Pidato Presiden

Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Jumat, 29 Mei 2009

Sambutan Pembukaan Temu Kader Posyando 2009

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN IBU NEGARA REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PEMBUKAAN
TEMU KADER MENUJU PEMANTAPAN POSYANDU TAHUN 2009
KRAKATAU ROOM, HOTEL MERCURE ANCOL
29 MEI 2009Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Menteri Kesehatan, Ibu Siti Fadillah Supari,
Yang saya hormati Bapak Menteri Dalam Negeri, Bapak Mardiyanto beserta Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Ibu Effi Mardiyanto, serta seluruh Ketua Tim Penggerak PKK, baik dari Provinsi, Kabupaten, Kota yang hadir pada pagi hari ini,
Yang saya hormati dan saya sayangi Ibu-ibu dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Ibu Tati Fauzi Bowo, para Kader Posyandu se-Indonesia yang saya cintai dan saya banggakan,

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Puji dan syukur marilah kita panjatkan sekali lagi ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan ridho-Nya lah, maka pada pagi hari ini kita dapat berkumpul di hotel ini dalam keadaan sehat walafiat untuk mengikuti acara Pembukaan Temu Kader Posyandu Tingkat Nasional Menuju Pemantapan Posyandu Tahun 2009.


Saya sungguh merasa gembira dapat bertemu muka dan berbicara dari hati ke hati dengan Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian, Ibu-ibu para Ketua Tim Penggerak PKK, dan Bapak-bapak Kader Posyandu Provinsi, Kabupaten dan Kota dari seluruh Indonesia, serta tentu saja kelompok kerja operasional Posyandu Pusat.

Sering sekali saya mendapat permintaan untuk mengadakan pertemuan seperti ini, terutama dengan ibu-ibu di daerah ketika saya mendampingi Bapak Presiden dalam kunjungan kerjanya. Dari pertemuan itu, ada kesan yang amat mendalam dan sangat membesarkan hati kita semua, yaitu perhatian yang amat besar dan usaha yang sungguh-sungguh dari kaum ibu untuk memberikan sumbangan yang sebesar-besarnya kepada pelaksanaan pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang, terutama kesehatan ibu dan anak. Karena itulah pertemuan pada pagi hari ini, tentu saja membuat hati saya bertambah gembira, karena melihat ibu-ibu semua bersemangat dan datang dari seluruh Indonesia.

Hadirin sekalian,
Saya menaruh perhatian yang besar kepada kegiatan temu kader Posyandu kali ini, yang mengambil tema “Kader Posyandu Mewujudkan Keluarga Sehat”. Mengapa? Yang pertama, tentu saja karena saya yakin temu kader tingkat nasional ini merupakan forum yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja kader melalui tukar-menukar pengalaman dalam mengelola Posyandu, sekaligus sebagai ajang untuk menumbuhkan motivasi dan semangat kebersamaan kader dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama kelompok rentan, yaitu kaum perempuan dan anak-anak.

Yang kedua, karena saya tahu tujuan pendirian Posyandu yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 80-an sangat sinergi dengan program Indonesia Sehat yang saya kembangkan bersama-sama dengan ibu-ibu dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu. Program Indonesia Sehat, dengan motto “Bangsa Sehat, Negara Kuat” ditujukan untuk membantu program Pemerintah dalam turut menciptakan keluarga, masyarakat, dan bangsa yang sehat, yang diimplementasikan melalui Mobil Sehat atau biasanya kita singkat dengan Mohat, sebagai wahana penyuluhan, pendidikan, pelayanan kesehatan bila diperlukan, dan penemuan dini kasus-kasus gangguan kesehatan dalam masyarakat. Yang koordinatornya adalah Ibu Hendarman Supandji, barangkali bisa berdiri biar Ibu-ibu tahu.

Hadirin sekalian,
Walaupun masih sangat terbatas, namun saya berharap Mobil Sehat ini sewaktu-waktu dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang tidak terjangkau oleh layanan Puskesmas maupun Posyandu, sehingga diharapkan saling melengkapi.

Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan rasa terima kasih kepada Ibu Menteri Kesehatan, Bapak Menteri Dalam Negeri, dan Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat yang telah berinisiatif menyelenggarakan Temu Kader Posyandu Tingkat Nasional Tahun 2009, yang dihadiri oleh kader-kader Posyandu terbaik dari Kabupaten, Kota dan seluruh tanah air, dari Sabang sampai Merauke. Yang tadi ke depan ini adalah hanya perwakilan, karena saya yakin masih banyak lagi kader-kader Posyandu yang pantas untuk mendapatkan penghargaan serupa.

Hadirin yang berbahagia,
Kita menyadari bahwa penduduk Indonesia sudah lebih dari atau lebih kurang 230 juta jiwa dan jumlah ini akan semakin bertambah besar, meskipun kita berhasil dalam melaksanakan Program Keluarga Berencana. Saya mendapatkan laporan, bahwa untuk laju pertambahan penduduk tahun 2009, sekarang 1,2%. Kita berhasil untuk menekan angka pertambahan penduduk, namun tetap saja setiap tahun penduduk itu bertambah. Kalau 1% saja dari penduduk Indonesia tambahnya berarti sekitar dua juta tiga ratus ribu, betul ya, sekitar itu. Berarti pula setiap tahun penduduk Indonesia akan bertambah banyak. Oleh karena itu, perlu kita perhatikan bersama.

Sementara itu, cadangan sumber daya alam yang kita miliki, khususnya yang tidak dapat diperbaharui akan terus berkurang dari tahun ke tahun. Dalam situasi yang demikian itu, tidak ada pilihan lain bagi kita, kecuali harus meningkatkan mutu sumber daya manusia.

Generasi bangsa kita di masa yang akan datang harus menjadi generasi yang bermutu, generasi yang unggul, setara dengan generasi muda bangsa-bangsa lain yang telah lebih maju. Keunggulan generasi kita yang akan datang itu akan sangat ditentukan oleh mutu kesehatan generasi yang sekarang atau kita semua sekarang, khususnya adalah mutu kesehatan kaum perempuan dan anak-anak, atau kaum ibu dan anak-anak.

Kita semua telah merasakan bahwa kondisi kesehatan masyarakat kita dewasa ini telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dan mencapai kemajuan yang penting dan cukup mendasar. Dalam 4 tahun terakhir, derajat kesehatan dan status gizi masyarakat telah semakin membaik, yang ditandai dengan turunnya angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prosentase prevalensi gizi kurang, seperti tadi disampaikan oleh Ibu Menteri Kesehatan. Meskipun demikian, kita tidak boleh cepat berpuas diri karena masih banyak kekurangan yang perlu kita perbaiki. Kita juga menyadari bahwa ke depan tantangan yang besar masih akan menghadang kita menyangkut kesehatan masyarakat itu.

Sesungguhnya kita patut bersyukur, karena saat ini, sarana dan prasarana kesehatan sudah semakin tersebar ke seluruh daerah dan pelayanan kesehatan juga semakin baik, lebih merata, dan meningkat mutunya, serta dapat lebih menjangkau masyarakat yang hidup di daerah terpencil. Begitu pula program-program di bidang kesehatan lainnya, khusus yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, telah memberikan pengaruh yang sangat positif bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya.

Dan tentu saja yang lebih menggembirakan lagi adalah, bahwa semua itu berhasil kita capai berkat adanya dukungan dan partisipasi masyarakat yang semakin peduli terhadap kesehatan. Peran serta para kader PKK di pedesaan dan perkotaan juga sangat menentukan keberhasilan tersebut. Harus kita akui, bahwa ibu-ibu PKK ini yang telah mengembangkan dan mengelola Posyandu, sehingga dengan cepat berkembang di seluruh wilayah tanah air kita.

Hadirin serta para Kader Posyandu yang berbahagia,
Menyadari keberadaan Posyandu yang sangat strategis dalam pencapaian sasaran kesehatan dan gizi, tadi juga sudah disebutkan oleh Ibu Menkes beberapa tahun lalu telah dimulai pelaksanaan revitalisasi Posyandu. Seperti kita ketahui bersama, bahwa revitalisasi itu tiada lain ditujukan untuk mengembangkan kegiatan, diantaranya meningkatkan kualitas kemampuan dan keterampilan Kader, meningkatkan pemenuhan kelengkapan sarana dan prasarana, meningkatkan fungsi pendampingan dan kualitas pembinaan, serta meningkatkan peran serta masyarakat, bahkan kemitraan dengan swasta dan dunia usaha, terutama yang memiliki program Corporate Social Responsibility.

Keberhasilan menjadikan Posyandu sebagai primadona, seakan menjawab seruan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disampaikan pada Pekan Kesehatan Nasional pada tanggal 18 Juni 2005 yang lalu di Karanganyar, Jawa Tengah. Ketika itu beliau mengajak kita semua, tadi sudah dijelaskan oleh Ibu Siti Fadilah Supari, yang terutama ingin saya garis bawahi adalah mengaktifkan kembali Posyandu yang sempat menurun kegiatannya.

Kalau kita melihat dan menyaksikan tayangan di televisi ataupun di layar di depan tadi, bahwa tahun 1998 kegiatan Posyandu banyak yang terhenti, karena itu sebagian dari mereka alasannya adalah kesulitan ekonomi. Namun setapak demi setapak, setelah direvitalisasi, maka Posyandu kembali bergiat seperti dulu, bahkan bertambah lagi jumlahnya.

Saya percaya, keberhasilan tersebut adalah hasil kerja keras kita semua, termasuk jerih payah dari para kader di seluruh Indonesia, yang tidak pernah mengenal lelah dengan sukarela, ada yang 7 tahun, 8 tahun, 10 tahun, 15 tahun, bahkan dari Papua Barat tadi 20 tahun. Luar biasa bagi seorang kader. Menyumbangkan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk mengupayakan perbaikan gizi keluarga, imunisasi, kesehatan ibu dan anak, serta jangan dilupakan Keluarga Berencana, penanggulangan diare, serta promosi perilaku hidup bersih dan sehat.

Untuk itu, sebagai Ibu Negara dan selaku Pelindung Utama Tim Penggerak PKK, saya sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran Departemen dan Lembaga Pemerintah yang terkait, yang telah membantu Tim Penggerak PKK, baik Pusat, Provinsi, Kabupaten maupun Kota, serta para kader dan relawan Posyandu dengan apa yang telah dilakukan untuk memajukan, sekaligus mengembangkan Posyandu di tempatnya masing-masing.

Hadirin yang berbahagia,
Keberhasilan Posyandu dalam program gizi dan imunisasi telah diakui dan dicontoh oleh negara-negara berkembang lainnya di dunia. Karena itu, saya mengajak semua kader Posyandu dimana pun berada untuk lebih giat lagi menggerakkan kaum ibu dan anak balitanya datang ke Posyandu untuk mendapatkan pelayanan gizi dan kesehatan, serta pelayanan lainnya yang tersedia. Lanjutkan apa yang sudah baik dan tingkatkan dengan berbagai kegiatan yang inovatif, yang sesuai dengan situasi dan kondisi setempat dengan memperhatikan kearifan lokal.

Janganlah terlena dan cepat puas dengan hasil yang telah dicapai. Tantangan ke depan semakin kompleks, bahkan diperberat lagi dengan adanya krisis ekonomi dunia, serta terjadinya pemanasan global yang membawa akibat timbulnya berbagai macam penyakit baru. Hal ini perlu diwaspadai dengan seksama. Sebaiknya para kader terus menambah pengetahuan tentang kemungkinan itu, agar dapat meneruskannya kepada masyarakat melalui penyuluhan di Posyandu binaannya.

Dan dengan adanya kasusswine flu atau flu babi yang melanda beberapa negara seperti Meksiko, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan dan bahkan saya dengar sudah ada sampai ke China, yang kita ketahui melalui media bahkan telah merenggut nyawa manusia. Saya berharap pada kesempatan temu kader kali ini, dari Departemen Kesehatan melalui Ibu Siti Fadilah, kiranya dapat memberikan informasi mengenai penyakit tersebut sebagai bekal tambahan. Karena kita mengetahui tidak pernah atau tidak pernah mendengar penyakit flu babi, tetapi tiba-tiba kita melihat atau mendengarkan dari tayangan televisi merebaknya penyakit flu babi ini atau swine flu.Oleh karena itu, barangkali Ibu, kalau tidak sempat diberikan secara langsung pada saat temu kader ini, barangkali paling tidak informasi berupa penjelasan tentang penyakit baru ini. Penyakit yang mudah-mudahan tidak sampai ke Indonesia. Tetapi manakala suatu saat nanti juga ada yang terkena, karena terus terang saja negara kita adalah negara yang terbuka, dimana turis-turis dari luar negeri pun bisa masuk dengan bebas ke dalam negeri kita, maka kita harus dibekali oleh pengetahuan yang cukup tentang ini. Mungkin Ibu Siti Fadilah, kami mintakan dan saya sendiri juga perlu Ibu, karena saya juga belum mengetahui secara persis apa itu penyakit flu babi.

Adanya Program Desa Siaga yang dijalankan, semoga bisa menjadi pintu masuk untuk mengembangkan berbagai upaya terobosan dalam mempercepat terwujudnya masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat, seperti kesiagaan masyarakat menghadapi dan mengatasi bencana, kejadian luar biasa penyakit menular dan gizi buruk. Menyiapkan makanan tambahan bergizi dengan menggunakan bahan pangan lokal yang murah dan tersedia, agar dapat dipraktekkan di rumah sendiri. Pemanfaatan tanah pekarangan untuk tanaman obat keluarga, sayuran, maupun ternak, yang hasilnya selain dapat dikonsumsi oleh keluarga, dapat juga dijual untuk menambah penghasilan keluarga.

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Sebelum saya akhiri, pada kesempatan yang baik ini, saya ingin berpesan kepada seluruh Ketua Tim Penggerak PKK, maupun para kadernya mulai tingkat Desa sampai Provinsi untuk lebih giat lagi dan secara terus-menerus melakukan pembinaan guna meningkatkan kinerja Posyandu, agar segera tercapai sasaran yang diinginkan.

Kepada Ibu Menteri Kesehatan, Bapak Menteri Dalam Negeri, dan Pimpinan Departemen dan Lembaga Pemerintah lainnya, saya berharap dukungan untuk Posyandu yang selama ini diberikan bisa tetap dilanjutkan, syukur lebih ditingkatkan lagi dengan memprioritaskan Posyandu yang kinerjanya belum optimal.

Akhirnya dengan mengucapkan"Bismillahirrahmanirrahim", saya nyatakan Temu Kader Posyandu Tingkat Nasional Menuju Pemantapan Posyandu Tahun 2009 secara resmi dibuka. Semoga Allah SWT meridhoi penyelenggaraan temu kader Posyandu ini, sehingga dapat menghasilkan manfaat bagi kita semua dalam menjadikan rakyat Indonesia semakin sehat guna mewujudkan negara yang kuat.Wabillahitaufiq walhidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan


Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang