Berita Utama

Presiden Undang PM Abe ke Indonesia

PM Jepang, Shinzo Abe dan Presiden RI, SBY, di Kantor Perdana Menteri Jepang di Tokyo, Selasa (28/11) sore. (foto: anung/presidensby.info)
PM Jepang, Shinzo Abe dan Presiden RI, SBY, di Kantor Perdana Menteri Jepang di Tokyo, Selasa (28/11) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Tokyo: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang PM Jepang, Shinzo Abe untuk berkunjung ke Indonesia. Hal itu dikatakan SBY diakhir pernyataan persnya bersama Shinzo Abe, di Kantor Perdana Menteri Jepang, Selasa (28/11) sore.

Sebelumnya, SBY dan Abe telah menandatangani Strategic Partnership for Peaceful and Prosperous Future setelah keduanya melakukan pertemuan empat mata dan memimpin pertemuan bilateral kedua negara.

“Saya merasa senang, karena pertemuan bilateral kedua negara berlangsung secara konstruksitf dan produktif, menghasilkan kesepakatan-kesepakatan serta keinginan bersama untuk meningkatkan kerjasama Indonesia – Jepang di waktu-waktu yang akan datang,” kata Presiden.

Ditambahkan, “Dalam pertemuan tadi, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Shinzo Abe atas terpilihnya beliau menjadi Perdana Menteri dan atas terbentuknya kabinet Jepang. Kami percaya, di bawah kepemimpinan beliau Jepang akan makin maju. Saya juga berharap di bawah kepemimpinan beliau, kerjasama antara Indonesia dan Jepang dapat ditingkatkan lebih luas dan lebih dalam lagi,” lanjutnya.

“Saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah dan rakyat Jepang, atas bantuan dan kerjasamanya selama ini terhadap Indonesia, baik dalam rangka ODA maupun non ODA, termasuk bantuan Jepang kepada Indonesia akibat bencana tsunami dan gempa bumi di berbagai wilayah di Indonesia. Jepang amat penting bagi Indonesia, dan Jepang adalah partner Indonesia yang kredibel,” tegas SBY.

“Kerjasama Indonesia – Jepang selama ini berlangsung kuat dan konstruktif, apalagi setelah hari ini kita mendatangani Strategic Partnership for Peaceful and Prosperous Future . Dengan langkah ini saya yakin bahwa kerjasama dan kemitraan kedua negara akan lebih luas dan lebih berkembang lagi,” lanjut Presiden.

“Saya juga senang melihat kemajuan dari Economic Partnership Agreement yang sudah pada tingkat persetujuan untuk hal-hal yang prinsip. Saya angin agar hal itu segera difinalisasikan. Dengan demikian tahun depan, harapan kita, dapat diimplemantasikan dengan baik,” kata SBY.


Dijelaskan, “Kita juga membahas berbagai isu, antara lain kerjasama bidang maritim terutama pengamanan di Selat Malaka, kerjasama dalam menghadapi bencana alam, kerjasama dalam menangani flu burung atau avian influenza serta kerjasama dalam memerangi terorisme dan kejahatan trans nasional.”

Menyangkut masalah Korea Utara, kata SBY, Sebagaimana disampaikan Perdana Menteri Abe, kita juga mempunyai keprihatinan yang sama. Harapan kita agar permasalahan di Semenanjung itu dapat diselesaikan dengan baik. Apa yang disampaikan Perdana Menteri Abe tadi adalah juga pikiran kita untuk merespon perkembangan di Korea Utara, dengan harapan akan dicapainya sebuah solusi yang baik,” katanya.

“Tadi secara khusus kita juga membahas kerjasama di bidang enegrgi yang cukup luas, termasuk kerjasama untuk meningkatkan produksi minyak dan gas di Indonesia, serta kerjasama untuk meningkatkan penjualan LNG di masa yang akan datang. Kita tadi juga membahas kerjasama pembangunan infrastuktur transportasi di Jakarta, semoga apa yang telah disepakati itu bisa segera ditindaklanjuti. Kami tadi juga membahas masalah PBB, termasuk mengenai isu reformasi DK-PBB. Dan terakhir, saya mengundang Perdana Menteri Abe untuk berkunjung ke Indonesia," kata Presiden SBY kepada puluhan wartawan baik dari Jepang, Indonesia dan luar negeri. (nas)