Berita Utama

Menteri Perhubungan:

Tak Ada Perbedaan Operasi Penyelamatan KM Senopati dan AdamAir

Jakarta: Hingga Jumat siang, sebanyak 241 penumpang KM Senopati Nusantara yang mengalami kecelakaan di perairan Jepara, Jawa Tengah telah dievakuasi. Dari jumlah itu, 233 orang dalam keadaan selamat, dan 8 orang meninggal. Hal ini disampaikan Menhub Hatta Rajasa, dalam keterangan persnya usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, hari Jum’at (5/1) sore di ruang pers kantor kepresidenan.

Dijelaskan, hasil operasi penyelamatan yang telah dilakukan atas musibah tenggelamnya KM Senopati Nusantara telah dilaporkan ke Presiden. "Saya tadi menyampaikan hasil laporan operasi Search and Rescue atau SAR yang berpusat di posko Semarang atas tenggelamnya KM Senopati d iperairan Jepara, bahwa yang telah dievakuasi sebanyak 241 penumpang, dengan rincian selamat 233 dan meninggal 8 orang. Dengan demikian laporan tanggal 2 Januari yang semula menyatakan 12 meninggal, tidak benar. Ini setelah dilakukan cek ulang atas penumpang yang telah dievakuasi oleh KM Andalas dan KM Antiri, ternyata 5 orang telah diambil keluarganya,” kata Hatta.

Walaupun operasi SAR yang dilakukan itu berdasarkan ketentuan protap yang ada yaitu tujuh hari bisa dihentikan, lanjut Hatta, namun Presiden mengintruksikan agar operasi penyelamatan diperpanjang waktunya dan diperluas jangkauannya. "Tadi Presiden mengintruksikan untuk terus melakukan operasi penyelamatan dan memperpanjang waktu operasi penyelamatan, karena berdasarkan pengalaman kejadian tsunami di Aceh tahun 2004, dimana menunjukkan masih ada saudara kita di tengah laut yang bisa diselamatkan pada waktu tiga minggu,” ujar Hatta.

Hatta Rajasa juga membantah adanya perbedaan dalam operasi penyelamatan KM Senopati Nusantara dengan AdamAir, yang dinilai mengutamakan pesawat Adam Air. “Operasi penyelamatan KM Senopati ini melibatkan pesawat CN 235 Nomad, dan kapal-kapal yang lain beroperasi dengan dibantu kapal-kapal yang berlayar melalui radio-radio pantai untuk di informasikan. Tidak betul kita membedakan dalam melakukan operasi penyelamatan antara KM Senopati Nusantara dan Pesawat AdamAir. Operasi SAR terhadap penyelamatan KM Senopati sejak awal telah melibatkan sembilan Kapal TNI Angkatan Laut. Padahal saat itu TNI AL sedang melakukan operasi latihan, namun diperintahkan untuk melakukan operasi penyelamatan. Dan saat ini operasi masih terus berlangsung, dan konsentrasi kita diperairan utara Pulau Madura, dan terus ke timur karena air dan angin bergerak ke timur,” kata Hatta.

Mengenai operasi pencarian pesawat AdamAir yang hilang sejak 1 Januari 2007, kata Hatta, upaya pencarian terus dilakukan namum hingga sampai saat ini belum berhasil ditemukan. "Walaupun kita telah menggunakan sedemikian banyak alusista (alat utama sistem pertahanan - red) kita, seperti dua pesawat pengintai 737 seri 200 milik TNI AU, satu pesawat SA 330, 3 pesawat Cassa 212 milik TNI AL, 1 Nomad TNI AL, pesawat Polri, dan Fokker 50 milik militer Singapura, dengan jangkauan terbang sudah 58,15 dalam 21 di luar dari flight. Artinya, satu hari terbang tiga kali. Disamping itu, di laut kita melibatkan empat kapal laut TNI AL, juga kita telah koordinasi dengan Menristek satu kapal Baruna Jaya milik BPPT yang memiliki kemampuan sonar yang bisa menjangkau kedalaman 1000 meter di laut,” jelasnya.

“Sedangkan personil yang terlibat dalam upaya pecarian itu, sama dengan ketika kita melakukan pencarian penumpang KM Senopati Nusantara, yakni melibatkan seluruh unsur TNI dan Polri, Basarnas, KNKT, pihak AdamAir, dan Angkasa Pura II Hasanuddin Makassar, tim SAR, LSM, universitas, serta masyarakat umum baik yang ada di Sulawesi Selatan maupun Sulawesi Barat. Jumlahnya sekitar 2 ribu orang. Presiden juga mengarahkan agar operasi pencarian ini terus dilakukan dengan seluruh kemampuan yang ada, dan tidak dibatasi waktu,” tambah Hatta Rajasa. (win)