Pidato Presiden

Gedung Pusat Promosi SMESCO UKM, Sabtu, 17 April 2010

Sambutan pada Peresmian Pembukaan Munas Dewan Kerajinan Nasional 2010

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN IBU NEGARA REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PEMBUKAAN MUSYAWARAH NASIONAL DEWAN KERAJINAN NASIONAL TAHUN 2010
GEDUNG PUSAT PROMOSI SME'SCO UKM
17 APRIL 2010



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi dan salam sejahtera buat kita semua,

Yang saya hormati dan saya cintai Ibu Herawati Boediono, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Saya melihat di sini yang pertama adalah tentu saja tuan rumah, Bapak Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Bapak Syarifudin Hasan, beserta Ibu Inggrid. Bapak Menteri Dalam Negeri, Bapak Gamawan Fauzi, Menteri Perdagangan, Ibu Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian, Bapak MS. Hidayat, Menteri BUMN, Bapak Mustafa Abubakar,
Yang saya hormati dan saya cintai pula, ibu-ibu yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Ibu Tati Fauzi Bowo,
Yang saya hormati para Ketua Dekranasda, baik dari provinsi, kabupaten maupun kota beserta seluruh delegasi dari seluruh Indonesia,
Yang saya hormati Ketua Panitia, Bapak Fauzi, beserta seluruh panitia tentunya, pemerhati, pecinta, asosiasi yang berkaitan dengan pengembangan dan pelestarian kerajinan,

Hadirin sekalian yag berbahagia,
Pada hari yang membahagiakan ini, kembali saya mengajak hadirin sekalian untuk bersyukur ke hadirat Allah SWT, karena dapat menghadiri Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional Dewan Kerajinan Nasional Tahun 2010. Kita juga harus bersyukur karena masih diberikan kesempatan dan kesehatan, serta kekuatan untuk terus membangun negeri tercinta dan melestarikan serta mengembangkan produk kerajinan berbasis sumber daya alam, budaya, dan warisan budaya Indonesia yang sama-sama kita banggakan.

Sungguh saya merasa amat berbahagia dapat hadiri di sini, di tengah para Peserta Musyawarah Nasional Dekranas 2010 yang berasal dari 33 provinsi di seluruh Indonesia. Saya ucapkan selamat datang ke ibukota Jakarta, kebanggaan kita bersama dan utamanya adalah Gedung SME’sCo UKM yang begitu indahnya. Menurut bapak menteri, ini baru pertama kali dipakai oleh Peserta Musyawarah Nasional Dekranas. Kita semua tentu saja berbahagia.

Kehadiran bapak, ibu semua untuk menghadiri Musyawarah Nasional ini, insya Allah akan membawa suasana segar, suasana yang berbeda dari tempat asal bapak dan ibu sekalian. Semoga Musyawarah Nasional kali ini dapat menghasilkan produk-produk yang bermanfaat bagi kita semua.

Pada kesempatan yang baik ini, selaku Ibu Negara, saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada para ketua dan pengurus Dekranas. Tentu saja Dekranasda beserta seluruh jajarannya atas kegiatan yang telah dilakukan selama ini, yang sedikit banyak telah memberi andil dalam menggerakkan roda perekonomian nasional untuk membangun kesejahteraan rakyat Indonesia.

Hadirin yang berbahagia,
Saya menyambut baik penyelenggaraan Musyawarah Nasional Dekranas tahun ini, dengan tema “Membangun Ekonomi Kreatif Melalui Pengembangan Kerajinan Berbasis Budaya, Inovasi dan Teknologi yang Sejalan dengan Kebijakan Pemerintah dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia”.

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh ketua umum Dekranas tadi, tujuan munas ini adalah untuk membahas dan menyempurnakan anggaran dasar, anggaran rumah tangga yang nantinya akan dijadikan sebagai pedoman bagi jalannya organisasi Dekranas maupun Dekranasda. Kalau kita analognya dengan negara, maka anggaran dasar dan anggaran rumah tangga adalah sebetulnya undang undang dasarnya dari Dewan Kerajinan Nasional.

