BERITA UTAMA

PROGRAM PRIORITAS

BLUSUKAN

Ajak Umat Muslim Teladani Sikap Kecintaan Bangsa Para Kiai

Para kiai di Tanah Air dikenal memiliki sikap kepedulian dan kecintaan yang tinggi pada bangsa dan negara. Bahkan, sejak sebelum perang kemerdekaan, para kiai...

Dari Lombok, Menuju Cirebon

Setelah menjalani penerbangan dengan menggunakan Pesawat CN-295 TNI AU selama hampir dua jam, Presiden Joko Widodo beserta rombongan tiba di Bandar Udara Cakrabhuwana, Kota...

Resmikan Masjid Nurul Bilad di Mandalika

Setelah meresmikan beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pada Jumat, 20 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo melaksanakan ibadah Salat Jumat di Masjid Nurul Bilad....

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resmi Dioperasikan

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang berada di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, resmi dioperasikan. Peresmian yang dilakukan langsung oleh Presiden Joko...

Penyerahan 5.750 Sertifikat Tanah di Mandalika

Mengawali hari kedua berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 20 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo menyerahkan 5.750 sertifikat kepada masyarakat se-Provinsi NTB...

FOTO VIDEO

Inovasi itu penting. Itulah yang pemerintah lakukan dalam menyampaikan bantuan sosial kepada masyarakat. Semuanya dengan cara non-tunai: mulai dari Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, hingga Kartu Keluarga Sejahtera, semua non-tunai.

Mengapa harus non-tunai? Tidak dengan membagi-bagi uang secara langsung? Karena pemerintah ingin penerima bantuan sosial tepat sasaran.

Datanya harus betul-betul akurat, mutakhir, satu, dan terpadu. Jangan menggunakan data sendiri-sendiri, dan jangan bekerja linier. Tiga tahun terakhir, pemerintah telah melakukan perubahan baik dalam sistem pendataan maupun sistem penyaluran. ... See MoreSee Less

View on Facebook

Tiga tahun menjadi Presiden Republik Indonesia, tiga tahun pula saya rajin mendatangi pesantren-pesantren. Dari yang dekat-dekat seperti Pondok Pesantren An Nawawi Tanara di Banten, Al-Amien Prenduan di Madura, Nahdlatul Ulum di Sulawesi Selatan, sampai Pondok Pesantren Al-Musthafawiyah di Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Mengapa ke pesantren? Dalam rentang waktu 15 sampai 20 tahun mendatang, akan terjadi kompetisi global yang sangat sengit. Nah, pondok-pondok pesantren adalah tempat yang tepat untuk anak-anak muda, para santri, dididik para kiai dan guru dengan fondasi karakter yang baik dan kuat.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan pembangunan 107 rumah susun pondok pesantren dalam rentang waktu 2015-2018. Jumlah unitnya 3.040 dan anggarannya mencapai Rp946,1 miliar. Sepanjang 2015-2016, pemerintah telah merealisasikan sebanyak 43 menara yang terdiri dari 1.290 unit di 18 provinsi. Di antaranya adalah Rusun Ponpes Darul Ulum di Semarang, Rusun Ponpes Al-Hidayah di Banyumas, Jawa Tengah, Rusun Ponpes Nahdlatul Ulum di Maros, Sulawesi Selatan dan Rusun Ponpes Darul Hikmah di Tulungagung, Jawa Timur.

Pada tahun 2017 ini, tengah diselesaikan 660 unit rumah susun pondok pesantren di 22 lokasi dengan anggaran Rp214,8 miliar. Tahun depan, rusun ponpes yang akan dibangun sebanyak 40 tower di 40 lokasi dengan biaya pembangunan termasuk pengadaan meubeler senilai Rp320 miliar.

Selamat Hari Santri Nasional 2017.

Foto: Biro Pers Setpres ... See MoreSee Less

View on Facebook

Tiga tahun terakhir, lima indikator ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, ketimpangan pendapatan, dan tingkat pengangguran -- semua menunjukkan bahwa kerja bersama kita telah berada di atas rel yang benar. ... See MoreSee Less

View on Facebook

Tiga tahun menjadi Presiden Republik Indonesia, adalah tiga tahun blusukan ke seluruh penjuru negeri.

Jika hanya duduk di kantor, kita tidak akan pernah tahu masalah di lapangan. ... See MoreSee Less

View on Facebook