Berita Utama
Kamis, 14 Desember 2006, 11:05:43 WIB
Presiden di Kasongan:
Kita Akan Perkuat Pasar Domestik
Presiden SBY dan Ibu Ani saat mengunjungi dan dialog dengan perajin gerabah Kasongan di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Kamis (14/12) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
“Kita ingin sejalan dengan semakin membaiknya ekonomi dan meningkatnya daya beli masyarakat, kita perbesar pasar dalam negeri. Kalau pasar dalam negeri sudah kuat, maka domestic market sudah bisa menampung produk yang kita kerjakan,” kata Presiden.
Setelah pasar domestik menguat, langkah berikutnya adalah memperbesar atau melebarkan pasar di luar negeri. Dalam setiap kunjungan kerja dan melakukan kerjasama ekonomi dengan negara sahabat, Presiden SBY selalu menyampaikan kepada mitra asing tersebut agar kerjasama itu harus menyangkut sektor usaha kecil dan menengah, “Harus menyangkut kerjasama dalam promsi dan pemasaran handycraft Sehingga pasar dil uar negeri makin pasti, luas, dan melebar. Hanya dengan kepastian pasar di dalam maupun dil uar negeri industri ini akan hidup,” Presiden menambahkan.
Agar produk dan pasar lokal tumbuh dengan kuat, maka langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah membuat kebijakan permodalan yang lebih membantu sektor UKM. Presiden menegaskan, pada masa krisis dulu sektor UKM inilah yang mampu bertahan. “Saya punya keyakinan sektor UKM ini sangat aman dan sudah saatnya kita alirkan permodalan untuk sektor ini,” ujar Presiden.
Untuk itu, perlu lebih dirumuskan persyaratan yang sedemikian rupa agar sektor UKM dan para perajin khususnya, bisa memenuhinya. “Mari kita jadikan kerajinan tangan ini, UKM ini, sektor andalan. Dengan demikian makin banyak tenaga kerja yang terserap, makin sejahtera rakyat,” kata Presiden.
Pada kesempatan itu Presiden meminta para camat, kepala desa, betul-betul mengembangkan segala inovasi dan kreativitasnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kepada para perajin, Presiden meminta untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas produknya.
Presiden meminta setiap daerah di Indonesia memiliki keunggulan produknya masing-masing, tanpa perlu saling bersaing secara tidak sehat. Presiden mencontohkan Thailand yang memiliki prinsip one vilage one produkct. Indonesia sebenarnya juga sudah punya, hanya perlu digarap lebih lanjut. “Dengan cara berpikir seperti ini, dengan keunggulan masing-masing daerah, akan menjadi potensi yang berkembang di masa datang,” tutur Presiden SBY.
Hadir kunjungan dan dialog dengan para perajin gerabah Kasongan ini, antara lain, Menko Polhukan Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menakertrans Erman Suparno, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Meneg Koperasi dan UKM Suryadarma Ali, Seskab Sudi Silalahi, dan Kepala Bappenas Paskah Suzeta. Juga dua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal serta Staf Khusus Sardan Marbun dan Irvan Edison. (har)