Selanjutnya juga akan membahas program kerja Dekranas masa bhakti 2009-2014 yang akan dijabarkan lebih lanjut oleh pengurus Dekranas menjadi program tahunan, yang selanjutnya dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Forum yang baik inipun akan digunakan untuk mengesahkan struktur organisasi dan melantik pengurus periode 2009-2014. Penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, penyusunan program kerja dan struktur organisasi memang sangat penting bagi sebuah organisasi yang cukup mapan, seperti Dekranas. Ini menandakan bahwa Dekranas bukanlah organisasi yang statis namun dinamis, karena setiap 5 tahun sekali siap melakukan perubahan dan penyempurnaan, tentu saja demi keberlangsungan organisasi Dekranas sendiri.

Apalagi penyempuraan itu khususnya dikaitkan dengan tujuan Dekranas yang sangat mulia, di antaranya tadi sudah disebutkan oleh ketua umum Dekranas, tetapi ada baiknya saya ulang kembali, agar supaya para peserta munas juga mengingat kembali tujuan dari Dewan Kerajinan Nasional. Menggali, melestarikan dan mengembangkan warisan budaya bangsa, meningkatkan kualitas produk kerajinan dan perajin dalam rangka memperkokoh jati diri bangsa, memperhatikan dan memperjuangkan kepentingan perajin dengan mendorong semangat kewirausahaan, serta mempromosikan produk hasil kerajinan dalam rangka perluasan pangsa pasar di dalam dan di luar negeri.

Hadirin yang berbahagia,
Kita semua tahu bahwa pada hakekatnya Dekranas merupakan sebuah lembaga yang independen, namun dekat dan bermitra dengan pemerintah dalam membina pengembangan seni kerajianan yang berbasis pada warisan budaya bangsa yang merupakan perwujudan keanekaragaman etnik yang ada di tanah air kita yang tercinta ini. Berbicara tentang kerajinan di Indonesia, maka sesungguhnya spektrumnya sangat luas, begitu luasnya sampai kadang-kadang kita sendiri tidak bisa menghitungnya. Bisa saja terjadi perbedaan dari setiap negara, karena masing-masing negara mempunyai kriteria sendiri bagi produk-produk kerajinannya.

Tetapi alhamdulillah, kita pun bisa mengacu kepada keputusan ataupun apa yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2009 yang lalu. Sebuah organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan kepunyaan PBB telah mengelompokkan kerajinan menjadi kerajinan tekstil dan kulit, tekstil dan kulit, kerajinan logam dan batuan, kayu dan serat alam, keramik dan gerabah, dan kerajinan lainnya. Jadi yang tidak termasuk dari itu, dimasukkan dalam kelompok kerajinan lainnya. Oleh karena itu, para peserta munas, marilah kita mulai membiasakan untuk mengelompokkan yang bisa kita kelompokkan, dan tentu saja bisa menambahnya bila memang tidak masuk dalam kelompok-kelompok yang telah disebutkan oleh UNESCO tadi.

Para peserta munas sekalian,
Saya memandang keberadaan organisasi Dekranas saat ini masih cukup penting, mengingat lembaga ini adalah pembina sektor kerajinan yang merupakan salah satu sub sektor yang penting dari 14 sub sektor dalam industri kreatif yang beberapa tahun terakhir ini terus dikembangkan di dalam negeri. Pengembangan ekonomi kreatif sungguh menjadi perhatian pemerintah, mengingat negara kita kaya akan keragaman budaya dan warisan budaya yang tadi juga sudah disebutkan oleh Ibu Boediono, menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah kering untuk dikembangkan menjadi ekonomi kreatif.

Negara kita juga kaya akan sumber daya alam, baik darat maupun di laut. Dengan kreativitas yang kita miliki, maka kekayaan alam dapat kita olah menjadi suatu produk kerajinan dengan fungsi dan nilai tambah yang lebih baik lagi. Sejauh ini ekonomi kreatif terbukti telah memberikan sumbangan terhadap PDB atau Produk Domestik Bruto. Nilai ekspor yang meningkat dan penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi.

Kesungguhan pemerintah telah ditandai di antaranya dengan peluncuran cetak biru ekonomi kreatif di Indonesia pada bulan Juni tahun 2008 yang terdiri dari 14 sub sektor, yaitu periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, disain, fashion, film, video, fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, televisi, radio, serta riset dan pengembangan. Itulah yang masuk dalam sub sektor dari ekonomi kreatif.

Dalam rangka mengimplementasikan cetak biru tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2009 tentang pengembangan ekonomi kreatif, dimana masing-masing instansi pemerintah menjabarkan cetak biru tersebut dalam bentuk action plan dan mengimplementasikannya. Tentu saja dalam pengembangan ekonomi kreatif tersebut, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, tetapi harus bersinergi, bersama-sama dengan para pelaku bisnis maupun kaum intelektual atau akademisi.

Hasil dari kebijakan pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif, tercermin dengan meningkatnya sumbangan ekonomi kreatif pada PDB. Sedangkan industri kerajinan merupakan sub sektor kedua setelah fashion yang memberikan sumbangan terbesar terhadap industri kreatif dan telah pula menyerap tenaga kerja yang cukup berarti. Dengan demikian, sub sektor kerajinan memiliki peran yang cukup signifikan terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, apabila Dekranas, Dekranasda dapat menjalankan fungsinya dengan baik dalam melakukan pembinaan kepada para perajin, insya Allah mereka dapat menghasilkan produk kerajinan yang bermutu tinggi dan mampu bersaing, baik di pasar domestik maupun di pasar global.

Indonesia dengan jumlah penduduk yang 240 jiwa merupakan pasar yang cukup besar bagi produk industri kreatif, termasuk kerajinan. Jangan disia-siakan, ambillah peluang yang ada dan rebut pasar domestik untuk memasarkan hasil kerajinan kita sendiri. Perdagangan antar pulau, antar provinsi harus terus ditingkatkan, jangan sampai direbut oleh barang-barang produksi luar negeri yang terus membanjiri pasar dalam negeri tanpa bisa kita bendung lagi.

Saya berharap para ketua Dekranasda dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada para perajin di daerahnya. Berikan asistensi dan pembinaan terhadap para perajin dalam upaya meningkatkan daya saing melalui peningkatan kualitas, disain yang mengikuti selera pasar, kemasan, branding, pemanfaatan teknologi dan juga pengetahuan tentang hak kekayaan intelektual.

Selain itu perlu juga dilakukan fasilitas fasilitasi terhadap akses pendanaan melalui program pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat, Koperasi maupun lembaga perbankan lainnya. Dan tidak kalah pentingnya promosi pengembangan dan perluasan pasar bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Perdagangan, Perindustrian, Koperasi UKM, BUMN dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sebagai mitra-mitra dari Dekranas.

Hadirin sekalian,
Saya menyambut baik adanya organisasi masyarakat, perkumpulan, dan yayasan yang bergerak dalam kerajinan, karena kecintaan mereka terhadap kerajinan Indonesia. Saya berharap kehadiran mereka menjadi catatan positif bagi Dekranas maupun Dekranasda dan jangan sebaliknya. Kalau kita mau berbesar hati sesungguhnya, keberadaan mereka justru akan memperingan tugas Dekranas atau Dekranasda, terutama dalam melakukan pembinaan kepada para perajin yang jumlahnya sangat besar dan tersebar sampai ke pelosok tanah air yang tentu saja mungkin tidak terjangkau oleh Dekranas maupun Dekranasda. Oleh karena itu, saya menganjurkan untuk dapat melakukan kerjasama dan saling bersinergi dalam berbagai kegiatan, terutama kegiatan promosi, pameran, bazar dan sebagainya. Bila demikian, saya yakin akhirnya yang akan diuntungkan adalah para perajin itu sendiri.

Hadirin sekalian,
Selanjutnya saya mengajak kita semua untuk mendukung terus program pemerintah yang terkait dengan kampanye “Aku Cinta Indonesia”, yang senang Ibu Mari Pangestu. Kampanye ini perlu terus digalakkan untuk meningkatan kesadaran, kecintaan dan kebanggaan terhadap tanah air kita, dan akhirnya mau menggunakan produk-produk dalam negeri, yang kita akui dalam beberapa jenis memang tidak kalah dengan produk luar negeri. Kita akui pula bahwa masih ada produk-produk dalam negeri yang masih kalah bila bersaing dengan produk dari luar negeri. Saya ingin juga menggelorakan, mari kita bisa menggunakan produk-produk dalam negeri sendiri.

Hadirin yang berbahagia,
Sesuai dengan tema Musyawarah Nasional tahun ini, marilah kita jadikan Musyawarah Dekranas ini sebagai langkah penting dan pijakan dalam mendukung pelaksanaan cetak biru pengembangan ekonomi kreatif Indonesia 2009-2014 khususnya di sektor kerajinan.

Sebelum saya mengakhiri sambutan saya ini, pada kesempatan yang amat baik ini, selaku Ibu Negara, saya juga ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada ketua umum, ketua harian, dan para pengurus Dekranas masa bhakti 2004-2009 di bawah kepemimpinan Ibu Mufidah Jusuf Kalla yang telah menjalankan tugas dengan baik dalam membina perajin melalui program kegiatan yang telah dilakukan bekerja sama dengan instansi terkait, baik di dalam maupun di luar negeri.

Ucapan terima kasih, saya sampaikan pula kepada panitia Munas, Bapak Fauzi yang telah mempersiapkan penyelenggaraan Munas ini dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya saya menyampaikan selamat bekerja kepada para pengurus baru masa bhakti 2009-2014 yang nanti siang akan dikukuhkan oleh Ketua Dekranas, Ibu Herawati Boediono. Lakukan koordinasi dan sinergi antara pengurus, jalin terus kerjasama dengan instansi terkait dan pihak-pihak lain yang dipandang perlu akan mendapatkan hasil yang optimal.

Dan pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Dekranas yang mendudukkan Ibu Negara sebagai pembina. Dulu sebagai pelindung, dan sekarang dalam didudukan struktur yang baru sebagai pembina. Tetapi apakah ini sudah persetujuan dari para Ketua Dekranasda? Saya ingin mendengar, apakah ada persetujuan dari Dekranasda? Tentu saja sebagai peserta Munas. Dan apabila setuju, barangkali karena Dekranas memandang kedudukan pembina lebih efektif daripada pelindung, dengan senang hati, saya terima kedudukan ini dan akan saya jalankan sepenuhnya.

Akhirnya para seluruh peserta Musyawarah, saya ucapkan selamat melaksanakan Musyawarah Nasional, semoga dapat menghasilkan penyempurnaan anggaran dasar, anggaran rumah tangga untuk pengembangan organisasi Dekranas dan Dekranasda yang lebih baik, dapat menetapkan program-program yang memberikan manfaat bagi pengembangan produk kerajinan Indonesia pada khususnya dan ekonomi kreatif pada umumnya yang diharapkan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan para perajin di sektor kerajinan.

Dengan harapan-harapan tadi dan dengan terlebih dahulu mengucap bismillahirrahmanirrahim, Musyawarah Nasional Dekranas Tahun 2010, saya nyatakan dengan resmi dibuka. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan bimbingan, kekuatan, perlindungan kepada kita semua dalam ikut serta membangun bangsa dan negara tercinta.

Terima kasih.
Wabillahitaufiq walhidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan


Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang