Berita Utama

Di Manado, SBY dan Ibu Ani Bertemu Keluarga Korban AdamAir

Presiden SBY dan Ibu Ani bertemu keluarga korban AdamAir,  di Hotel Ritzy, Manado, Sulut, hari Minggu (14/1) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani bertemu keluarga korban AdamAir, di Hotel Ritzy, Manado, Sulut, hari Minggu (14/1) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Manado: Dalam suasana haru, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani bertemu dengan sekitar 15 keluarga korban kecelakaan pesawat AdamAir di Ruang Bunaken 1, Hotel Ritzy, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (14/1) malam. “Sejak saya mendengar tentang berita itu dari Menteri Perhubungan dan Panglima TNI, sampai sekarang kita terus berupaya untuk menemukan dan mendapatkan kejelasan tentang musibah ini,” kata Presiden.

“Kalau ada kebesaran Tuhan yang tidak pernah kita tahu, kitapun harus terus-menerus mencari. Dalam konteks itulah saya masih berusaha untuk terus memerintahkan agar upaya pencarian dan membuka rahasia tragedi ini dapat diungkapkan secara tuntas. Namun ingat, ada pula batas kemampuan kita untuk memahami rahasia dan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, lanjutnya.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain Mendagri M. Ma’ruf, Mentan Anton Apriyantono, Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, serta Jubir Kepresidenan Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Presiden mengingatkan, meskipun kecelakaan transportasi laut, darat maupun udara faktornya banyak, apakah hal itu karena cuaca yang buruk atau karena kerusakan mesin secara tiba-tiba, tetapi karena sekarang ini cuaca dunia termasuk di Asia Tenggara tidak baik, maka seyogyanya masyarakat Indonesia tetap mempertimbangkan faktor cuaca bila hendak melakukan perjalanan atau kegiatan apapun.

Presiden SBY mengatakan bahwa pemerintah sudah membentuk Tim Nasional untuk melakukan evaluasi dari semua sistem manajemen dan operasi transportasi darat, laut dan udara, yang terjadi selama sepuluh tahun terakhir. “Ini kita lakukan agar sistem dan manajem kita makin baik, perhatian kepada aspek-aspek keselamatan dan keamananpun dapat ditingkatkan,” ujar Presiden.

“Ini adalah tugas kami dan perusahaan-perusahaan penerbangan serta pelayaran. Tetapi saat ini saya memilih untuk memfokuskan pada upaya pencarian, karena itu yang paling utama dan nanti pasti kita lakukan evaluasi yang menyeluruh tentang apa yang sebenernya terjadi,” ujar Presdien. “Sekarang masih terlalu dini saya mengatakan ada kesalahan disana atau disitu, biarkan semunya berlangsung dulu dan ada tim investigasi menyelesaikan ini semua. Saya minta dijelaskan kepada rakyat,” lanjutnya.

“Sampai kita mendapatkan jawaban, sayapun belum berani mengatakan untuk menyampaikan bela sungkawa meskipun dari serpihan pesawat sendiri sudah ditemukan,” ungkap Presiden.

Tentang pernah terjadinya informasi yang tidak tepat, Presiden SBY sudah memberikan teguran keras. ”Meskipun setelah dijelaskan kepada saya, saya maklum. Sangat mungkin dalam kondisi seperti itu ada sedikit informasi dan langsung diinformasikan ke atas dan atasnya lagi. Jadikan ini sebagai pengalaman,” kata Presiden. “Saya sudah menginstruksikan untuk menjadikan satu pintu dalam memberi penjelasan,” tambahnya.

Acara diakhiri dengan doa bersama dipimpin oleh salah seorang keluarga korban yang kehilangan putrinya, menantu serta ketiga cucunya. Usai berdialog, Presiden dan Ibu Ani kemudian menyalami seluruh keluarga korban kecelakaan pesawat Adam Air yang hadir sambil memberikan semangat untuk tetap tabah. (osa)