Berita Utama
Kamis, 14 Desember 2006, 14:40:53 WIB
Australia Menyesalkan Pembunuhan 2 Anggota TNI di Papua
Yogyakarta: Pemerintah Australia menyampaikan penyesalan atas pembunuhan dua orang Indonesia oleh OPM( Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Australia juga menyatakan belasungkawa terhadap keluarga korban. Jubir Presiden, Dino Patti Djalal menjelaskan hal tersebut dalam keterangan pers di Gazebo Gedung Agung, DI Yogayakarta, Kamis (14/12) siang.“Kemarin (Rabu, 13/12; red) kami telah menerima pesan dari pemerintah Australia yang disampaikan melalui Acting Dubes Australia di Jakarta, Louise Hand. Pesan tersebut menyampaikan penyesalan dari pemerintah Australia terhadap pembunuhan yang kejam tersebut,” kata Dino.
Seperti diketahui, 8 Desember lalu, Sertu Joko Susanto dan Serma (Purn) Tobias Sergen dibunuh di Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Diperkirakan pembunuhan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang tergabung OPM.
Australia, lanjut Dino, mengharapkan para pelaku pembunuhan dapat dicari, ditangkap, dan dibawa ke pengadilan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah Australia juga menyambut baik pernyataan dari aparat keamanan Indonesia yang pada intinya menekankan perlunya restrain dalam upaya mencari para pelaku pembunuhan.
“Pemerintah Australia kembali menekankan pentingnya penyelesaian masalah Papua melalui negosiasi dan dialog secara damai. Australia juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Presiden Yudhoyono untuk mencari solusi terhadap permasalahan di Papua sembari menekankan dukungan penuh Australia terhadap persatuan nasional Indonesia,” Dino menambahkan.
“Kami menyatakan terimakasih dan apresiasi terhadap pesan yang diberikan oleh Pemerintah Austaralia tersebut dan kami menganggap ini sebagai suatu langkah posistif yang mencerminkan suatu semangat kebersamaan dari perjanjian keamanan yang ditandatangani di Lombok (Desember 2005; red) antara kedua pemerintah,” ujar Dino.
Dino menjelaskan, pesan penyesalan dan belasungkawa pemerintah Australia tersebut merupakan salah satu buah dari perjanjian kerjasama keamanan Indonesia-Australia. “Dan ini saya kira merupakan suatu semangat baru antara Indonesia-Australia dalam bidang kerjasama keamanan,” katanya.
Dalam catatan sejarah hubungan Indonesia-Australia, ini kali pertama pemerintah Australia meberikan respon positif terhadap kasus yang menimpa aparat keamanan Indonesia di Papua. (har)



