Berita Utama
Jumat, 17 November 2006, 20:48:32 WIB
Presiden:
Tak Ada Negara yang Dapat Mengatasi Ancaman Ekonomi Sendirian
Presiden SBy saat memberi sambutan di hadapan para pemimpin masyarakat bisnis APEC di Hanoi, Vietnam, Jumat (17/11) sore. (foto: abror/persidensby.info)
Ini adalah ketiga kalinya Presiden SBY memberikan sambutan pada forum yang sama, sehingga diawal sambutannya, sambil bercanda Presiden mengatakan bahwa dirinya sampai kehabisan ide untuk berbicara di forum ini. Dalam sambutannya yang diberi tema ”The Economic Security Threats of the Future: Are the Responses of Today Adequate?”, Presiden berpendapat bahwa topik ini sangat relevan, mengingat saat ini dunia menghadapi serangkaian tekanan dan isu-isu yang harus dihadapi APEC secara serius.
”Tidak ada satu negarapun yang dapat mengatasi ancaman-ancaman keamanan ekonomi ini sendirian. Untuk itulah kita berkumpul di tempat ini sekarang. APEC juga jangan berfokus pada masalah yang kita hadapi sekarang, namun juga bagaimana mengatasi masalah-masalah ancaman keamanan ekonomi yang akan kita hadapi nanti,” ujar Presiden.
Untuk memberantas korupsi sebagai salah satu dari lima ancaman keamanan ekonomi, SBY menegaskan bahwa seluruh bangsa di dunia harus bekerjasama. ”Dari 27 negara termasuk 12 anggota APEC telah bergabung dengan ADB/OECD Anti-Corruption Initiative untuk Asia dan Pasifik. Saya gembira karena kita dapat bekerjasama dengan ADM/OECD dalam memberikan penilaian pada rencana anti korupsi bilateral dan regional antara anggota APEC, termasuk bantuan hukum yang sama-sama menguntungkan, penyerahan buronon dari peradilan, pengusutan aset dan penyelamatan aset, ” kata SBY.
Presiden menitikberatkan hal tersebut sebagai langkah yang menjanjikan untuk melawan korupsi di kawasan Asia Pasifik. ”Ini sangat penting untuk rakyat kita, sangat penting untuk dunia bisnis dan penting untuk APEC,” tegas Presiden.
Sementara untuk ancaman keamanan ekonomi yang disebabkan oleh ketidakstabilan dan ketidakamanan lingkungan, Presiden SBY menekankan perlunya dialog antar budaya dan antar agama dengan memperkuat toleransi antar anggota APEC. ”Hal ini tidak hanya mempromosikan keamanan dan kestabilan lingkungan antar budaya, tetapi juga mendorong interaksi ekonomi,” lanjut Presiden.
”Sangat penting bagi organisasi seperti APEC menyediakan solusi untuk tantangan ekonomi baru, sebelum mereka menjadi ancaman. Kami sangat membutuhkan para pemimpin ekonomi untuk bekerjasama dengan pemerintah APEC dengan visi strategi yang sama dengan yang mereka gunakan pada dunia bisnis. Pemerintah, pemimpin sosial, pemimpin dunia bisnis, semuanya harus berpikir dan bertindak sebagai satu komunitas masyarakat,” kata Presiden.
Turut serta mendampingi Presiden dalam acara ini antara lain Menlu Hassan Wirajuda, Mendag Mari E.Pangestu, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Dubes RI untuk Vietnam Artauli Tobing serta dua Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng. (osa)



