira kiat-kiat yang bisa menanamkan pada kita agar tidak terkena narkoba.

Kemudian perannya apa yang kita lakukan pada sekolah jika pada sekolah atau pelajar ada yang terkena. Sampaikan pada Ibu Guru atau Pak Guru, karena pada masing-masing sekolah telah dibentuk suatu satuan tugas yang disebur FORSANA (Forum Anti Narkoba untuk Siswa) yang telah dikukuhkan oleh Ketua Badan Narkotika Provinsi DKI Jakarta Bapak Fauzi Bowo. Para pelajar bisa dimanfaatkan dalam forum itu dan berdiskusi dengan Kepala Sekolah maupun dengan pembinanya karena ada beberapa sekolah yang telah ikut serta dalam Jambore Anti Narkoba di Cibubur, khusus untuk SLTA dan SLTP. Maka berilah informasi yang tepat dan cermat kepada Kepala Sekolah maupun kepada Guru Pembinanya. Itu yang kita informasikan kepada para pelajar khususnya pada SMA 13 Jakarta Utara.

Kepala Sekolah SMAN 13 :
Terima kasih Ibu Sri Hastuti. Tentu pertanyaan dari Carolin itu mewakili seluruh siswa SMA Negeri 13 dan perwakilan dari SMA Negeri Jakarta Utara. Terima kasih Bu Hastuti dan itu sudah didengar oleh siswa yang berada di tempat ini. Untuk yang berikutnya dipersilahkan yang ketiga untuk bertanya, apakah ditujukan kepada public figure maupun kepada yang lainnya, dipersilahkan. Tolong sebutkan nama nak.

Dian Diana :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Yang terhormat Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono.
Yang terhormat para tamu undangan dan teman-teman yang saya sayangi. Nama saya Dian Diana dari kelas 11. Saya ingin bertanya kepada Kak Yoan Tanamal. Kak, apakah ada perbedaan pada para pengguna narkoba dalam kehidupan sehari-hari antara setelah dan sebelum menjalani proses hukum dan adakah kemungkinan bagi mereka untuk kembali menggunakan narkoba tersebut. Sekian pertanyaan dari saya. Wassalamualaikum wr. Wb.

Yoan Tanamal :
Terima kasih, perbedaan yang pasti sebelum dan sesudah seseorang terlepas dari memakai atau terikat dengan narkoba tersebut, entah apapun itu jenisnya. Yang Kak Yoan rasa itu sangat-sangat beda sekali. Contohnya saja Kak Yoan ambil dari hidup Kak Yoan sendiri, dulu Kak Yoan sempat kerja tetapi Kak Yoan menghasilkan sesuatu dari hasil pekerjaan itu. Kak Yoan Yoan sempat kerja di design grafis. Sempat menghasilkan sesuatu tetapi itu bukan suatu hal yang harus dibanggakan karena pada saat Kak Yoan mengerjakan itu dibawah pengaruh narkoba. Jadi bukan kreativitas diri kita sendiri.

Jadi kalau boleh dibilang intinya pada saat Kak Yoan tergantung itu, visi hidup tidak ada, yang hanya didalam pikiran bagaimana bisa mencari uang, uang dan uang, memenuhi kebutuhan hidup. Tetapi lama kelamaan dengan berjalannya waktu dan dengan bertambahnya keterikatan kita di dunia drugs itu, di dunia narkoba itu akhirnya sebetulnya talenta, kelebihan yang kita miliki tidak bisa kita pergunakan. Akhirnya sia-sia, pekerjaan juga resign, pekerjaan juga akhirnya Kak Yoan juga keluar, akhirnya juga luntang-lantung tidak jelas sampai akhirnya hidup di jalan. Kak Yoan pernah sempat hidup di jalan kurang lebih hampir 1,5 bulan sebelum kak Yoan ditangkap.

Itu sangat-sangat memberi satu pelajaran bahwa narkoba itu merubah sifat seseorang. Merubah sebetulnya, dia tidak suka mencuri akhirnya dia mencuri, dia tidak suka berbohong akhirnya dia berbohong. Jadi yang pasti setelah Kak Yoan menjalani masa-masa itu sekarang ini Kak Yoan membuat waktu Kak Yoan berguna. Berguna dalam arti sharing seperti ini begitu juga kegiatan sosial lainnya.

Itu terutama untuk setiap bekas pemakai, mereka harus diberikan tanggung jawab sebagaimana Kak Yoan disini membawa nama baik orang tua yang sedemikian sudah membesarkan Kak Yoan terutama untuk Ibu Kak Yoan yang tidak putus-putusnya mendoakan Kak Yoan. Jadinya sangat berbeda sekali. Ada waktu-waktu yang bisa dipergunakan dengan baik, entah itu ada yang suka musik bisa les musik, ada yang suka sport bisa dengan sport atau dengan apapun juga ya.

