BERITA UTAMA

PROGRAM PRIORITAS

BLUSUKAN

Buka Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden, Ajak Ulama Jaga Ukhuwah Islamiyah

Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden, pada Sabtu malam, 24 Februari 2018, di Sentul International Convention Center, Provinsi Jawa...

Dicalonkan Kembali Jadi Presiden di Pilpres 2019: Terima Kasih PDIP

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menetapkan Presiden Joko Widodo sebagai Calon Presiden periode 2019-2024. Keputusan tersebut ditetapkan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI...

Serahkan 15.000 Sertifikat Tanah kepada Warga Tabanan

Presiden Joko Widodo menyerahkan 15.000 sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, pada Jumat, 23 Februari 2018. Penyerahan tersebut dilakukan di...

Awali Kegiatan di Bali, Tinjau Padat Karya Tunai Di Tabanan

Mengawali kegiatan di Provinsi Bali, Jumat, 23 Februari 2018, Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan padat karya tunai irigasi kecil dan jalan produksi di Desa...

Silaturahmi dengan tokoh Jawa Barat Solihin ‘Mang Ihin’ Gautama

Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan tokoh Jawa Barat Solihin Gautama Purwanegara atau yang akrab disapa Mang Ihin di kediamannya di Jalan Cisitu Indah, Kelurahan...

FOTO VIDEO

Hari Minggu, kalian ke mana? Saya menonton film yang sedang tayang di bioskop-bioskop tanah air: Dilan 1990. ... See MoreSee Less

View on Facebook

Saya menyambut gembira Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden, yang dibuka pada Sabtu malam di Sentul International Convention Center, Jawa Barat. Festival ini digelar secara nasional dan diikuti oleh sejumlah elemen masyarakat di Tanah Air seperti kelompok pengajian, pondok pesantren, mahasiswa, dan pelajar.

Sholawat yang kita lantunkan dan kita gemakan bersama-sama merupakan bentuk kecintaan kita kepada Nabi, merupakan bentuk takzim kita kepada Nabi, dan rasa hormat yang amat dalam kepada Nabi, kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.

Melalui festival ini, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia khususnya umat Islam untuk mulai membiasakan diri melakukan hal-hal yang baik, berpikir positif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budi pekerti. ... See MoreSee Less

View on Facebook

Demi keamanan dan keselamatan pekerja dan pengguna layanan konstruksi, pekerjaan konstruksi layang di seluruh proyek infrastruktur di Indonesia dihentikan sementara sejak 21 Februari 2018. Ada 36 proyek yang pengerjaan konstruksi layangnya dihentikan sementara dan dievaluasi, terdiri dari 32 proyek jalan tol, tiga proyek konstruksi kereta api ringan, dan satu proyek jalur kereta api dwiganda (double double track).

Sejak itu pula, Komite Keamanan Konstruksi (KKK) melakukan evaluasi dengan delapan kriteria yang ketat atas seluruh proyek itu seperti soal desain, tenaga kerja kompeten, peralatan, material dan teknologi yang memenuhi standar, dan seterusnya.

Sehari setelah penghentian itu, satu proyek konstruksi layang sudah bisa dilanjutkan pekerjaannya, yakni pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua. Pengangkatan bentang tengah jembatan ini dilakukan setelah evaluasi oleh KKK dan Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan (KKJTJ), dan dinyatakan dapat dilanjutkan.

Tentu saja tidak seluruh pekerjaan di 36 proyek tersebut dihentikan. Untuk pekerjaan konstruksi bukan layang seperti pengaspalan, rigid pavement, pembersihan lapangan, dan pembangunan infrastruktur lainnya terus dilanjutkan. Evaluasi ini tidak akan menghambat pekerjaan konstruksi di lapangan. Jika proyek telah memenuhi persyaratan dan dapat disetujui, pekerjaan dapat dilanjutkan.

Foto: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ... See MoreSee Less

View on Facebook

Saya tak pernah bosan mengingatkan berulang-ulang soal hambatan kegiatan investasi dan ekspor yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi. Itu pula yang saya sampaikan kepada para gubernur yang menghadiri rapat kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), di Bandung, Kamis lalu.

Apa hambatan itu? Banyaknya aturan, banyaknya rekomendasi, dan banyaknya persyaratan. Saya meminta pemerintah daerah berperan untuk secepat-cepatnya menyederhanakan proses perizinan yang dinilai dapat menghambat kegiatan investasi dan ekspor.

Penyederhanaan perizinan inilah yang akan ‎mempercepat dunia usaha untuk bergerak, berekspansi, serta berinvestasi. Sehingga kita harapkan lapangan kerja semakin bertambah.

Foto: Biro Pers Setpres ... See MoreSee Less

View on Facebook