Berita Utama

Presiden Resmikan Lima Pabrik di Sumsel

Presiden SBY menandatangani prasasti peresmian lima pabrik, di Kertapati, Palembang, Selasa (19/12) pagi. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Presiden SBY menandatangani prasasti peresmian lima pabrik, di Kertapati, Palembang, Selasa (19/12) pagi. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Palembang: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Selasa (19/12) pagi meresmikan tiga pabrik karet dan dua pabrik minyak kelapa sawit Sumatera Selatan. Presiden juga meresmikan Jembatan Air Betayang di Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Lokasi peresmian lima pabrik itu dipusatkan PT Sri Trang Lingga, di Kelurahan Keramasan, Kertapati, Palembang.

Ketiga pabrik karet yang diresmikan itu masing-masing PT Sri Trang Lingga, PT Mardec Musi Lestari dan PT Bintang Gasing Persada. Sedang dua pabrik minyak kelapa sawit yang diresmikan adalah PT Sriwijaya Palm Oil dan PT Hindolin. Kelima pabrik ini mampu menyerap 1.480 tenaga kerja.

Selain itu Presiden juga memberi bantuan alat pertanian dan benih pohon karet kepada para petani yang diterima perwakilannya, berupa 1 unit eskavator, 108 unit sepeda motor, 10 unit hand traktor, lima juta benih karet, 208 ribu batang bibit kebun entres karet, 200 ribu batang bibit karet, 2.500 set peralatan sadap karet, 65 ribu bibit kelapa sawit, 2 juta batang bibit gerhan, 875 ton benih padi, 3 ton benih jagung hibrida, 245 ton pupuk NPK, dan 50 ribu ekor benih ikan.

Dalam laporannya, Gubernur Sumsel Syahrial Oesman menjelaskan bahwa PT Sri Trang Lingga memperoduksi 108 ribu crumb rubber ton/tahun, terbesar di Sumatera Selatan. Perusahaan ini berstatus PMA, kerjasama antara PT Sri Trang Lingga Indonesia dengan Lingga Jaya Grup dengan total investasi 20 juta Dollar AS, mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 600 orang, dan memproduski karet SIR 20 standar ekspor. Pabrik karet PT Mardec Musi Lestari total produksinya 24 ribu ton/tahun, dengan investasi 12 juta Dollar AS, menyerap 240 tenaga kerja. Pabrik karet PT Bintang Gasing Persada memproduksi 48 ribu ton/tahun dengan nilai investasi Rp 150 milyar, menyerap 440 tenaga kerja.

Sedang pabrik minyak kelapa sawit PT Sriwijaya Palm Oil adalah PMDN dengan kapasitas 30 ton CPS/jam dengan investasi Rp 82 milyar dan menyerap 95 tenaga kerja. Pabrik minyak kelapa sawit PT Hindolin memproduksi 60 ton CPS/jam, dengan nilai investasi 12,2 juta Dollar AS, dan menyerap 105 tenaga kerja.

Presiden SBY juga meresmikan Jembatan Air Bentayang yang berada di Kabupaten Banyuasin, dengan panjang 122,4 meter dan lebar 10 meter. Jembatan ini dibangun dengan biaya Rp 16,8 milyar. Dana pembangunannya diperoleh dari patungan PT PN (PT Perkebunan Nasional ) VII sebesar Rp 8,4 milyar (50 persen), Pemprov Sumatera Selatan Rp 5,6 milyar (33,3 persen), dan Pemkab Banyuasin Rp 2,8 milyar (16,7 persen). Jembatan Air Bantayang terletak di sentra produksi perkebunan kelapa sawit.

Dalam sambutannya Presiden antara lain mengatakan, banyak sudah kegiatan yang kita canangkan dalam pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Tapi hanya beberapa yang benar-benar berhasil dan cepat menunjukkan perkembangan positif. Provinsi Sumatera Selatan termasuk yang berhasil, karena dalam waktu dua tahun ini telah mengembangkan diri menjadi lumbung pangan dan lumbung energi.” Presiden berharap daerah lain juga terus bergerak cepat untuk meningkatkan kinerja dan prestasinya agar kesejahteraan rakyat dapat ditingkatkan lebih cepat dan merata.

Setelah memberi sambutan, Presiden dan Ibu Ani beserta rombongan melakukan peninjauan ke dalam pabrik PT Sri Trang Lingga untuk melihat proses produksi karet. Tampak dalam rombongan antara lain Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Mendagri M.Ma’ruf, Menhub Hatta Rajasa, Menakertrans Erman Suparno, Seskab Sudi Silalahi, Wakil Ketua DPD-RI Irman Gusman dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng. (win)