Berita Utama
Kamis, 4 Januari 2007, 12:24:34 WIB
Presiden Menerima Pengamat Penerbangan
Perlu Perbaikan Serius Soal Keselamatan Penerbangan
Presiden SBY menerima Chappy Hakim (mantan KSAU) dan pengamat penerbangan lainnya untuk membicarakan soal keselamatan penerbangan di Indonesia di Kantor Presiden, Kamis (4/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Menurut Chappy Hakim, dukungan terhadap keselamatan penerbangan sudah saatnya di-upgrade karena yang kita miliki sudah tertinggal jaman. "Kita tidak sanggup untuk memperbaharui peralatan kita secepat kemajuan yang terjadi di dunia. Kita memerlukan tahapan-tahapan untuk itu, karena kita mempunyai prioritas-prioritas dengan dana terbatas,” kata Chappy dalam keterangan pers usai pertemuan.
Menanggapi hilangnya pesawat Adam Air di wilayah Makassar tiga hari lalu, Chappy mengatakan, wilayah Makassar lalulintas udaranya memang padat (crowded). "Memang membutuhkan perhatian yang khusus dari otoritas penerbangan untuk melihat, antara lain, peralatan dan dukungan navigasinya,” kata Chappy.
Sementara itu, Menhub Hatta Rajasa menjelaskan, operasi pencarian pesawat Adam Air terus dilakukan melalui darat, laut, dan udara. Hari ini ada bantuan empat pesawat, yakni Boeing 737 seri 200 milik TNI AU, Nomad miliki TNI AL, Cassa, dan Fokker 50 dari Singapura yang dilengkapi sonar untuk melakukan pencaharian lokasi Adam Air.
“Komando pencaharian ini tetap dipegang oleh Dan Lanud Makassar, dan bantuan Singapura ini memang sudah menjadi kerjasama program bilateral di bidang Search and Rescue (SAR). Indonesia dengan Singapura mempunyai kerjasama di bidang SAR ini, kita melakukan latihan bersama-sama setiap tahun di Selat Malaka dan beberapa daerah baik di wilayah laut Indonesia maupun Singapura. Jadi dalam dunia SAR, bantuan seperti itu hal yang biasa," Hatta menjelaskan. "Baru saja saya mendapat telepon dari Panglima TNI, menyampaikan bahwa Amerika membantu dengan alat penginderaan satelit, setelah itu akan membantu peralatan yang dimobilisasi," Hatta menambahkan.
Menurut Hatta, dalam pertemuan dengan Presiden SBY, dibahas soal keselamatan, manajemen, dan operasional penerbangan, regulasi, dan lain-lain. "Dari masukan-masukan yang tadi kita bicarakan, kita masih perlu melakukan pengetatan dan pengawasan terhadap pelaksanaan safety tersebut, baik dari sisi regulator maupun oprator," ujar Hatta. (win)



