Berita Utama

SBY dan Ibu Ani Kembali ke Jakarta

Setelah membuka sekaligus menjadi pembicara kunci pada UNAOC ke-6, Presiden SBY dan Ibu Ani serta delegasi kembali ke Jakarta, dengan dilepas Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Presiden lepas landas dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (29/8) pukul 15.15 Wita. Kepulangan ini sekaligus mengakhiri rangkaian kunjungan kerja SBY ke Papua, Timor Leste, dan Bali, sejak Jumat (22/8) lalu.

Ketegangan Barat-Rusia Bukan Semata Geopolitik, Tapi Juga Intraperadaban

Presiden SBY, Sekjen PBB Ban Ki-moon (kiri), Perwakilan PBB untuk Aliansi Peradaban, memberi keterangan pers bersama tentang UNAOC ke-6 di BNDCC, Jumat (29/8) pagi. (foto: cahyo/presidenri.go.id) Dunia kini menghadapi situasi yang lebih mengkhawatirkan dalam konteks hubungan intraperadaban. Di Barat, terjadi peningkatan ketegangan antara AS dan negara-negara Eropa Barat, dengan Rusia di pihak lain. Ketegangan tidak semata bersifat geopolitis, tetapi juga mencerminkan adanya gangguan dalam hubungan intraperadaban, kata Presiden SBY di Nusa Dua, Bali, Jumat (29/8) pagi.

Dari Bali, Mengirim Pesan Pentinnya Dialog dan Rekonsiliasi

Melalui Aliansi PBB untuk Peradaban atau UNAOC, Presiden SBY berharap ada penegasan kembali komitmen untuk meningkatkan toleransi dan sikap saling memahami. "Melalui Forum ini pula kita harus mampu mengirimkan pesan ke seluruh penjuru dunia akan pentingnya dialog dan rekonsiliasi," kata Presiden SBY dalam keterangan pers bersama Sekjen PBB di BNDCC, Jumat (29/8) pagi.

RI-Timor Leste, dari Permusuhan Jadi Hubungan Terbaik Asia

Presiden SBY dan PM Timor Leste Xanana Gusmao pada pembukaan UNAOC ke-6 di BNDCC, Jumat (29/8) pagi. (foto: cahyo/presidenri.go.id) Presiden SBY menyarankan Aliansi PBB untuk Peradaban dapat membantu mengembalikan kepercayaan antara negara-negara. Memang tidak mudah. "Tapi ini persis bagaimana Indonesia dan Timor Leste, dengan sejarah yang menyakitkan, telah berhasil berkembang dari permusuhan ke salah satu hubungan bilateral yang terbaik di Asia," kata Presiden SBY pada pembukaan UNAOC ke-6, di BNDCC, Jumat (29/8) pagi.

SBY Sarankan Aliansi PBB Gunakan Media Sosial untuk Tangkal Radikalisme

Presiden SBY menyampaikan pidato kunci pada pembukaan UNAOC ke-6 di BNDCC, Jumat (29/8) pagi. (foto: cahyo/presidenri.go.id) Internet dan media sosial telah dimanfaatkan sebagai agen penyebaran virus prasangka dan advokasi kekerasan. Banyak teroris direkrut melalui media sosial. Oleh karena itu, Presiden SBY menyarankan Aliansi PBB juga masuk ke media sosial. "Setidaknya para pendukung dialog antarbudaya dan agama harus memanfaatkan secara optimal internet, khususnya media sosial," kata Presiden SBY saat membuka UNAOC ke-6 di BNDCC, Jumat (29/8) pagi.