Pidato Presiden

Istana Negara, Jakarta, Sabtu, 13 Agustus 2011

Dialog Dengan Para Perwakilan Guru SD Pendidikan Dari Daerah Khusus dan Guru Pendidikan Khusus Berdedikasi Tingkat Nasional 2011

 

TRANSKRIPSI
DIALOG IBU NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DENGAN
PARA PERWAKILAH GURU SEKOLAH DASAR PENDIDIKAN DARI DAERAH KHUSUS DAN GURU PENDIDIKAN KHUSUS BERDEDIKASI
TINGKAT NASIONAL TAHUN 2011
PADA ACARA
SILATURAHMI DENGAN GURU SEKOLAH DASAR DARI DAERAH KHUSUS, GURU PENDIDIKAN LUAR BIASA/ PENDIDIKAN KHUSUS BERDEDIKASI TINGKAT NASIONAL TAHUN 2011
ISTANA NEGARA, 13 AGUSTUS 2011




Menteri Pendidikan Nasional
Terima kasih. Ini kesempatan yang sangat-sangat berharga. Monggo kami persilakan, bebas saja. Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian untuk menyampaikan apa saja mumpung ketemu, tidak ada larangan untuk menyampaikan apa saja, monggo. Kami persilakan siapa yang ingin menyampaikan untuk bisa maju ke depan di tempat yang sudah disediakan. Kami persilakan. Monggo, silakan, Ibu langsung maju ke depan. Nanti mohon disampaikan nama dan darinya Ibu ya.

Sdri. Marice Sopabla, Maluku
Yang saya hormati Ibu Negara Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono,
Yang saya hormati Ibu Herawati Boediono,
Yang saya hormati Bapak Menteri Pendidikan Nasional bersama Ibu,
Yang saya hormati Ibu-Ibu pengurus dan anggota SIKIB, serta para Hadirin sekalian yang berbahagia,
Selamat pagi, salam sejahtera buat kita semua,

Izinkan saya memperkenalkan identitas saya. Nama saya Marice Sopabla. Asal sekolah SD Negeri Lelang, saya adalah perwakilan guru SD daerah khusus dari Maluku.

Perkenankanlah saya menyampaikan pertanyaan saya kepada Ibu. Kami datang ke Istana bertatap muka dengan Ibu Negara merupakan mimpi yang menjadi kenyataan dalam hidup kami. Apakah Ibu Negara berkenan berfoto bersama kami sehingga fotonya bisa kami bawa pulang sebagai bukti kepada keluarga bahwa kami sudah bertemu dengan Ibu Negara. Terima kasih.

Sdri. Martina Wambude, Papua Barat
Yang saya hormati Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono,
Yang saya hormati Ibu Herawati Boediono,
Yang saya hormati Bapak Menteri Pendidikan Nasional bersama Ibu Laily M. Nuh,
Yang saya hormati Ibu-ibu pengurus dan anggota SIKIB,
Salam sejahtera bagi kita semua,

Nama saja Martina Wambule. Asal sekolah saya SD Santo Paulus Puwarta Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Perkenankan saya menyampaikan pertanyaan kepada Ibu. Ibu Negara yang kami banggakan, walaupun kami menghadapi medan yang sangat berat, tetapi kami bangga menjadi guru di daerah khusus. Namun demikian, kami juga ingin memiliki kompetensi yang tidak kalah dengan teman-teman yang tugasnya di daerah perkotaan. Berkaitan dengan itu, apakah pemerintah berkenan memberikan bantuan penunjang kegiatan belajar-mengajar. Terima kasih.

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Yang saya hormati Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono,
Yang saya hormati Ibu Herawati Boediono,
Yang saya hormati Bapak Menteri Pendidikan Nasional bersama Ibu,
Yang saya hormati Ibu-ibu pengurus anggota SIKIB,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera buat kita semua,

Izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Deden Ruhima, guru SDN Denuh Culamega Kabupaten Tasikmalaya, perwakilan Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini izinkan, saya bertanya kepada Ibu. Pada, kami sangat bangga bisa berjumpa, berdialog langsung di sini, di Istana yang megah ini. Apakah ada program SIKIB lain, seperti misalnya memberikan bantuan sarana ke sekolah kami? Itu mungkin pertanyaan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Menteri Pendidikan Nasional
Tiga dulu, baru nanti kalau masih ada lagi, kalau waktunya masih cukup. Kami persilakan Ibu.

