Pidato Presiden

Wisma Negara, Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2008

Sambutan Penyerahan Bantuan Buku dari Mendiknas

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN IBU ANI BAMBANG YUDHOYONO
ACARA PENYERAHAN BANTUAN BUKU
DARI MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
WISMA NEGARA
21 OKTOBER 2008



Assalamualaikum Wr.Wb.
Selamat Siang dan Salam Sejahtera untuk kita sekalian.
Bapak Mendiknas beserta rombongan baik dari Diknas mungkin dari KBRI Washington DC dan juga dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Saya ucapkan selamat datang di Wisma Negara, selamat siang, dan semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat.

Saya sudah menerima surat dari Bapak Mendiknas dan barangkali nanti Bapak Mendiknas dapat memberitahu kepada kita semua tentang maksud dan tujuan beraudiensi pada siang hari ini. Tetapi sebelumnya ingin saya sampaikan atau saya perkenalkan mungkin sebagian dari Bapak atau Ibu sekalian belum kenal. Di sebelah kanan saya adalah Ibu Hatta Rajasa istri dari Menteri Sekretaris Negara, kemudian Ibu Hasan Wirajuda istri dari Menteri Luar Negeri, Ibu Laili Nuh istri dari Menteri Kominfo, Komunikasi dan Informatika, kemudian Ibu Erna Witoelar istri dari Menteri Negara Lingkungan Hidup, kemudian Ibu Ratna Megawangi Sofyan Djalil istri dari Meneg BUMN, dan Ibu Yusuf Asy’ari istri dari Menteri Perumahan. Ini yang mendampingi kita, semua adalah Ibu-ibu dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu. Jadi saya persilakan Bapak Mendiknas, monggo.

Mendiknas Bambang Sudibyo
Bissmillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita.
Yang kami hormati Ibu Ani Bambang Yudhoyono.

Perkenankanlah kami terlebih dahulu memperkenalkan rombongan kami. Disebelah kanan saya, Ibu sudah kenal, Pak Fasli Jalal Dirjend Dikti, kemudian Pak Prof. Suyanto Dirjend Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengurusi penyediaan sarana dan prasarana sekolah-sekolah. Kemudian Pak Sofyan, ini Inspektur Jenderal, untuk memastikan bahwa pengiriman buku ini pun sesuai peraturan Ibu. Kemudian Bapak Salman Alfarizi DCM pada KBRI Washington DC, kemudian Pak Agus Sartono Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Depdinas. Selanjutnya, Mr. Michael Anderson Public Affairs Officer dari Kedutaan Besar Amerika di Jakarta. Selanjutnya, Ibu Enda Wulandari asisten atase Pendidikan dan Kebudayaan. Itu orang Depdiknas yang kita perbantukan di Kedutaan Besar di Washington. Selanjutnya adalah Ibu Irid Agoes Direktur dari IIEF Indonesian International Education Fondation, ini yang menyelenggarakan tes-tes seperti TOEFL dan sebagainya. Kemudian Ibu Tania Vivitsky Executive director dari Sabre Foundation yang medonasikan buku itu. Jadi donaturnya Sabre Foundation.

Jadi ijinkanlah kami memberikan penjelasan tentang latar belakang dari donasi buku ini. Sejak tahun 2004, Depdiknas bekerja sama dengan Sabre Foundation itu melakukan kerjasama untuk donasi buku. Jadi Sabre Foundation itu mengumpulkan buku-buku dari lebih 200 penerbit di Amerika dan Eropa dan ini kemudian dibagikan ke negara-negara berkembang. Sudah sejak lama Indonesia menjadi salah satu negara tujuan sejak tahun 2004 melalui atase Pendidikan dan Kebudayaan di Washington DC. Jadi ada keterlibatan Depdiknas melalui atasenya dan tentu Departemen Luar Negeri melalui Kedutaannya. Selama ini sudah beberapa kali dilakukan pengiriman dengan keterlibatan dari tentunya Kedutaan Besar Amerika di Jakarta, kemudian ada LSM dari Amerika Serikat yaitu Sabre Foundation, kemudian juda ada LSM dari Indonesia IIEF yang memfasilitasi. Ada peraturan-peraturan dari Amerika yang harus diikuti jadi harus ada untuk itu harus ada melibatkan LSM yang teregistrasi di State Department di Amerika yaitu IIEF itu yang sudah teregistrasi di Amerika. Jadi selama ini sudah berjalan dengan lancar dan pada umumnya selama ini penerima sumbangan-sumbangan itu adalah universitas-universitas. Sudah banyak Ibu, ada lebih dari 40 perguruan tinggi negeri itu selama ini sudah mendapatkan sumbangan buku ini. Untuk tahun ini kita akan perluas donasi itu juga kepada SIKIB. Jadi dalam waktu pendek ini sekarang on the way Ibu, akan dikirim untuk SIKIB dua kontainer buku, betulkan? 14.000 lebih buku. Jadi ini lebih dari 28.000 buku, semuanya bahasa inggris nggak ada yang bahasa Indonesia.

Untuk kali ini kami akan menyerahkan secara simbolis beberapa buku sebagai tanda bahwa Ibu nanti akan menerima kiriman itu. Tentunya nanti ada prosedur teknis untuk mengeluarkan dari Bea Cukai dan sebagainya. Kadang-kadang ini sangat teknis dan cukup rumit karena bagaimana memastikan supaya itu bebas dari bea masuk, dan selama ini memang sudah bebas dari bea masuk. Jadi insya Allah yang ini juga kita akan bisa memasukkan, betul kami yang mengeluarkan nanti, SIKIB tinggal menerima saja. Mungkin ada yang menambahkan ?

Ibu Irid Agoes
Semua adalah buku-buku yang kita minta, jadi bukan buku buangan, bukan buku yang mereka kirimkan tetapi dari list yang diberikan Diknas memilih dan bersama-sama IIEF nanti mengusulkan ini buku-buku yang diinginkan. Jadi mungkin dari SIKIB juga nanti dalam pemilihannya, buku-buku apa yang diperlukan, saya kira itu penting. Fakta ini untuk menunjukkan bahwa kita tidak menerima sembarang buku yang kita tidak inginkan. Terima kasih
Demikian Ibu,
Terima kasih.

Ibu Ani Bambang Yudhoyono
Terima kasih sekali Bapak Mendiknas, saya tidak tahu kalau sudah ada kerjasama yang sedemikian baik. Mulai dari tahun 2004 kita menerima bantuan dari Amerika Serikat untuk digunakan oleh para mahasiswa kita di Indonesia. Kami menerima ketika kunjungan Ibu Laura Bush kemari, sebanyak 1500 buku-buku cerita yang juga sudah kita sampaikan ataupun kita kirimkan melalui program-program yangkita kelola, mungkin untuk diketahui oleh Bapak DCM, juga oleh Ibu Irid barangkali juga sudah tahu bahwa kita mempunyai program yang kita sebut dengan Indonesia Pintar. Indonesia pintar ini mengoperasikan mobil pintar, rumah pintar, dan motor pintar, dan juga kapal pintar.

Semuanya ini kita abdikan untuk seluruh anak-anak Indonesia di seluruh Indonesia. Kita belum bisa memenuhi semuanya tetapi alhamdulillah sejak kita luncurkan pada Bulan Mei 2005, kami sudah mengoperasikan 99 unit mobil pintar. Mobil pintar ini Ibu, barangkali mungkin Bapak DCM juga untuk memberikan pengetahuan kepada teman-teman yang berada di Amerika. Mobil ini kita rancang secara khusus yang memuat didalamnya ada buku-buku, kemudian permainan edukatif, audio visual dan juga komputer.

Di rumah pintar kelebihannya adalah satu yang kita sebut dengan nama Sentra Kriya dimana kaum perempuan, anak-anak muda juga diajarkan tentang life skill. Mudah-mudahan buku-buku yang kita terima nanti ada yang konsumsinya untuk anak-anak, mungkin sampai umur 15 tahun tetapi lebih besar pun tidak menjadi masalah, karena akhirnya yang mendatangi rumah pintar ini juga bukan anak-anak sekolah tapi juga anak-anak yang tidak sekolah. Oleh karena itu juga pendidikan yang life skill yadi yang kita harapkan, mudah-mudahan ada di dalam yang dikirimkan nanti ya.

Baik, karena kita menginginkan di sentra kriya yang ada di rumah pintar ini, kaum perempuan bisa diajarkan ataupun juga siapa saja, laki-laki juga tentu saja bisa diajarkan dengan life skill. Sehingga mereka suatu saat dengan kepandaian ini dapat mendatangkan income bagi keluarganya. Jadi 99 mobil pintar di seluruh Indonesia, kemudian rumah pintar ada 186, kemudian motor pintar 311 unit dan 3 kapal pintar. Barangkali bisa disampaikan kepada Ibu Mrs.Tania Vivitsky sehingga bisa mengetahui kegiatan-kegiatan. SIKIB ini kita katakan LSM ya LSM, kita sebuah perkumpulan istri dari para Menteri yang mengabdikan dirinya untuk kegiatan kemasyarakatan dan sosial seperti ini. Untuk itu Mendiknas tentu terima kasih sekali melalui Bapak tentu saja dan juga kepada Sabre Foundation yang telah memberikan bantuan kepada kita, kita ucapkan terima kasih karena Insya Allah akan kita kirimkan kepada mereka-mereka yang berhak. Terutama mereka mereka yang menggunakan jasa, boleh dikatakan jasa dari rumah pintar, mobil pintar, motor pintar, dan kapal pintar di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan kerjasama ini tidak hanya sampai disini tapi barangkali nanti seterusnya juga bisa lagi ada bantuan-bantuan, yang mungkin buku-buku yang paling mutakhir sehingga anak-anak manapun sampai dipelosok-pelosok mereka juga bisa mengikuti yang terbarulah boleh dikatakan seperti itu.

Mungkin sekian dari saya, barangkali ada tambahan dari Ibu Oke, kebetulan pengurus dari Indonesia Pintar adalah Ibu Oke Hatta Rajasa, barangkali ada, dan sebelumnya saya sampaikan juga bahwa di Indonesia, kami juga mempunyai program yang kami sebu dengan nama book drops dimana kita meminta agar masyarakat yang ingin mendonasikan buku-buku yang sudah dipakai ataupun masih baru, untuk kita kirimkan kepada anak-anak yang membutuhkan di pelosok tanah air. Mungkin juga bisa Ibu Irid menyampaikan bahwa Indonesia sangat luas, penduduknya sampai ke pelosok-pelosok yang tidak semuanya mempunyai kemampuan untuk membeli buku. Oleh karena itu, bantuan buku dari Sabre Foundation ini sangat berarti buat kami. Barangkali bisa disampaikan oleh Ibu Oke Hatta Rajasa yang akan menambahkan. Silahkan Ibu.

Ibu Oke Hatta Rajasa
Terima kasih Ibu Negara. Bapak Ibu sekalian, saya melengkapi saja apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara tadi. Betul dalam rumah pintar kalau memang arahan Ibu ini akan kita distribusikan ke rumah-rumah pintar itu akan baik sekali. Karena memang di rumah pintar ini selain yang menjadi kebutuhan itu adalah tentang keterampilan tapi mungkin juga tentang biasanya buku-buku dari luar, suka ada buku tentang art, craft untuk membuat entah itu dari kertas, entah itu dari daur ulang jadi buku-buku keterampilan yang sifatnya memberdayakan lingkungan. Itu kalau nggak salah biasanya craft itu, komponen itu ada. Ini sangat dibutuhkan bu sama anak-anak karena Tutor di mobil pintar itu, kami juga kerja sama dengan Diknas untuk pelatihan yang membutuhkan sesuatu yang baru agar tidak monoton, apalagi ini akan memberdayakan masyarakat juga dan potensi sekitar. Jadi saya rasa mungkin dengan adanya penerbit yang ada di Amerika ini, buku-buku seperti ini pengalaman kami mendapatkan laporan dari lokasi-lokasi itu sangat dibutuhkan oleh anak-anak. Itu saja barang kali Bu. Terima kasih.

Ibu Ani Bambang Yudhoyono
Mungkin ada tambahan lagi dari Ibu Ratna Megawangi. Silakan Ibu. Ibu Hasan. Cukup semuanya? Baik kalau begitu, Bapak nanti akan kami kirimkan juga mungkin buku Indonesia pintar, yang barangkali untuk Mrs. Vivitsky bisa melihat nanti bagaimana kegiatan kita pada di dalam rumah pintar dan program yang ada di Indonesia pintar. Kami kirimkan juga CD nya nanti, barangkali Bapak DCM juga nanti kami berikan. Bisa nanti dilihat dan ditonton.

Ada VCD yang bisa juga ditonton disitu bahwa inilah kegiatan kita, jadi mudah-mudahan buku ini bisa melengkapi apa-apa yang sudah kita punyai. Karena termasuk sekali lagi saya laporkan kepada Pak Mendiknas, bahwa ini kegiatan-kegiatan di Sentra Kriya kita ini betul-betul membawa manfaat bagi masyarakat setempat. Karena beberapa yang sudah bisa mendapatkan hasilnya dan dijual mendapatkan income tambahan untuk keluarga. Jadi terima kasih Bapak, kerja sama yang selalu di jalin dengan Diknas untuk pelatihan-pelatihan tutor.

Sebentar lagi kita kayaknya membutuhkan juga Bapak, karena kemarin Bapak juga sudah menyaksikan juga penyerahan mobil pintar untuk Kalimantan jadi kita pasti membutuhkan untuk pelatihan-pelatihan. Saya ucapkan sekali lagi thank you very much for your kindness. Silakan mencicipi dulu makanan. Have you tea and snack.



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan


Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang