Berita Utama

SBY dan Ibu Ani Lepas Pasukan Garuda XXIII

Ibu Ani memeluk putra sulungnya, Lettu Inf. Agus Harimurti Yudhoyono, di bandara internasional Soekarno - Hatta, Rabu (8/11) petang, disaksikan SBY. (foto: anung/presidensby.info)
Ibu Ani memeluk putra sulungnya, Lettu Inf. Agus Harimurti Yudhoyono, di bandara internasional Soekarno - Hatta, Rabu (8/11) petang, disaksikan SBY. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Suasana amat mengharukan memenuhi ruang keberangkatan Terminal III Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (8/11) pukul 18.30 WIB, saat Presiden SBY dan Ibu Ani melepas Tim Pendahulu Pasukan Perdamaian, Garuda XXIII. Tim beranggotakan 125 personil TNI itu akan bertugas di Lebanon sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. Tampak mendampingi Presiden SBY antara lain Panglima TNI Marsekal Joko Soeyanto, KSAD Jenderal Djoko Soetanto dan Komandan Kostrad Erwin Sujono. Tim Pendahulu berangkat ke Lebanon dengan menggunakan pesawat komersial North American Airways, yang dicarter pihak United Nations (UN).

Anggota keluarga yang mengantar terlihat terharu bercampur bahagia menyaksikan anak, suami atau ayah mereka pergi untuk mengemban tugas internasional itu. Diantara mereka yang akan berangkat itu, termasuk Lettu Inf. Agus Harimurti Yudhoyono , putra sulung SBY, yang bertindak sebagai Wakil Seksi Operasi di Pasukan Perdamaian ini. Tak ketinggalan ikut mengantarkan keberangkatan Tim Garuda XXIII, tentu, adalah Anissa Pohan, istri Lettu Inf. Agus Harimurti. Seperti istri-istri prajurit lainnya yang juga akan berangkat, Anissa bagai tak mau melepaskan gandengan tangannya pada lengan sang suami. Hampir semua kamera wartawan selalu mengikuti kemanapun pasangan muda ini melangkah. Tampak pula putra bungsi SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono.

Kata Jubir Presiden, Andi. A.Mallarangeng, “SBY juga manusia biasa, sama seperti orangtua kebanyakan yang melepaskan kepergian anaknya untuk melakukan tugas sebagai pasukan perdamaian. Beliau seorang tentara, yang juga punya pengalaman sebagai prajurit yang pernah ditugaskan sebagai pasukan perdamaian sewaktu di Bosnia. Sementara Ibu Ani juga adalah anak seorang prajurit dan bersuamikan seorang prajurit, sehingga sudah terbiasa dengan suasana seperti ini. Walaupun sedih melepaskan putranya, tapi ini adalah tugas negara. Presiden SBY dan Ibu Ani bangga putranya dapat ikut berperan serta dalam tugas mulia ini.“

“Semuanya siap,” seru Presiden SBY. “Siap!” teriak pasukan yang sudah berbaris rapi. “Selamat bertugas,” lanjut SBY. Satu persatu para prajurit bersalaman dengan Presiden dan Ibu Negara sebelum naik pesawat. Saat tiba giliran, Agus maju untuk memberi hormat, kemudian mencium tangan SBY dan Ibu Ani. Sebagai orangtua, SBY dan Ibu Ani kemudian mencium dan memeluk putranya itu.

Tim Pendahulu Pasukan Perdamaian Garuda XXIII ini akan singgah di Turki sebelum melanjutkan penerbangan menuju ke Beirut, Ibukota Lebanon, yang telah hancur luluh lantak dibombardir tentara Israel selama 34 hari . (osa/win)