Berita Utama
Selasa, 19 Desember 2006, 14:00:05 WIB
Presiden: Laksanakan Ketahanan Pangan
Presiden SBY menyerahkan bantuan kepada perwakilan petani Sumatera Selatan di Palembang, Selasa (19/12) pagi. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Menurutnya, manakala stok beras berkurang di pasar maka harus dilakukan penambahan, dan harganya harus tetap terjangkau. Presiden menyatakan dirinya setiap hari akan turut memantau stok dan harga beras setiap hari. "Saya mohon betul kerjasama dari seluruh rakyat Indonesia, terutama para pemimpin untuk betul-betul memastikan rakyat tidak mengalami kesulitan dalam membeli beras," tandas SBY.
“Dengan musim kemarau berkepanjangan, telah dilakukan antisipasi dan upaya lain untuk memastikan ketersediaan beras sekaligus memantau harganya, antara lain berupa operasi pasar. Peningkatan komoditas pangan telah menjadi program Pemerintah setiap tahun. Tujuannya agar negara memiliki ketahanan pangan dalam memenuhi kebutuhan 220 juta penduduk dengan pertambahan penduduk setiap tahun sebesar 1,3 persen. Dalam hal ini bukan saja peningkatan stok beras, tetapi juga produksi daging, jagung, kedelai dan bahan pangan lainnya. Telah menjadi program pemerintah, tahun demi tahun kita meningkatkan komoditas pangan agar negara kita memiliki kecukupan dan ketahanan pangan," tambahnya.
"Penduduk kita besar, jumlahnya mencapai 220 juta orang. Pertambahan penduduk setiap tahun sekitar 1,3 persen. Artinya banyak lagi saudara-saudara kita yang memerlukan kebutuhan pangan. Oleh karena itu produksi beras, daging, kedelai, jagung dan bahan pangan lain juga harus meningkat. Khusus beras, saya ingin semua daerah yang mencakup provinisi, kabupaten dan kota, benar-benar melaksnakan program peningkatan produksi beras," kata Presiden.
Beberapa saat yang lalu, lanjutnya, para gubernur telah melakukan deklarasi ketahanan pangan di Bogor untuk meningkatkan produksi berasnya. "Tolong laksanakan dengan sungguh-sungguh. Pertanian padi juga rentan pada musim kemarau yang berkepanjangan. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita mulai dari saya, para menteri, gubernur, bupati dan walikota, serta semua pihak untuk terus-menerus meningkatkan produksi beras serta meyakinkan bahwa stok beras jumlahnya cukup," kata Presiden.
"Menjadi tanggung jawab kita semua untuk memantau agar harga beras tidak terus-menerus naik. Sebab, kalau harga beras melambung dan di luar jangkauan kemampuan rakyat, maka hal itu akan menyusahkan. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan harga gabah, diharapkan bisa melindungi petani dengan harga pembelian yang pantas. Tapi setelah petani terlindungi, harga beras harus terjangkau oleh semua lapisan masyarakat," tegas Presiden SBY. (win)



