Berita Utama

Presiden pada Penyerahan Penghargaan untuk Atlit:

Mari Bangkitkan Olahraga Kita yang Pernah Jaya

Presiden SBY menyerahkan penghargaan kepada atlet peraih medali pada Asian Games ke XV Doha 2006, di Istora Senayan, Jumat (19/1) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyerahkan penghargaan kepada atlet peraih medali pada Asian Games ke XV Doha 2006, di Istora Senayan, Jumat (19/1) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Janganlah kita saling menyalahkan. Mari kita semua melakukan upaya –upaya bersama untuk meningkatkan prestasi, membangkitkan kembali dunia keolahragaan kita yang pernah mengalami kejayaan. Ajakan itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jum’at (19/1) sore, di Gedung Serba Guna Gelora Senayan Jakarta, pada penyerahan penghargaan kepada atlet peraih medali pada Asian Games ke XV di Doha 2006.

Menurut Presiden, dunia olahraga kita pernah jaya. Sejarah mencatat pasang surut atas dunia olahraga Indonesia. ”Bangsa yang besar adalah bangsa yang melakukan suatu refleksi kritis yang jujur. Mengapa? Karena kita pernah jaya. Sekali-sekali ada penurunan. Mengapa kita bangkit lagi, turun lagi, dan seterusnya. Oleh karena itu kita tidak perlu mencari-cari siapa yang salah, tetapi kita semua harus berbuat lebih lagi. Harus mawas diri, harus berbenah diri untuk melakukan upaya – upaya bersama meningkatkan prestasi kita, membangkitkan kembali kejayaan kita dibidang olaharaga,” kata Presiden SBY.

“ Kita harus hidup dengan optimisme yang lebih tinggi dengan keyakinan dan kepercayaan yang tinggi. Apabila itu yang menjadi semangat kita, Yang Maha Kuasa akan memberikan jalan untuk meningkatkan prestasi keolahragaan bangsa kita,” tambah Presiden.

Dikatakan, apapun hasil para atlit yang telah diperoleh pada Asian Games ke XV yang lalu, perlu kita hargai dan hormati "Saudara – saudara telah menyumbangkan prestasi yang bagaimanapun harus kita banggakan. Kita harus hormati, dan menganggap ini babak penting dalam pengembangan dan pencapaian prestasi yang lebih tinggi lagi di masa akan datang. Saya tahu medan laga semakin keras. Saya tahu negara-negara lain telah memobilisasi semua potensi yang dimilikinya untuk memajukan olahraganya. Saya tahu meskipun yang kita miliki belum kita kembangkan sepenuhnya, tapi saudara-saudara telah berjuang sangat keras karena saya mengikuti semua itu,” kata Presiden SBY.

Sebelumnya, Menpora Adiyaksa Dault dalam laporannya mengatakan, sebagaimana di amanahkan dalam UU No 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional, bahwa yang berjasa dalam memajukan olahraga akan diberi penghargaan. "Pada kesempatan ini akan diberikan penghargaan kepada olahragawan yang meraih medali pada Asian Games 2006 di Doha, yakni dua atlit peraih medali emas, yang memperoleh uang masing sebesar Rp 400 juta, lalu kepada empat atlit peraih medali perak masing-masing mendapatkan uang sebesar Rp 200 juta, dan 44 atlit peraih medali perunggu memperoleh masing-masing Rp 50 juta,” kata Adiyaksa.

Selain itu, terkait dengan penghargaan, pada rapat kabinet terbatas yang dipimpin langsung Presiden SBY pada akhir Desember 2006, telah dikaji kemungkinan diterimanya pegawai negeri yang akan diambil dari para atlit-atlit yang berprestasi. Dan pada tahun 2007 ini juga akan diberikan 100 unit rumah bagi atlit yang berprestasi. Untuk meraih prestasi olahraga 2007 ini, telah dibentuk Satuan Tugas Pelatnas 2007 yang berjumlah sembilan orang, ” katanya.

Usai memberikan sambutan, Presiden SBY didampingi Menpora Adiyaksa Dault, Gubenur DKI Jakarta Sutiyoso, Ketua Umum KONI Agum Gumelar memberikan secara simbolis kepada tiga orang atlit, yakni mewakili peraih medali emas Ryan Leonard Lalisang (bowling), medali perak diwakili atlit Susyana Tjhan (wushu), dan perunggu di wakili Umar Syarif (karate).

Tampak hadir dalam penyerahan penghargaan itu, Menko Polhukam Widodo AS, Menteri PAN Taufik Effendi, Menbudpar Jero Wacik, Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto, Wismoyo Arismunandar (mantan ketua KONI), dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng. (win)