Dan kemungkinan, pertanyaan keduanya. Kemungkinan untuk bisa memakai sangat mungkin, sangat mungkin sekali. Tetapi balik-balik lagi intinya kita mau dilingkungan yang salah atau tidak. Secara rohani Kak Yoan berpesan, kita jangan buka pintu buat iblis, kita jangan bermain-main dengan iblis. Iblis itu berupa pergaulan yang buruk, narkoba, free sex, karena HIV/AIDS itu sangat rentan dengan narkoba.

Kak Yoan sangat-sangat bersyukur, karena kalaupun Kak Yoan masih hidup hingga saat ini itu semua karena Tuhan. Kak Yoan dinyatakan tidak meskipun Kak Yoan memakai drugs dengan begitu berat tetapi satu hal tidak pernah sharing jarum suntik. Tetapi setiap perbuatan ada konsekuensinya. Kak Yoan ada pengkapuran lumayan parah didaerah servikal tetapi itu Kak Yoan jadikan ucapan syukur. Masih bagus Tuhan berikan kehidupan sampai tahun ini, Tuhan percayakan Kak Yoan untuk bisa menjadi berkat.

Jadi kemungkinan itu sangat mungkin sekali. Tetapi balik-balik lagi kita harus punya prinsip dalam hidup. Ini tidak baik, contohnya seperti ini, Kak Yoan sembuh dipenjara bukan berarti harus masuk penjara dulu terus akhirnya sembuh dari narkoba atau masuk rehab dulu baru sembuh dari narkoba. Tidak. Ini contohnya. Semua perbuatan ada akibatnya. Jangan dicontoh, seperti pesan Kak Yoan tadi buatlah hidup kalian berguna, terima kasih.

Kepala Sekolah SMAN 13 :
Berikutnya untuk pertanyaan keempat dipersilahkan.

Ratih :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Yang terhormat Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono, para tamu undangan dan teman-teman sekalian. Nama saya Ratih dari kelas 11. Pertanyaan ini saya ajukan kepada Ibu Sri Hastuti. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sekarang ini narkoba sudah menyerang semua lapisan masyarakat baik kalangan atas, menengah maupun bawah.

Apabila ada seseorang pecandu narkoba dan dia ingin sekali sembuh tapi dia tidak mampu secara ekonomi untuk masuk ke panti rehabilitasi. Maka apa yang harus dilakukan? Lalu bagi para pecandu narkoba dalam hal ini mereka adalah kalangan anak usia sekolah yang ketika mereka memutuskan untuk sembuh dan mereka mampu untuk masuk ke panti rehabilitasi tentunya kemudian mereka akan berada disana dalam kurun waktu tertentu sampai benar-benar sembuh. Bagaimana dengan nasib pendidikannya? Sekian, terima kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sri Hastuti – penyuluh :
Terima kasih, langsung saya jawab saja bahwa tetap buat para pengguna harus masuk rehabilitasi. Harus ya, untuk dilaksanakan atau dilakukan pengobatan. Tetapi bagi yang tidak mampu bisa masuk ke atau merujuk ke Badan Narkotika Nasional mungkin pada rehabilitasi Balai Kasih Sayang. Sangat dibantu di Balai Kasih Sayang yang berada di Badan Narkotika Nasional tanpa biaya. Jadi tanpa biaya silahkan, apabila ada keluarga atau rekan-rekan dari para pelajar, ada pengguna kemudian orang tuanya tidak mampu, segeralah dibawa ke Balai Kasih Sayang yaitu tempat rehabilitasi.

Ada pertanyaan lagi? Nasib sekolah baik, kalau nasib sekolah bagaimana juga kelanjutan dari pada pelajar kita yang terkena narkoba. Kita harus membuat suatu kesepakatan bukan Kepala Sekolah, buat kebijakan. Kepala Sekolah juga harus bijak pada pelajar yang terkena narkoba, janji setelah saya masuk rehabilitasi kemudian saya sembuh dan saya harus diterima kembali ke sekolah tersebut. Buat kesepakatan. Yakinkan kepada Kepala Sekolah bahwa selesai saya rehabilitasi masuk kembali diterima. Semoga Kepala Sekolah juga tidak memindahkan anak ini sehingga tidak berarti memindahkan penyakit pada orang lain. Mudah-mudahan Kepala Sekolah Jakarta Utara bisa mengambil kebijakan buat para pengguna yang masih mau belajar pada sekolah tersebut. Terima kasih.

Kepala Sekolah SMAN 13 :
Pertanyaan seputar penyuluhan narkoba selesai. Sekarang kita akan beralih kepada Ibu Ani Bambang Yudhoyono untuk memberikan pertanyaan kepada siswa. Dengan hormat kami persilahkan.

Ibu Negara :
Terima kasih Bapak. Anak-anakku sebelum Ibu meninggalkan tempat ini untuk melakukan tugas berikutnya mendampingi Bapak Presiden dalam acara pelantikan yang akan dilaksanakan di Istana Negara, ada beberapa pertanyaan yang ini katanya tadi sudah disiapkan hadiahnya oleh Ibu Tanto.

Yang pertama adalah, baik jadi bagi siapa yang menjawab, yang paling cepat menjawab, Bapak Kepala Sekolah tolong dibantu. Pertanyaan pertama adalah, tadi sudah kalian dengarkan dan sudah bisa dijawab juga oleh kalian tetapi yang ini adalah apa dampak yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba?

Kepala Sekolah SMAN 13 :
Ya silahkan maju. Sebutkan nama.

Ahmad Saiful Ramadhan :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Terima kasih atas pertanyaannya Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono. Nama saya Ahmad Saiful Ramadhan. Saya mewakili teman-teman disini semua, mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan.

Dampak yang pasti terjadi terhadap pengguna narkoba yaitu yang pertama badannya akan kurus, terus dia akan menjadi malas, terus mungkin keuangannya akan bangkrut karena pengeluaran yang akan dikeluarkan itu akan dia habiskan untuk obat-obat yang dia akan konsumsi. Terima kasih.

Ibu Negara :
Baik, bagaimana anak-anak? Bagaimana Bapak? Betul. Jadi berarti adik tadi atau ananda sudah menyimak dengan baik. Hadiah dapat diambil ditempat Ibu Tanto. Diambil nanti setelah acara ini selesai. Pertanyaan kedua, ciri-ciri apa yang siswa ketahui pada orang yang atau menggunakan narkoba? Bapak silahkan.

Kepala Sekolah SMAN 13 :
Silahkan itu. Sebutkan nama dan kelas.

Dini Puspitasari :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Yang terhormat Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono. Saya Dini Puspitasari dari kelas 11. Saya akan menjawab, yang pertama dia akan lebih tertutup baru dia juga bisa menjadi orang yang paranoid, baru dia juga suka bengong, suka menyendiri dan dia juga mungkin akan suka tertawa dan sedih tanpa alasan yang jelas.

Ibu Negara :
Ya, bagaimana anak-anak, Ibu-Bapak, juri mengatakan betul, seratus untuk kalian. Hadiah juga dapat diambil di tempat Ibu Tanto. Berikutnya kalau menggunakan narkoba jenis suntik secara berganti-gantian bisa menyebabkan apa atau sakit apa?

Kepala Sekolah SMAN 13 :
Itu kelas 9, itu cepat. Silahkan.

Erlangga Joyopriyanto :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Nama Erlangga Joyoprianto dari kelas 10. Dampak dari penggunaan narkoba jenis suntik adalah salah satunya penyakit AIDS/HIV karena dari suntik tersebut dari orang yang mengidap penyakit HIV dapat menularkan kepada orang yang menggunakan jarum yang telah digunakan si pengidap HIV itu kepada orang yang menggunakan jarum suntik selanjutnya.

Ibu Negara :
HIV/AIDS betul? Betul. Kemudian berikutnya, sebetulnya HIV itu apa sih? Apa itu HIV?

Puteri :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Nama saya Puteri dari kelas 11. HIV adalah Human Imunisation Virus dimana penyakit ini adalah penyakit seksual berjangkit yang disebarkan oleh virus.

Ibu Negara :
Apa sih yang dimaksud dengan over dosis?

Kepala Sekolah SMAN 13 :
Itu silahkan yang diujung.

No Name :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Terima kasih karena telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjawab. Over dosis adalah, jadi orang ini, pecandu kelebihan dosis, pengkonsumsian dosis obat-obatan terlarang.

Ibu Negara :
Dan bisa apa?

No Name :
Bisa menyebabkan kematian.

Ibu Negara :
Jadi betul? Betul, baik. Kita tepuk tangan bersama. Sekali lagi Ibu senang sekali berada bersama kalian disini. Selamat belajar anak-anakku. Sekali lagi say no to drugs. Salam buat orang tua kalian dirumah. Selamat belajar, selamat untuk Ujian Akhir Nasional. Terima kasih.

Kepala Sekolah SMAN 13 :
Terima kasih Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono. Acara selanjutnya saya serahkan kepada pembawa acara.



*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan


Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang