Berita Utama
Minggu, 4 Maret 2007, 15:05:30 WIB
'Untuk Kita Renungkan' dari SBY dan Ebiet G.Ade
Presiden SBY berduet dengan Ebiet G.Ade menyanyikan lagu "Untuk Kita Renungkan" pada penutupan Silaturahmi Anggota Legislatif Partai Demokrat Seluruh Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (4/3) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Dengan dukungan dari Ibu Ani, Presiden SBY pun tampil ke panggung memenuhi ajakan Ebiet untuk menyanyi. Alhasil, jadilah duet SBY-Ebiet melantunkan lagu Untuk Kita Renungkan. “Saya nggak hafal liriknya,“ kata SBY yang memang penggemar Ebiet. “Oh, sudah saya siapkan Pak. Saya tahu sebagai Presiden, Bapak tidak boleh salah,“ ujar Ebit bercanda, sambil menyodorkan kertas yang berisi lirik lagu tersebut. Dengan petikan gitar Ebiet, lirik lagu yang sangat menyentuh pun mengalun dari suara SBY dan Ebit dalam bentuk duet yang indah.
Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih, suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara, singkirkan debu yang masih melekat hohoo…
Singkirkan debu yang masih melekat
Anugerah dan bencana adalah kehendak-Nya, kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar, adalah Dia di atas segalanya
Hohohoo… adalah Dia di atas segalanya
Anak menjerit-jerit asap panas membakar, lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman hanya satu isyarat, bahwa kita mesti banyak berbenah
Memang bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan masih banyak tangan yang tega berbuat nista, hohohoo…
Tuhan pasti telah memperhitungkan, amal dan dosa yang kita perbuat
Kemanakah lagi kita 'kan sembunyi, hanya kepada-Nya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab, mari hanya 'tuk bersujud pada-Nya
Kita mesti berjuang memerangi diri, bercermin dan banyak bercermin
Hohohoo… berusahalah agar Dia tersenyum
Para peserta Silaturahmi Anggota Legislatif Partai Demokrat pun ikut serta menjadi backing vocal bagi duet maut dadakan itu. Tepukan meriah menyambut usainya lagu tersebut.
Usai bernyanyi, sebelum turun dari panggung, SBY menyampaikan sedikit penutup. Katanya, “Menghadapi bencana, kembalikan semuanya kepada Yang Maha Kuasa. Menghadapi bencana petiklah pelajaran, mawaslah diri ke dalam, apa pesan yang ada di dalamnya. Tetapi di atas segalanya, janganlah kita putus asa kita memahami hakikat dari itu semua dan kita bisa keluar dari semuanya itu untuk membangun esok yang lebih baik. Saya memaknai lagu untuk kita renungkan seperti itu. Di mata Allah manusia sangat kecil, tapi Allah mencatat sekecil apapun pikiran baik, perilaku baik, ikhtiar kita sebagai manusia," kata SBY. (nnf)