Ibu Negara Republik Indonesia
Baik terima kasih, Bapak.
Baik Bapak dan Ibu sekalian, ada tiga penanya atau memberikan komentar atau permintaan. Yang pertama adalah dari Ibu Marice. Ibu Marice tadi dari Maluku. Tepatnya Maluku sebelah mana Ibu? Barat Daya. Tempat mana daerahnya? Biar kita saling tahu, Ibu, karena kita juga belum tentu Ibu-ibu SIKIB ini sudah pernah ke Maluku, jadi kita juga supaya mengenal di Barat Daya itu sebelah mana Barat Daya.

Sdri. Marice Sopabla, Maluku
Barat Daya berdekatan dengan Australi, Timor Timur.

Ibu Negara Republik Indonesia
Jadi Ibu di Maluku bagian Timur? Nama daerah Ibu apa?

Sdri. Marice Sopabla, Maluku
Maluku Barat Daya, Ibu.

Ibu Negara Republik Indonesia
Yang exact-nya, yang pastinya daerahnya, desanya, kotanya apa? Kalau Barat Daya itu hanya arah ya Bu ya. Yang saya inginkan adalah kota atau daerah Ibu itu. Kabupatennyalah, kecamatan kalau perlu.

Sdri. Marice Sopabla, Maluku
Desa Lelang, Kecamatan Donahera, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Ibu Negara Republik Indonesia
Oh Kabupatennya Maluku Barat Daya. Baik, kalau begitu ya. Baik terima kasih. Karena kita belum tentu semuanya. Ada yang sudah pernah ke sana Ibu-ibu SIKIB? Belum pernah tahu. Paling hanya sampai ke Ambon, Pulau Buru mungkin. Baik terima kasih, Ibu.

Ibu Marice tadi mengatakan bahwa seperti mimpi. Saya juga seperti mimpi bertemu dengan Ibu-ibu sekalian dan Bapak. Mungkin selama ini Bapak dan Ibu hanya menyaksikan dari televisi sehingga sekarang kok bisa berhadap-hadapan di depan kemudian Ibu hanya mengatakan permohonan saja untuk berfoto bersama. Dengan senang hati, Ibu, nanti insya Allah kita bisa berfoto bersama.

Memang foto itu akan lebih berharga daripada kata-kata. Kalau kata-kata sampai panjang lebar, diceritakan bahwa saya bertemu dengan Ibu Ani pada waktu itu, begini, begitu, tetapi kalau foto tanpa bercerita sudah melihat Ibu bersama-sama dengan saya di sini. Foto itu sudah bercerita dengan sejuta kata. Insya Allah nanti saya bisa. Kita bisa lakukan foto bersama.

Kemudian Ibu Martina dari Teluk Bintuni, Papua Barat. Ibu Martina tadi ada di mana, Ibu? Baik. Ibu dari Papua Barat mengatakan bahwa apakah ada, Ibu sudah rela melakukan apa namanya berkorban, kemudian juga melakukan mengajar di daerah yang sangat terpencil. Tetapi bertanya apakah pemerintah ada memberikan bantuan penunjang kegiatan belajar-mengajar?

Karena Ibu mengatakan pemerintah, barangkali nanti Bapak Muhammad Nuh yang bisa menjawabnya. Tetapi saya ingatkan bahwa selama ini pemerintah juga sudah memberikan BOS, yaitu Bantuan Operasional Sekolah. Tetapi tentu saja kegunaannya untuk apa sudah juga ditulis bahwa ini untuk apa-apa saja. Tapi yang dimaksud barangkali bukan hanya sekedar BOS, tetapi bantuan dalam bentuk lainnya. Apakah Ibu mempunyai spesifik misalnya, bantuan penunjang belajar-mengajar, kiranya seperti apa, Ibu yang dimaksud? Lebih spesifik lagi mungkin Bapak Muhammad Nuh juga bisa menjelaskan lebih detail, bantuan untuk penunjang kegiatan belajar-mengajar, kiranya seperti apa yang dimaksud?

Sdri. Martina Wambule, Papua Barat
Yang kami minta mungkin bisa Bapak Menteri Pendidikan bisa bantu kami dengan fotocopy, printer, semacam itu untuk kami.

Ibu Negara Republik Indonesia
Mesin fotocopy maksudnya?

Sdri. Martina Wambule, Papua Barat
Mesin fotocopy.

Ibu Negara Republik Indonesia
Oh mesin fotocopy. Baik, Bapak, Ibu, jadi itu yang dimaksud ya mesin fotocopy. Barangkali Bapak nanti bisa menjelaskan kiranya mungkin apa tidak untuk mendapatkan bantuan mesin fotocopy.

Kemudian dari Pak Deden di Tasikmalaya. Pak Deden di sebelah mana, Bapak? Saya pingin tahu Bapak, mungkin Bapak bisa maju lagi, Bapak. Setahu saya, Tasikmalaya itu tidak terlalu terpencil, artinya kita bisa datang ke sana dalam waktu hanya jam saja dengan kendaraan atau jalan darat. Apakah yang dimaksud dengan daerah khusus Tasikmalaya, apa karena bencana kemarin atau karena memang di daerah yang sulit untuk terjangkau? Silakan, Pak.

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Terima kasih, Bu. Selintas memang seperti itu Provinsi Jawa Barat. Saya juga waktu diangkat pertama tidak percaya bahwa hal itu memang di Tasikmalaya ada yang seperti ini. Perjalanan yang memang sulit ditempuh karena lokasi geografisnya bergunung-gunung ya Bu, bergunung-gunung, akses jalan yang sangat rumit, licin, sehingga untuk pertama kali, saya naik motor saya melihat jalannya sendiri mah sudah tidak sanggup. Baru setelah 3 bulan saya melihat orang penduduk asli sana ya, penduduk asli Kampung Denuh Daracane bisa mampu dengan memakai ini, rodanya memakai rantai.

Saya mencoba setelah 3 bulan karena memang tidak berani, karena biasa saya di kota ya, biasa di kota sebelum diangkat, saya mencoba pakai rantai juga karena kalau tidak pakai rantai, manakala hujan itu licin, Bu, tidak bisa naik motor. Memang ada sebagian jalan yang sudah dipadatkan memakai batu atau kerikil ada dengan ditepuk-tepuk, dengan dipasang-pasang sederhana. Itu Bu. Perlu diketahui oleh Ibu. Saya jarak dari rumah ke tempat kerja 112 kilometer, Bu.

Ibu Negara Republik Indonesia
Setiap hari Bapak?

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Oh tidak, saya seminggu sekali pulang.

Ibu Negara Republik Indonesia
Oh seminggu sekali pulang, ok.

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Sekitar 112 sampai 15-lah ada. Saya tinggal di Tasikmalaya Selatan, dan tempat tugas saya di Tasikmalaya Selatan dan saya di Tasikmalaya Utara.

Ibu Negara Republik Indonesia
Baik kalau begitu, terima kasih. Ternyata masih ada barangkali berarti naik ke atas gunung ya Pak ya. Boleh tahu gunung apa namanya? Halimun?

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Gunungnya berbukit-bukit. Itu Kampung Denuh namanya, Gunung Denuh. Menurut cerita, Bu, maaf ya, ini menurut cerita, pada zaman orde lama gitu ya, zaman ini, kalau sekarang mah katanya NII ya, kalau dulu apa itu. Itu DI ya, maaf ya. Itu DI tempat, tempat gimana ya, tempat parkir ya, tempat parkir atau tempat lokasi-lokasi yang memang.

Ibu Negara Republik Indonesia
Tempat menetapnya.

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Markas, markas menetap. Tempat penetap. Karena memang tidak diketahui, Bu. Menurut cerita kampung tersebut oleh tentara itu tidak diketahui Bu, karena kelihatannya memang gunung saja di depannya itu. Padahal di sana ada sebuah perkampungan, ada danaunya juga, danau Denuh namanya.

Ibu Negara Republik Indonesia
Penduduknya banyak di sana? Bapak mengajar berapa murid yang ada di sana?

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Saya mengajar kelas VI, ada waktu yang kemarin itu ada 33 orang.

Ibu Negara Republik Indonesia
33 orang.

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Jumlah seluruhnya sekarang 235 kurang lebih.

Ibu Negara Republik Indonesia
Ok, baik.

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Karena saya tahun ajaran baru, saya tidak tahu, karena saya dalam proses pemilihan, untuk kelas I, jadi saya tidak tahu sekarang jumlah pasnya. Karena kelas I ya baru.

Ibu Negara Republik Indonesia
Baru terima.

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Baru terima. Saya kebetulan lagi proses menuju ke sini.

Ibu Negara Republik Indonesia
Baik kalau begitu. Bapak, Pak Deden terima kasih. Tadi Bapak mengatakan bahwa apakah ada program dari SIKIB untuk membantu sarana sekolah. Kira-kira apa yang Bapak butuhkan? Buku-buku?

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Banyak, Bu.

Ibu Negara Republik Indonesia
Banyak.

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Banyak sekali. Ya contohnya buku-bukukan. Kami mengajar buku adalah jendela ilmu. Kalau kita kurang tentang buku, satu berlima atau satu berenam kan, kadang-kadang kurang efektif gitu, salah satunya buku-buku pelajaranlah.

Ibu Negara Republik Indonesia
Baik, jadi buku pelajaran.

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Salah satunya itu.

Ibu Negara Republik Indonesia
Baik Bapak nanti kita lihat kalau misalnya, barangkali SIKIB punya persediaan. Tetapi kalau tidak ada barangkali kita bisa carikan yang lain. Terima kasih.

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Boleh ditambah sedikit, Bu. Mumpung di sini, Bu bertemu dengan Ibu. Kebetulan murid kita ini 235 ya, Bu, kurang lebih, ruang kelas ada 5, yang baru, yang di atas layak pakai, 2 kelas, yang 3 kelasnya saya kira kurang layak untuk ditempati.

Ibu Negara Republik Indonesia
Oh jadi kurang layak. Baik nanti kita carikan juga. Karena untuk diketahui, Bapak dan Ibu sekalian, bahwa SIKIB juga bekerja atau menggandeng pihak-pihak ketiga atau pihak lain untuk bersama-sama membantu yang perlu dibantu. Untuk itu akan kami catat Bapak, tetapi tentu kami tidak berjanji. Tetapi kami catat kalau nanti memang ada yang donatur yang ingin memberikan bantuannya, insya Allah kami akan mencari Bapak ya.

Sdr. Deden Ruhima, Jawa Barat
Terima kasih.

Ibu Negara Republik Indonesia
Barangkali bisa dicatatkan kepada SIKIB. Terima kasih, Bapak, Pak Deden. Semangat terus ya, Pak ya. Silakan, Bapak.

Menteri Pendidikan Nasional
Mohon izin Ibu Negara. Salah satu persoalan yang ada di atau sekolah-sekolah yang ada di daerah terpencil, terluar itu biasanya tempat tinggal penduduknya itu terpencar. Gurunya pun juga lokasinya jauh. Kalau ada gedungnya, muridnya yang kadang-kadang datang, karena letaknya yang jauh-jauh atau kalau muridnya datang, gurunya kadang-kadang nggak datang. Padahal sekolah itu syaratnya tiga, sekolahnya ada, muridnya ada, gurunya ada dalam waktu bersamaan. Ini kadang-kadang setelah kami kunjungi ke daerah, muridnya ada, gurunya belum ada, gurunya ada, muridnya tidak ada. Ini bolak-balik gitu aja gitu.

Akhirnya kami putuskan, Ibu, yang ke depan ini mulai tahun 2012 dan 2011 yang APBN-P ini, kita buat sekolah terintegrasi. Jadi di sekolah itu, ada sekolahnya, ada asramanya, terus ada perumahan gurunya sekalian tinggal di situ. 2012, insya Allah 2011 ini sudah kita mulai juga pakai APBN-P. Ini hasil kunjungan kami ke Papua yang terakhir, setelah kami berdialog dengan kawan-kawan Papua sambatnya itu Ibu-ibu ya, karena memang letaknya jauh-jauh sekali sehingga perjalanan sang murid itu bisa 3-4 jam sendiri jalannya. Gurunya pun juga demikian.

Akhirnya kami putuskan sekolah-sekolah yang ada di daerah perbatasan, di daerah-daerah terpencil, kami buat sekolah, asrama, perumahan guru terus fasilitas sekolah yang lain sehingga nanti itung-itungannya menjadi berbeda lagi karena apa. karena anak itu biasanya pulang berarti makannya ikut orang tua, tapi sekarang tinggal di asrama terus siapa yang ngasih makan.

Oleh karena itu, nanti kami rancang juga BOS-nya pun juga BOS yang berbeda, sehingga makannya pun bisa sebagian diberikan dari pemerintah itu. Itu daerah-daerah khusus seperti itu.

Yang kedua, bagi guru-guru yang ingin melanjutkan sekolahnya atau menjadi S1 atau D4 karena untuk mendapatkan sertifikasi itu syaratnya memang harus D4 atau S1. Ini persoalan yang ada di daerah itu kan, mereka nggak mungkin meninggalkan daerah itu untuk sekolah di universitas yang biasanya ada di perkotaan. Karena begitu ditinggal terus siapa nanti yang ngajar di daerah. Tapi kalau tidak ngajar atau tidak ikut sertifikasi nggak naik-naik pangkat, tidak dapat tunjangan profesi dan seterusnya.

Oleh karena itu, ndak ada cara lain, ada dua cara yang kita siapkan. Yang pertama, memanfaatkan jaringan UT (Universitas Terbuka) sehingga memungkinkan sampai di tingkat kabupaten dan seterusnya. Bersama dengan UT itu pula, kami siapkan untuk peralatan telekomunikasi atau IT selama di situ dimungkinkan atau sudah tersedia jaringan IT-nya tinggal pakai virtual.

Yang kedua, cara yang kedua, yaitu kami siapkan model aplus, Ibu, aplusan. Jadi guru-guru yang mau ikut studi lanjut ke S1 atau D4 karena harus meninggalkan tempat itu, maka di sini disiapkan guru baru yang menempati pos yang ditinggalkan oleh guru yang mengikuti sertifikasi itu. Karena ini ndak mungkin kalau tidak dilakukan terobosan itu, karena memang jaraknya luar biasa itu.

Dan kami juga mulai tahun 2011 ini, Ibu, menyiapkan guru-guru secara khusus, artinya guru itu kita recruit mulai dari semester 7-8. Kita berikan beasiswa secara khusus, kita asramakan, prakteknya itu nanti, kerja praktek sebelum mendapatkan sertifikasi, dia prakteknya adalah di tempat yang melip-melip tadi itu, Ibu, di tempat-tempat terpencil tadi. Sehingga bisa mengisi kalau ada guru yang sudah tidak di situ mengikuti sertifikasi ataupun studi lanjut yang ada di perkotaan.

Yang terakhir, kaitannya dengan fasilitas-fasilitas. Tadi malam secara informal, kami melaporkan kepada Bapak Presiden mengenai sekolah-sekolah yang rusak, termasuk tadi yang disampaikan ada yang tidak layak dan seterusnya. Dilihat dari prosentase sih memang ndak banyak, 10 persen. Tetapi 10 persen kali ratusan ribu itu, banyak ribu itu. Oleh karena itu, setelah kami pelajari, ini ndak mungkin kalau diselesaikan model sporadis seperti yang sekarang, tapi akan jauh lebih baik, sudahlah satu tahun, dua tahun ke depan kita buat ada Inpres dari Bapak Presiden untuk nggarap seluruh sekolah yang ada di negeri ini beres dalam waktu satu tahun, dua tahun dengan design khusus ya.

Dengan design khusus, kalau dulu itu design-nya itu SD Inpres itu kan begini, sret, barangkali sekarang sudah agak modern itu design itu juga agak modern yang cita-citanya itu meskipun di daerah itu rumah penduduknya tidak begitu bagus, tapi jangan sampai kalah dengan sekolahnya pun tidak begitu bagus. Jadi sekolah pun juga harus lebih bagus dari rumah penduduk yang ada di sekitar itu.

Insya Allah kami akan menyiapkan ini semua dan bekerja sama tentu dengan TNI dan itu sudah terbukti. Yang terakhir itu kami kerja sama yaitu dengan TNI yang ada di Bekasi. Saya juga baru tahu kalau Bekasi itu ada desa yang sangat melip, Ibu. Itu beloknya cukup banyak dan jalannya pun juga masih jalan apa namanya makadam itu dengan Pangdam Jaya.

Alhamdulillah, dalam waktu satu bulan, dua bulan sudah bisa merenovasi dan seterusnya. Kalau ini bisa kita lakukan kerja sama dengan TNI, saya kira luar biasa dan bisa kita selesaikan. Insya Allah mudah-mudahan satu tahun, dua tahun sebelum 2014 kita sudah tidak mendengar lagi sekolah-sekolah tidak layak, sudah kita tutup bukulah, kita ganti buku baru, sekolah layak. Terima kasih.

Ibu Negara Republik Indonesia
Terima kasih sekali Bapak. Tolong kepada Bapak mungkin bisa disampaikan kepada Bapak Presiden, jangan sampai tidak jadi itu, Pak, 2012 jangan sampai tidak jadi. Karena kita terus terang saja prihatin dengan sekolah-sekolah yang kita dengar mau roboh, ataupun tidak layak, kadang-kadang kita melihat gentengnya mau bocor, sudah bolong bahkan bukan bocor lagi, namanya bolong. Jangan sampai tidak jadi, Bapak. Mudah-mudah Bapak bisa meyakinkan Bapak Presiden bahwa ini sangat penting buat mereka.

Saya pikir bagus sekali Bapak karena saya juga dari lingkungan TNI tadinya, Bapak Presiden dari lingkungan TNI tahu bahwa TNI masuk desa. Dulu itu ada Bapak, kalau sekarang kita bekerja sama dengan TNI untuk membangun sekolah-sekolah itu pahalanya akan berlipat ganda untuk mereka. Saya kira mudah-mudahan bisa terwujud betul. Saya akan ikut bicara nanti.

Baik, Bapak. Bapak, Ibu dari tadi yang dari Bintuni, jadi sudah jelas ya Ibu ya. Kalau ingin menaikkan, ikut menaikkan kompetensi, maka bisa mengikuti tetapi dengan cara aplusan tadi ya Bapak atau ikut UT (Universitas Terbuka) . Jadi Ibu sambil mengajar tetap mengikuti pendidikan jarak jauh. Kalau misalnya aplusan seperti tadi, Bapak. Apakah memang harus mendaftar? Mendaftar itu ke mana? Barangkali bisa dijelaskan sekali lagi, apakah ke daerah itu, apa langsung ke pusat? Begitu sehingga kalau misalnya memang harus aplusan tentu saja bisa dikirimkan dari pusat. Monggo Bapak sebelum kita lanjut kepada pertanyaan berikutnya.

Menteri Pendidikan Nasional
Terima kasih Ibu. Jadi daftarnya, tentu itu yang pertama ke dinas pendidikan masing-masing. Karena pada dasarnya untuk guru atau untuk sekolah-sekolah di SD, SMP itu yang bertanggung jawab pada dasarnya kabupaten kota, termasuk kalau ada gedung sekolah yang ndak baik itu, kabupaten kota untuk pendidikan dasar. Tetapi selama kami 2 tahun, Ibu, justru ini kita giatkan justru enggak jadi-jadi.

Oleh karena itu, daripada yang jadi korban itu adik-adik kita semua, sehingga sudahlah kita ambil alih saja untuk urusan-urusan pendidikan dasar ini tidak diserahkan 100 persen lepas tangan pemerintah pusat ke kabupaten kota, tapi harus ada intervensi dalam makna positif untuk beresin itu semua.

Tapi khusus untuk yang studi lanjut ataupun sekolah lagi, daftar pertama adalah daftar ke dinas pendidikan di kabupaten kota masing-masing. Dari situ nanti dikoordinasikan, diusulkan ke pemerintah pusat. Tetapi bisa jadi pula, ini pengalaman yang ada di lapangan, kabupaten, kota atau dinas yang ada di kabupaten, kota kadang itu tidak firm 100 persen. Oleh karena itu, monggo nanti pararel karena ini khusus bagi guru-guru khusus nanti pada saat pembekalan satu, dua hari ini nanti kita berikan alamat khusus untuk mendapatkan layanan khusus.

Demikian dialog yang sangat hangat. Ada satu, monggo.

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang terhormat Ibu Negara,
Yang kami hormati Ibu Wakil Negara, Bapak Menteri Pendidikan dan Hadirin yang hadir di sini,

Alhamdulillah, saya guru dedikasi tahun 2005. Jadi tahun 2005, saya sudah jadi guru dedikasi, kemarin sebenarnya juga ada acara di Jakarta, tapi karena sering juara tidak diperkenankan. Tapi maksud di sini, bahwa saya punya impian Ibu. Kalau di Yogya itu punya taman atau rumah, taman pintar, kami di Semarang sedang merintis, Bu, ingin membuat Rumah Inspirasi Indonesia.

Saat ini kami punya murid sekitar 450, semuanya berkebutuhan khusus, tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa dan autis, kemudian juga ada tuna ganda. Saya berprinsip bahwa mereka bukan produk Tuhan yang gagal karena Tuhan tidak pernah gagal. Murid-murid kami banyak yang berprestasi dan alhamdulillah, hari ini kami membawa Kharisma Rizki Pradana yang nanti akan membacakan sebuah puisi tentang Kota Kecil.

Kalau rumah inspirasi ini terwujud, saya yakin Indonesia akan mendunia karena anak-anak kami yang berprestasi ada salah satunya, yaitu Jamaludin Cahya. Dia lumpuh layu dan hari ini, saya membawa lukisan khusus untuk Ibu dan Bapak Menteri. Kalau nanti diperkenankan akan saya serahkan dan itu sangat luar biasa. Ada yang bisa menggambar dengan dua tangan bersamaan gambarnya berbeda.

Ada yang tuna netra hafal 1.000 lagu, yang autis ini bisa menirukan pidato Bapak Menteri, Ibu SBY. Nanti kita buktikan kalau memang diperlukan. Itulah nanti yang akan kita bangun di SLB kami yang luasnya 3 hektar dan banyak tamu-tamu dari luar negeri datang ke tempat kami. Tapi sayang Bapak Menteri belum pernah sempat ke tempat kami. Mohon bisa hadir di sana Bapak. Dan nanti tanggal 15 sampai tanggal 18, saya kesempatan mengantar murid-murid kami yang istimewa karena yang namanya Jamaludin Cahya, itu lumpuh layu tingginya 75 cm, beratnya 15 kg bisa membuat design grafis rumah tingkat lantai 4, bisa dibuka lantai pertama itu lantai parkiran, lantai 2 dan segala macam.

Ini nanti gambarnya adalah gambar Ibu SBY sedang merangkul anak berkebutuhan khusus. Kami berharap itu menjadi arsitek pembangunan untuk anak-anak kami.

Kalau nanti sudah menjadi Rumah Inspirasi, saya berharap turis-turis asing dan segala macam datang ke tempat kami. Di situ ada anak yang sedang melukis, ada anak sedang karawitan, ada anak autis yang sedang main game segala macam itu sudah ada semua, tinggal bagaimana kita membangun itu menjadi tempat wisata yang lain daripada yang lain. Ternyata Tuhan sangat luar biasa, dalam arti kami yang tidak jadi ikut lomba guru gratis, malah diundang ke sini, ini kesempatan saya ketemu Ibu.

Tuhan memang sangat luar biasa, dalam arti saya mempunyai niat yang suci, akhirnya diberikan kesempatan saya ketemu Ibu SBY. Dan anak-anak kami pernah tampil pada acara Kick Andy Metro TV dengan tema “Api Nan Tak Kunjung Padam”. Mungkin kalau Ibu berkenan waktunya masih ada bisa untuk melihat murid saya Kharisma, bisa menirukan pidatonya Ibu, iklannya UNICEF juga bisa. Semuanya direkam di sini, saya suruh kamu cari data tentang Ibu SBY, langsung dicari di internet. Ibu nikahnya kapan, putranya berapa, dan segala macam hafal semuanya itu.

Kalau saya mau ketemu Bapak Menteri, ya saya suruh cari datanya. Katanya pak menteri, menteri kedua puluh lima lahirnya di Surabaya tanggal berapa sampai ibu menteri menangis gara-gara Kharisma menirukan pidatonya Bapak Menteri. Barangkali itu satu-satunya dari luar dedikasi, tapi saya adalah dedikasi yang tahun 2005. Matur nuwun, sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ibu Negara Republik Indonesia
Bapak luar biasa. Kita baru tahu bahwa kalau Bapak sudah mempunyai Rumah Inspirasi ya Bapak ya?

Sementara ini baru gasibu-gasibu 5, tetapi kami sudah buat proposal yang 100 persen rencana saya jadi nanti mewakili rumah ada seluruh Indonesia 33 provinsi. Kemudian setiap hari Sabtu, orang bisa datang ke situ, ada yang mau belajar melukis kertas, ada yang mau membatik, ada yang nyinden, ada anak autis 8 tahun hafal juz amma sehingga orang yang datang ke situ itu akan mendapat inspirasi. Kalau perlu DPR yang mau dilantik silakan datang ke situ melihat saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Ada yang jual pulsa pakai kaki ibu, tangannya begini terus.

Saya sudah motivator tingkat nasional, yang kebetulan kalau keliling-keliling saya bawa anak-anak kami sesuai kebutuhan bagaimana tangannya sudah tidak berfungsi, kakinya masih bisa jual pulsa, Ibu.

Ibu Negara Republik Indonesia
Di Semarangnya di mana Bapak?

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Iya di Semarangnya di Kembalan Ibu, sekolah baru, baru 6 tahun.

Ibu Negara Republik Indonesia
Di kota?

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Agak kota ya, tapi agak pinggir. Dulu orang katakan pinggir, tapi sekarang sudah ramai. Kalau dari bandara 30 menit, Ibu.

Ibu Negara Republik Indonesia
Tigapuluh menit. Baik nanti kita catat, Bapak. Mungkin sekali-kali, Ibu-ibu SIKIB juga berangkat ke sana untuk menengoknya.

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Nanti kami tampilkan anak autis pertama lahir di SLB kami.

Ibu Negara Republik Indonesia
Baik.

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Matur nuwun, Ibu.

Ibu Negara Republik Indonesia
Luar biasa mari kita berikan tepuk tangan kepada Bapak dan juga anak-anak kita.

Hadirin sekalian,
Membuktikan bahwa benar anak-anak yang berkebutuhan khusus jangan pernah dilupakan, jangan pernah ditinggal di belakang karena mereka sebetulnya mempunyai bakat sendiri. Bakat yang, potensi mereka yang harus kita gali dari seorang pendidik maupun dari orang tua. Saya persilakan barangkali bisa dilanjutkan untuk itu ya Bapak monggo.

Menteri Pendidikan Nasional
Jadi terima kasih, Bapak. Jadi ini bagian dari program kita. Jumlah sekolah-sekolah yang melayani kebutuhan khusus itu kan ndak banyak. Lah ini. Oleh karena itu, kami sudah memprogramkan, ini kita beresin semua sekolah yang memberikan layanan kebutuhan khusus itu. Insya Allah, pokoknya kita bertekad sebelum 2014, 2014 semuanya lunas tugas-tugas kita. Injih. Terima kasih Ibu. Sudah ya? Ada lagi? Puisi yang baca puisi? Ya.

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Ini murid kami yang masuk SD semua menolak karena usil tidak bisa diam, tetapi dia mempunyai kemampuan yang luar biasa, belajar IT nggak ada yang ngajari. Kharisma coba sedikit saja tirukan iklannya Bu SBY yang UNICEF.

Kharisma Rizki Pradana
Halo Ibu-ibu,
Untuk buah hati, beri yang terbaik mulai dari nama, kasih sayang dan ASI. Betul Ibu Bidan, bantu ibu-ibu menyusui ya. Karena ASI yang terbaik untuk tumbuh kembang bayi. Ayo kita semua dukung Ibu untuk menyusui. Berikan ASI saja selama 6 bulan pertama.

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Ibu SBY tadi bagaimana? Nanti mau dibuatkan Rumah Inspirasi.

Kharisma Rizki Pradana
Lahirnya di Yogya, 6 Juli 52.

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Berapa?

Kharisma Rizki Pradana
Yogya, 6 Juli 52.

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Lahirnya Ibu. Nikahnya tanggal berapa?

Kharisma Rizki Pradana
30 Juli 76.

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Putranya berapa?

Kharisma Rizki Pradana
Dua.

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Namanya siapa?

Kharisma Rizki Pradana
Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro.

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Kalau Presiden ke-6 siapa?

Kharisma Rizki Pradana
Pak SBY.

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Pak SBY lahir di mana?

Kharisma Rizki Pradana
Pacitan, 9 September 49.

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Sudah dikasih ke SBY, habis itu baca puisi. Kita kasih tepuk tangan Kharisma Rizki Pradana.

Kharisma Rizki Pradana
Gedung yang begitu indah, jangan dibuat seolah-olah seram, kusam, dan lain-lainnya sebaiknya kita tampilkan dari sisi keindahannya. Kita sebaiknya juga memiliki tanggung jawab guna memajukan dan menyelamatkan khasanah sejarah kita.

Ibu Negara Republik Indonesia
Wah itu adalah pidato saya pada waktu meresmikan Lawang Sewu. Luar biasa. Pidato saya waktu di Lawang Sewu.

Guru Dedikasi Tahun 2005, Semarang
Masih banyak kemampuan yang lain. Dia hafal lapangan terbang seluruh Indonesia, IT dan segala macam. Sekolahnya di SLB Bu, tapi masukkan ke SMP umum nggak mau, jadi secara administrasi di SLB tapi kalau tes, saya antar ke sekolah umum biar mendapatkan kesempatan seperti yang lain.

Ibu Negara Republik Indonesia
Cita-citanya apa?

Kharisma Rizki Pradana
Dokter.

Ibu Negara Republik Indonesia
Oh cita-citanya dokter. Katanya mau baca puisi. Silakan.

Kharisma Rizki Pradana
Kota kecil
Karya Bapak Drs. Ciptono, Kepala Sekolah SLB Negeri Semarang

Dunia berjalan semakin cepat
Akal manusia semakin hebat
Hari ini Sabtu, besok pagi datang Jumat
Waktu sedetik jelajah Timur dan Barat

Menatap gunung, menembus benteng, memburu nikmat
Nikmat dunia, maut datang menjelat
Bagiku sepeser tiada berharga
Tetapi kini aku bertanya bagaimana panorama kehidupan jiwa
Jiwa indah jelita kini terselubung kabut tebal, kabut keindahan semu nikmat dunia

Di sanalah tempat kami berpijak
Berangkat mengarungi samudera kehidupan
Melawan ombak dan topan, menyongsong masa depan
Di sanalah kota yang aku beri nama Kota Kecil

Wahai Ibu Presiden
Wahai Ibu Wakil Presiden
Wahai Ibu Menteri
Wahai Bapak, Ibu yang hadir di sini

Jadilah arsitektur pembangunan, abdi manusia pendekar bangsa menembus kabut anak berkebutuhan khusus
Anak berkebutuhan khusus adalah anak tuna netra, tuna rungu wicara, tuna grahita, tuna daksa, tuna laras, tuna ganda dan autisme seperti saya
Mereka bukan produk Tuhan yang gagal
Mereka tidak perlu dikasihani, tetapi perlu diberi kesempatan, seperti sekarang ini

Yang berkebutuhan khusus tiada cela
Hakehat manusia mendasari jiwa
Anak berkebutuhan khusus adalah anak
Mereka batang-batang emas yang tertimbun

Ibu Negara Republik Indonesia
Wah Kharisma luar biasa ya. Rizki Kharisma. Saya mendapat sedikit catatan kecil bahwa insya Allah nanti Rumah Inspirasi akan dilihat dan mendapatkan sponsor untuk bisa dibangun. Bapak terima kasih. Saya kembalikan kepada. Silakan. Kita lanjutkan.


*****

Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Presiden


Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang