Pidato Presiden

Istana Negara, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2010

Sambutan kepada Istri Peserta Raker Pimpinan Kementerian Luar Negeri dan Kepala Perwakilan RI di Luar Negeri Tahun 2010

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN IBU NEGARA REPUBLIK INDONESIA
KEPADA ISTRI PESERTA RAPAT KERJA PIMPINAN KEMENTERIAN LUAR NEGERI DAN KEPALA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA DI LUAR NEGERI TAHUN 2010
ISTANA NEGARA, 4 FEBRUARI 2010



Assamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,Selamat siang dan salam sejahtera buat kita sekalian,

Yang saya hormati Ibu Herawati Boediono,
Yang saya hormati Ibu Sranya Marty Natalewaga dan Ibu-ibu para Istri Menteri dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati para Istri Pejabat Eselon I Kementerian Luar Negeri,
Yang saya hormati para Istri Kepala Perwakilan Republik Indonesia,
Yang saya hormati para Anggota Dharma Wanita Unit Kementerian Luar Negeri,
Saya tadi mendengar katanya ada Bapat satu, betul? Ada Bapak? Mohon maaf, jadi kalau saya katakan berarti Bapaknya ikut, karena enggak kelihatan tadi di belakang. Bapak Yayat, senior dari Bapak SBY, ketika di Akademi Militer, saya masih ingat sekali.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Sebelum saya lanjutkan, saya ingin memperkenalkan Ibu-ibu yang mendampingi saya di sini dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu. Yang pertama, karena kita tahu bahwa pada bulan Oktober tepatnya tanggal 20 Oktober 2009 yang lalu telah dilantik Presiden dan Wakil Presiden untuk masa jabatan 2009-2014. Mungkin di antara Ibu-ibu ada yang belum mengenal Ibu Boediono sebagai Istri Wakil Presiden, maka sengaja pada sore hari ini, kami mengundang beliau pula datang ke mari untuk bisa ber-silaturrahim dengan Ibu-ibu sekalian. Ibu Herawati Boediono, biar kelihatan sampai belakang Ibu.

Kemudian untuk para Istri Menteri, barangkali saya bisa menyebutkan Ibu Djoko Suyanto di depan sini, Istri Menko Polkam. Ibu Okke Hatta Radjasa, Ibu Silvia Agung Laksono. Ibu Sudi Silalahi. Kemudian Ibu Dipo Alam. Mohon maaf ini, Ibu Dipo Alam baru saja bergabung dengan kita, sehingga barangkali kalau pakai sanggul kemudian dilepas masih agak pangling ya Ibu, mohon maaf. Beliau benar-benar baru bergabung, 1 minggu meninggalkan posnya di Turki sebagai koordinator D-8. D-8 di Turki, beliau baru saja datang kemari, mohon maaf Ibu.

Kemudian Ibu Suryadharma Ali. Ibu Suryadharma Ali, istri Menteri Agama kita. Kemudian di belakang Ibu Purnomo Yusgiantoro, istri Menteri Pertahanan. Ibu Sutanto, istri Kabin, Kepala BIN. Kemudian Ibu Ina Suharso Monoarfa, istri dari Menteri Negara Perumahan Rakyat. Kemudian Ibu Hatta juga, tetapi Gusti Mohammad Hatta, istri dari Menteri Lingkungan Hidup. Ibu EE Mangindaan, istri dari Menpan. Ibu Tuti Kuntoro, istri dari pejabat UKP-Unit Kerja Presiden atau UKP4.

Kemudian kita pindah ke sebelah kiri, sebelah kanan Ibu-ibu sekalian. Paling ujung Laili Nuh, istri dari Menteri Pendidikan Nasional. Ibu Lisa Abu Bakar, istri dari Menteri BUMN kita. Jadi sambil mengenal ya bu. Ibu Santi, istri Menteri Daerah Tertinggal. Disampingnya Ibu Helmi. Ibu Syahedi Saleh, istri dari Menteri ESDM ya, pengganti Ibu Purnomo. Ibu Assegaf Al Jufri, dulu mungkin rekan-rekan Ibu juga, mantan Duta Besar di Saudi Arabia. Sekarang bapak menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia. Kemudian Ibu Muhaimin Iskandar, istri dari Menteri Tenaga Kerja kita.

Ke belakang kita Ibu Mike Suswono, istri Menteri Pertanian. Ibu Trisna Jero Wacik, istri Menteri Pariwisata. Ibu Hana Fadel Muhammad, istri Menteri Kelautan. Ibu Djoko Kirmanto, istri dari Menteri PU. Ini juga masih orang lama. Kemudian terakhir adalah Ibu Farid Hasan, Ingrid Kansil Farid Hasan. Mohon maaf ini masih terbata-bata. Saya masih belum hafal dengan nama depannya, jadi kadang-kadang masih ingat nama bapak dan kemudian nama ibu.

Ibu-ibu sekalian,
Tentu saya mengajak Ibu-ibu sekalian untuk marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya pada hari ini, kita dapat berkumpul di Istana Negara untuk saling bertatap muka, beramah-tamah, sehinggasilaturrahimdi antara kita tetap terjalin dengan baik.

Kita tentu saja mensyukuri pula bahwa kita tetap dalam keadaan sehatwal’afiatyang harus pula kita pelihara dengan baik, agar kondisi tubuh kita ini tetap prima, sehingga dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan kita setiap hari.

Saya menyampaikan selamat datang kepada Ibu-ibu sekalian. Saya rasanya rindu sekali dengan ibu-ibu. Rasanya 5 tahun yang lalu, belum sempat semuanya kita kunjungi. Akan tetapi tentu memang tidak mungkin kita kunjungi, karena ada 92 kepala perwakilan. Tidak mungkin dikunjungi oleh Presiden dalam waktu 5 tahun. Mudah-mudahan 5 tahun ke depan, kita bisa juga mengunjungi daerah-daerah lain, sehingga bisa bertemu dengan Ibu-ibu sekalian.

Ibu-ibu sekalian,
Bersamaan dengan Rapat Kerja para Duta Besar dan Kepala Perwakilan Republik Indonesia yang lainnya di luar negeri tahun 2010, ibu-ibu dapat saling bertukar pikiran dan pengalaman satu dengan yang lain. Sehingga dari apa yang di dapat, kiranya akan memperlancar tugas ibu di tempat masing-masing.

Ibu Sranya tadi sudah melaporkan bahwa kegiatan sudah dimulai dari kemarin dan akan berlangsung sampai hari Jumat. Sekali lagi, mudah-mudahan apa yang diterima oleh ibu-ibu sekalian dapat dijadikan sebagai bekal untuk mengemban tugas di tempat masing-masing. Saya juga tahu ada beberapa ibu yang mungkin sudah dilantik, tetapi belum berangkat melaksanakan tugas seperti Ibu Kotan, kemudian Ibu Tohsari Wijaya di sini dan saya kira Ibu-ibu yang lain juga ada yang harusnya sudah berangkat, tetapi mungkin masih menunggugreen lightdari negara yang akan ditempati dan sudah dilantik sebagai duta besar.

Tak lupa pada kesempatan yang amat baik ini, saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan bantuan para istri Duta Besar dan Kepala Perwakilan Republik Indonesia lainnya beserta jajaran Dharma Wanita Persatuan pada saat kunjungan kenegaraan maupun kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia dan saya ke negara-negara sahabat, seperti pada bulan Desember yang lalu, kunjungan ke Brussel, Paris, Berlin, Copenhagen. Saya tahu di beberapa tempat dimana staf KBRI tidak begitu banyak, sedang rombongan yang datang cukup banyak, maka ibu akan bekerja ekstra keras dalam menyiapkan segala sesuatunya guna memperlancar dan menyukseskan kunjungan Presiden. Mulai dari penyiapan logistic. Saya tahu pagi-pagi ibu sudah harus bangun untuk menyiapkan logistik bagi para tamu, kemudian juga sampai dengan akomodasi lainnya.

Ibu-ibu sekalian,
Suksesnya kunjungan Presiden sangat ditentukan pula oleh dukungan dari para Duta Besar dan juga Kepala Perwakilan beserta seluruh jajaran dan keluarga besarnya. Mustahil kunjungan itu akan sukses apabila tidak mendapatkan dukungan seperti itu dari ibu-ibu dan tentu saja keluarga besar perwakilan kita di luar negeri. Untuk itu sekali lagi, dengan tulus saya menyampaikan ucapan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu-ibu sekalian.

Hadirin yang berbahagia,
Saya memandangsilaturrahimdengan pada istri Duta Besar dan Kepala Perwakilan Republik Indonesia lainnya, dirasakan sangat penting dan tepat waktu. Hal ini karena kita dapat secara intens nanti pada saatnya kita berdialog dan berdiskusi dalam upaya untuk meningkatkan peran dan tugas Dharma Wanita Persatuan di Perwakilan Republik Indonesia dalam rangka mendukung visi dan misi pemerintah di luar negeri.

Pada kesempatan yang amat baik, saya ingin mengingatkan kita semua yang hadir di sini, akan agenda pembangunan 5 tahun mendatang. Seperti yang pernah disampaikan oleh Bapak Presiden SBY, bahwa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu II mempunyai atau mengagendakan 3 agenda utama pemerintah dalam 5 tahun ke depan.

Yang pertama, melanjutkan dan meningkatkan pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Yang kedua, demokrasi yang membawa manfaat yang nyata bagi rakyat dengan menghadirkan sisi kebebasan dan kepatuhan terhadap pranata hukum ataurule of law.Dan yang ketiga, keadilan yang makin merata dan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ketiga agenda utama pembangunan ini mustahil dapat terwujud tanpa kesiapsediaan dari segenap aparatur pemerintah dari pusat sampai ke daerah, sampai dan juga termasuk aparatur pemerintah yang bertugas di negara-negara sahabat. Masing-masing memiliki peran yang sungguh strategis untuk mewujudkan agenda pembangunan, baik dalam waktu 100 hari, kemudian 1 tahun maupun 5 tahun.

Pemerintahan Presiden SBY dibantu oleh Bapak Wakil Presiden, Bapak Boediono telah melewati 100 hari kerja. Namun, program 100 hari yang dicanangkan perlu terus dilanjutkan. Karena memang mandat yang diterima oleh beliau berdua adalah 5 tahun. Permasalahan dan tantangan yang dihadapi bangsa ke depan ini selalu ada dan tidak pernah sepi. Kerja pemerintah KIB II atau Kabinet Indonesia Bersatu II masih dalam rangka pemulihan perekonomian akibat dampak krisis ekonomi global.

Untuk ibu-ibu ketahui, bahwa terdapat program pilihan dalam 100 hari pertama yang dilakukan oleh seluruh kementerian, termasuk Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri itu serta jajarannya. Hal ini perlu saya sampaikan agar ibu-ibu sebagai pendamping suami dan Bapak, Bapak Yayat sebagai pendamping Ibu Dubes maupun Kepala Perwakilan mengetahui program pilihan itu apa saja.

Yang pertama adalah pemberantasan mafia hukum. Kedua, revitalisasi industri pertahanan. Kemudian penanggulangan terorisme. Mengatasi permasalahan listrik. Produksi dan ketahanan pangan. Revitalisasi pabrik pupuk dan pabrik gula. Membenahi keruwetan dan kompleksitas penggunaan tanah dan tata ruang. Pembenahan infrastruktur. Usaha mikro, kecil, menengah, serta Kredit Usaha Rakyat.Financing dan investasi. Perubahan Iklim dan lingkungan. Reformasi Kesehatan serta pendidikan utamanya menyambungkan dan mencegah terjadinya mismatch.Dalam hal ini adalah pendidikan harus sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia, karena selama ini nampaknya ada sedikitmismatch,artinya banyak sekali yang menempuh pendidikan yang sudah kelebihan dibandingkan dengan kerja yang tersedia. Untuk itu, merupakan program inti ataupun pilihan dari 15 program dalam waktu 100 hari yang lalu. Kemudian kesiagaan penanggulangan bencana dan sinergi antara pemerintahan dan pembangunan, baik di pusat maupun di daerah.

Ibu-ibu sekalian,
Sekali lagi,Alhamdulillah100 hari kerja sudah dilalui dengan hasil yang menggembirakan. Pemerintah akan tetap melanjutkan tugas-tugasnya yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Sekarang apa yang telah digariskan oleh pemerintah dalam RPJMN atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014. Inipun perlu ibu-ibu ketahui, walaupun ibu mengatakan, “Ah, itukan urusan Bapak.” Tidak, ibu harus mengetahui, karena ibu juga sebagai atau sebagai duta-duta bangsa yang ada di luar negeri harus mengetahui program-program pemerintah kita 5 tahun ke depan. Sehingga kalau ditanya kemana sih pemerintah kita, negara kita akan dibawa 5 tahun ke depan, jangan sampai ada yang mengatakan bahwa tidak jelas, tidak punya konsep. Tidak, sangat jelas dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2010-2014 yang baru kemarin diserahkan ataupun disampaikan kepada para gubernur seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, 2 hari yang lalu, 2 hari berturut-turut, Presiden beserta jajaran para Menteri melakukanretreatataupun rapat kerja di Istana Cipanas dalam rangka menjelaskan tentang RPJMN atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014. Untuk itu, pada kesempatan yang amat baik ini, saya ingin menyampaikan pula apa sih yang ada di dalam RPJMN itu. Sekedar ibu ketahui sehingga juga bisa ikut, mungkin menyampaikan kepada mereka-mereka, sahabat-sahabat kita di luar negeri.

Yang pertama, adalah reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Ini dapat dilihat, jadi birokrasi kita melakukan terus-menerus reformasi, kemudian juga tata kelola pemerintahan sampai dimana nanti hasilnya akan dilihat dari penurunan tingkat korupsi yang ada. Kemudian perbaikan pelayanan publik, pengurangan ekonomi biaya tinggi dan cakupan perbaikan tentu saja cakupan perbaikan dalam tata kelola pemerintahan tidak terbatas pada sektor pemerintahan saja. Tetapi juga sektor swasta, termasuk pengelolaan BUMN.

Kemudian dalam bidang pendidikan yang diharapkan 2014, menurunnya angka buta aksara, meningkatnya APM atau Angka Partisipasi Murni dan Angka Partisipasi Kasar, serta tentu saja pendidikan untuk semua. Pendidikan untuk semua tidak mengenal gender, semua mendapatkan hak untuk meningikuti pendidikan di Indonesia.

Kemudian pada bidang kesehatan. Pada bidang kesehatan ini yang ingin dicapai pada 2014 adalah meningkatnya umur harapan hidup yang tahun 2008 lalu, 70,7 menjadi 72 tahun. Itu adalah keinginan atau target yang ingin dicapai. Kemudian menurunnya angka kematian ibu melahirkan yang dulu 228 menjadi 118/100 ribu kelahiran hidup. Kemudian menurunnya angka kematian bayi 34 menjadi 24/1.000 kelahiran hidup. Serta menurunnya prefalensi kekurangan gizi pada balita, 18,4 menjadi kurang 15%.

Serta tentu saja merubah paradigma yang dulu karena ada bantuan-bantuan untuk berobat, maka banyak sekali masyarakat yang menganggap bahwa, ah tidak apa-apa kalau sakit nanti toh ada yang membayari atau ada yang membayar, sehingga sakit pun kita bayari oleh pemerintah. Tetapi paradigma itu tentu saja tetap mengobati yang sakit dan yang berikutnya adalah membuat kita supaya tetap sehat, memelihara kesehatan jauh lebih baik dari mengobati. Itu yang merupakan paradigma kesehatan ke depannya.

Kemudian penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, meningkatnya produksi padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi setiap tahunnya. Daninsya Allah, kita bisa berswasembada, insya Allah,mari kita tentu saja doakan dan kita usahakan.

Infrastruktur. Pemerintah juga sudah bertekad untuk membangun infrastruktur selama 5 tahun ke depan ini. Iklim investasi dan iklim usaha, energi, peningkatan kapasitas pembangkit listrik dan juga peningkatan produksi minyak bumi. Ini minyak kita ya. Kemudian lingkungan hidup dan pengelolaan bencana. Pembangunan daerah tertinggal, terdepan, terluar dan daerah pasca konflik. Kemudian juga kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi. Itu adalah 11 prioritas. Dan prioritas lainnya adalah pada bidang politik, hukum, keamanan, perekonomian dan bidang kesejahteraan.

Ibu-ibu sekalian,
Sekali lagi, yang tadi saya sebutkan yang 11 pertama merupakan prioritas nasional yang akan dilaksanakan oleh pemerintah 5 tahun ke depan. Kita tentu berharap agar seluruh komponen bangsa dapat berpartisipasi aktif, agar prioritas tadi dapat tercapai sesuai rencana. Mari kita semua ikut menyukseskannya. Kita bisa berperan pada bidang kita masing-masing. Sekecil apapun peran kita, pasti akan berguna demi segera tercapainya kesejahteraan bersama.

Ibu-ibu sekalian,
Seperti apa yang dilakukan oleh saya bersama-sama dengan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu selama 5 tahun yang lalu dan akan kita lanjutkan 5 tahun ke depan. Tadi Ibu Sranya mengatakan kemarin sudah diberi penjelasan atau mungkin sedikit gambaran tentang kegiatan yang dilakukan oleh SIKIB dengan Mobil Pintar, Mobil Sehat.

Ibu-ibu sekalian,
Program yang sudah saya tetapkan bersama-sama dengan ibu-ibu SIKIB adalah program bersama menuju Indonesia sejahtera. Orang mengatakan ada 1.000 jalan ke Roma, tetapi demikian pula ada 1.000 jalan menuju Indonesia sejahtera. Kemudian saya berharap pilihlah jalan yang benar-benar ibu yakini untuk mewujudkan kesejahteraan tadi.

Sebagai gambaran, saya bersama-sama ibu-ibu SIKIB telah menetapkan 5 pilar atau 5 jalan, yang tentu saja kita yakini dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Pilar yang pertama adalah “Indonesia Pintar”. Indonesia Pintar dengan motto “Belajar Membaca Meraih Cita-cita”. Besok kalau ibu ada pertemuan lagi, akan kita kirimkan Mobil Pintar yang bisa ibu lihat apa sih yang dilakukan dengan program Indonesia Pintar. Kita punya, bukan hanya Mobil Pintar, tetapi juga punya Motor Pintar, punya Kapal Pintar dan kita punya Rumah Pintar.

Kalau ada waktu sebetulnya, Ibu Sranya, ibu-ibu bisa diajak untuk beranjang sana atau menengok Rumah Pintar yang ada. Kita punya Rumah Pintar di sekitar Jakarta. Kalau memungkinkan bisa melihat apa yang dilakukan di Rumah Pintar. Yang dekat dengan Jakarta, ada di Brimob, Bara Cendikia yang ada di Brimob di wilayah Kepala Dua. Kemudian ada juga yang agak sedikit jauh Citambuan, maupun di Cilodong yang disebut Cakra Cendikia I atau di Ancol yang kita sebut dengan Pintar Samudera.

Jadi ada 4 yang ada di wilayah atau sekitar Jakarta. Ibu bisa menengok ke sana, sehingga mempunyai gambaran apa yang kita lakukan, karena saya, kita bersama ibu SIKIB menganggap apabila kita pintar, kita punya pendidikan cukup,insya Allahkita bisa mengejar kesejahteraan kita. Itu yang ingin kita wujudkan. Mungkin kalau memungkinkan bisa yang paling dekat, mungkin Brimob barangkali ya. Yang di Brimob yang lebih lengkap atau Cilodong. Silakan berhubungan Ibu Hatta Radjasa, kebetulan Ibu Hatta Radjasa adalah Ketua I yang membidangi pendidikan dan kreatif.

Kemudian ada “Indonesia Sehat”, ibu-ibu sekalian. Saya menganggap bahwa dengan kesehatan kita, maka dengan badan sehat bisa menggapai kesejahteraan kita bersama, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun rakyat Indonesia secara keseluruhan. Motto yang kita angkat adalah “Bangsa Sehat, Maka Negara Akan Kuat”.

Kemudian “Indonesia Hijau” dengan motto “Selamatkan Bumi Kita”. Seperti kita ketahui bersama bahwa, mungkin ibu-ibu juga sudah mengetahui karena ini sudah merupakan isu global tentangclimate change,bagaimana kalau kita tidak memelihara lingkungan kita, maka bisa saja suatu saat bumi ini akan makin lama makin panas. Dan apabila sudah mencapai 2 derajat celsius, maka itu sudah lampu merah bumi kita.

Bumi kita adalah tempat satu-satunya bagi umat manusia bertempat tinggal. Kita belum bisa menemukan tempat lain untuk bermukim manusia. Kita harus menjaganya. Oleh karena itu, kita membuat suatu program atau pilarnya adalah “Indonesia Hijau” yang tujuannya salah satunya adalah untuk menyelematakan bumi kita dengan terus-menerus melakukan penanaman pohon. Karena seperti kita ketahui, bahwa daun-daun dari pohon itu bisa menyerap karbondioksida. Emisi karbondioksida kemudian memecahnya dengan bantuan matahari, maka dipecah menjadi O2 yang dilepas ke udara bebas untuk dihirup oleh umat manusia dan makhluk hidup lainnya dan C-nya, karbonnya akan diserap atau disimpan di dalam batang pohon.

Inilah yang menjadi pilar kita yang berikutnya, ikut mensejahterakan umat manusia maupun masyarakat Indonesia dengan memelihara lingkungan kita. Saya berterima kasih kepada Ibu Duta Besar dari Pakistan. Terima kasih ibu juga sudah melakukan penghijauan di KBRI, di Pakistan. Saya juga baru sepintas lalu tadi menerima foto-foto dari apa yang ibu lakukan di Pakistan. Penghijauan, penanaman pohon di lingkungan KBRI.

Tanpa disadari, ibu sudah sebetulnya mengajarkan kepada anak-anak kita yang ada di KBRI sana untuk mencintai pohon, manfaat dari pohon itu. Tentu ini bisa dicontoh pula oleh Ibu-ibu sekalian di KBRI yang lainnya kalau memungkinkan. Karena saya tahu tidak semua KBRI mempunya ruang yang cukup untuk penanaman pohon, tetapi apabila bisa tentu saja tolong dilakukan itu.

Kemudian yang berikutnya adalah “Indonesia Kreatif” dengan motto “Lestarikan Budaya, Pacu Kreativitas”.

Ibu-ibu sekalian,
Kebudayaan ataupun warisan budaya leluhur kita luar biasa. Untuk itu kewajiban kita semua untuk bisa melestarikan, termasuk ibu-ibu yang ada Kepala Perwakilan di luar negeri bisa melestarikan budaya kita. Sekali-kali mempertunjukkan kesenian kita, itu sudah bagian dari pelestarian budaya. Kemudian tentu saja, kita tidak selalu terpaku dengan apa yang sudah ada, warisan budaya, tetapi kita bisa memacu kreativitas kita dengan yang baru, sehingga makin lama, makin bertambah, bukannya makin berkurang karena kelalaian kita untuk memeliharanya. Itu yang saya harapkan dari Indonesia Kreatif. Selain ya jadi kreativitas yang dipacu, selain itu juga saya berharap dengan kreativitas ini kita bisa mengajarkan kaum perempuan, para remaja kita untuk bisa mencari penghidupan yang baru.

Untuk itu, saya juga berharap kiranya Ibu-ibu juga bisa menerapkan ini di KBRI ibu atau paling tidak belajarlah dengan apa yang ada di negeri ibu-ibu berdinas. Artinya, apa yang ada di sana bisa diserap, sehingga kemungkinan ketika ibu kembali ke Indonesia bisa diterapkan untuk ibu-ibu dari Kementerian Luar Negeri. Jadi ini yang saya harapkan sekali, ibu-ibu dengan kreativitas itu, kita bisa melestarikan budaya tentu saja, melestarikan budaya dan memacu kreativitas yang baru.

Kemudian pilar yang berikutnya adalah “Indonesia Peduli” dengan motto “Cinta dan Peduli Sesama”. Ini juga kita berikan dan kita yakin bahwa dengan kepedulian kita kepada sesama kita, maka bisa mempercepat kesejahteraan bersama tercapai.

Ibu-ibu sekalian,
Sebagian mungkin ibu-ibu yang saya kunjungi bersama Bapak Presiden sudah mendapatkan CD tentang Indonesia Sejahtera. Saya berharap dengan nanti ibu melihat dengan seksama CD tersebut bisa secara gamblang melihat apa yang dilakukan oleh saya bersama-sama dengan Ibu Herawati Boediono dan ibu-ibu SIKIB.

Semoga apa yang SIKIB lakukan dapat menginspirasi ibu-ibu sekalian untuk melakukan hal-hal yang positif. Saya juga berharap ibu-ibu dapat berpartisipasi sesuai dengan keinginan dan kemampuan masing-masing. Seperti tadi saya katakan, untuk penghijauan. Tentu saja kalau memungkinkan di KBRI, lakukan itu. Tapi kalau tidak memungkinkan ya bisa melakukan yang lain. Ada 5 pilar bisa menginspirasi atau barangkali ibu bisa menambahnya lagi. Silakan menurut keyakinan ibu mana yang bisa mewujudkan kesejahteraan bersama.

Ibu-ibu yang berbahagia,
Tadi Ibu Sranya juga menyampaikan bahwa besok mungkin akan disampaikan tentang kedharmawanitaan. Musyawarah Nasional Dharma Wanita II sudah dilakukan pada bulan Desember tahun lalu, 2009. Sudah terpilih Ketua Dharma Wanita yang baru. Malah saya belum kenal ini, siapa Ketua Dharma Wanita? Oh masih tetap. Oh baik, jadi ada pemilihan lagi, jadi masih tetap Ibu Nila Moeloek ya, baik kalau begitu. Saya kira sudah ganti, kok saya enggak dengar saya, siapa penggantinya.

Baik, Dharma Wanita Persatuan di dalam hasil musyawarahnya berupaya meningkatkan kualitas anggota untuk mendukung pelaksanaan tugas suami. Oleh karena itu, saya pun berharap agar Dharma Wanita Persatuan Unit Kementerian Luar Negeri juga melaksanakan hasil musyawarah tersebut dengan senantiasa terus meningkatkan kemandirian dan kualitas sumber daya anggota, agar dapat menjadi daya dukung bagi tugas suami dan istri, serta mampu ikut serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera.

Keberadaan ibu sebagai Istri Duta Besar dan Kepala Perwakilan Republik Indonesia lainnya dalam turut serta menyukseskan program pemerintah di negara-negara sahabat juga memiliki peran yang penting dan strategis. Oleh karena itu, teruslah laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Dampingi suami atau istri dan berbuatlah semaksimal mungkin, agar penugasan suami atau istri yang rata-rata selama 3 tahun dapat diemban dengan sukses.

Tugas seorang diplomat sudah jelas yang saya kira sebelum ibu berangkat sudah pasti diberitahu atau disampaikan oleh pihak Kementerian Luar Negeri tentang apa tugas-tugas seorang diplomat menurut konvensi Wina. Dan sebagai tambahan, Bapak Presiden SBY memberikan arahan kepada para diplomat di luar negeri, sebetulnya ini juga termasuk ibu-ibu sekalian yang tadi saya katakan juga sebagai duta-duta bangsa.

Yang pertama, memperjuangan kepentingan Indonesia di negara tersebut yang meliputi bidang ekonomi, perdagangan, investasi, politik, pariwisata dan non ekonomi lainnya.

Ibu-ibu sekalian,
Jadi Ibu ikut memperkenalkan tentang negara kita, tentang produk-produk Indonesia, tentang apa yang ada di negara kita kepada negara dimana ibu dan bapak ditempatkan. Dan jangan sebaliknya, terus-menerus mempromosikan negara dimana ibu ditempatkan, lupa mempromosikan negara sendiri. Jadi ini yang ditekankan oleh Bapak Presiden, jangan lupa. Jangan terus-menerus mempromosikan negara itu. Boleh saja, tetapi jangan lupa mempromosikan negara sendiri di negara tempat bapak dan ibu berdinas.

Banyak sekali yang bisa dilakukan. Ada budaya ya, kemudian pariwisata. Di sini ada Ibu Jero Wacik, barangkali kalau ibu membutuhkan brosur-brosur tentang pariwisata, silakan bisa menghubungi kementerian pariwisata.

Kemudian memelihara hubungan baik antar pemerintah, antar dunia usaha danpeople to peopleatau antar rakyat. Kemudian tentu memberikan klarifikasi dan meluruskan kalau ada persepsi yang keliru tentang Indonesia. Ibu-ibu sekalian, kita sering melihat misalnya di dalam tayangan televisi tentang hal-hal yang mungkin tidak sepenuhnya seperti itu adanya. Bisa saja publik di luar negeri salah menangkap dengan apa yang ditayangkan di media-media, baik di dalam maupun luar negeri.

Di sinilah tugas bapak dan ibu sekalian untuk mengklarifikasi kalau misalnya ada tayangan yang tidak benar, maka segera diklarifikasi. Untuk itu, peran ibu juga sangat penting. Pentingnya gimana? Ibu bisa melihat, bisa melaporkannya, menyampaikannya kepada pendamping ibu. Kalau suami yang tentu saja kepada Ibu Dubes. Kalau Bapak Dubes, Ibu bisa menyampaikan kepada Pak Dubes apa yang dibaca, apa yang dilihat dan kok saya mendengar persepsi yang keliru dari mereka tentang negara kita.

Untuk itu sekali lagi, ibu juga harus membuka mata, membuka telinga, apa yang terjadi, apa yang menjadi kerisauan ataupun yang menjadi persepsi yang keliru itu tadi dari masyarakat setempat dimana ibu ditugaskan. Sampaikan klarifikasi, jangan didiamkan. Kalau didiamkan, maka mereka akan menganggap seperti itu adanya, karena kadang-kadang yang ditayangkan tidak seperti itu secara persis ya. Jadi ibu sekalian, saya berharap betul-betul waspada, kritis dengan apa yang dilihat, apa yang didengar. Klarifikasi bila ada yang salah.

Dalam kaitan itu, ibu-ibu sekalian, agenda pemerintah 5 tahun mendatang hendaknya perlu disinergikan dengan upaya meningkatkan peran Dharma Wanita Persatuan untuk mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi anggotanya dan masyarakat Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri. Misalnya Istri Dubes dan Kepala Perwakilan RI di luar negeri dapat menjadi promotor dalam mendukung kegiatan pemerintah sesuai dengan visi dan misi perwakilan Republik Indonesia secara kreatif, mengembangkan dan mencari apa yang bisa dilakukan untuk menyukseskan kinerja suami maupun istri.

Seperti tadi yang dikatakan, bahwa bisa melakukan promosi kerajinan produk Indonesia, promosi pariwisata, promosi kesenian dan promosi pendidikan serta yang lain-lainnya.

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana kalau Duta Besar atau Kepala Perwakilannya adalah seorang wanita. Seperti kita ketahui, ibu-ibu sekalian, bahwa semakin hari semakin banyak diplomat wanita kita yang ditempatkan di pos atau negara yang cukup sibuk. Kemudian bagaimana dengan peran Dharma Wanitanya. Menurut kelaziman, maka istri orang nomor dua di tempat tersebut yang harus mengambil alih peran, tugas dan tanggung jawab itu.

Saya berharap kondisi seperti itu janganlah menjadi kendala dalam melaksanakan tugas. Lakukan konsultasi dengan Ibu Duta Besar atau Ibu Kepala Perwakilan, agar semuanya dapat berjalan seiring dan sejalan. Jadi jangan menjadi kendala ya. Mari kita lakukan seiring dan sejalan. Ambil alih tugas dan tanggung jawab, kemudian konsultasi terus-menerus dengan Ibu Duta Besar atau Ibu Kepala Perwakilan lainnya.

Hadirin sekalian,
Sebelum mengakhiri arahan ini, saya ingin menyampaikan harapan kiranya para Istri Duta Besar dan Kepala Perwakilan RI lainnya, dapat memahami apa yang telah saya sampaikan tadi. Seraya memikirkan keberadaan dan kiprah ibu sebagai seorang istri atau suami pendamping Duta Besar ataupun Kepala Perwakilan lainnya. Sebagai ibu rumah tangga, artinya ibu dari anak-anak, istri dari pejabat public, tentunya semua itu dikaitkan dengan sumbangan apa yang mampu diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan kemajuan kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara.

Saya berpesan kepada ibu semua untuk mengambil langkah-langkah inovatif dan kreatif dalam melaksanakan program yang telah direncanakan di tempat penugasan ibu. Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Nanti pada saatnya kita bisa melakukan dialog. Kebetulan di sini ada Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu. Barangkali ada hal yang ingin ditanyakan, disampaikan ataupun saran dan usul, maka kita lakukan setelah acara, setelah pengarahan ini.

Demikian yang saya sampaikan. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi dan memberikan kemudahan kepada kita semua dalam melaksanakan tugas negara.

Terima kasih.Wabillahitaufiq walhidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan


Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang