Berita Utama
Kamis, 15 Maret 2007, 14:13:26 WIB
Di Bandara Selaparang
Presiden Simak Paparan Gubernur NTB
Presiden SBY menyimak potensi wilayah dan pembangunan NTB yang dipaparkan oleh Gubernur NTB Lalu Serinata, di Bandara Selaparang, Mataram, Kamis (15/3) siang. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Dalam pemaparannya, Serinata antara lain menyatakan, Pemprov dan masyarakat NTB ikut merasa prihatin dan sedih atas musibah tanah longsor dan banjir yang melanda sebagian daerah provinsi tetangga, khususnya di Kabupaten Manggarai,NTT. “Meskipun, NTB pun dalam dua pekan terakhir juga tidak luput dari bencana berupa angin puting beliung yang melanda Bima dan Kabupaten Lombok Tengah. Demikian juga daerah lain terkena badai tropikal dengan kecepatan angina lebih dari 70 Km/jam, serta gempa berkekuatan 5,6 scala Richter” kata Serinata.
Selain lapor adanya musibah, Gubernur NTB juga melaporkan kondisi pengadaan pangan. Menurutnya, untuk mengatasi meningkatnya harga beras, Pemprov telah melakukan operasi pasar murni (OPM) serta menghentikan pengiriman beras ke luar provinsi. “Banyaknya beras yang dilepas untuk OPM sebesar 4,8 ton, dengan harga Rp 3.700/Kg. Setelah OPM harga beras menurun, dan diharap bulan Maret ini hasil panen raya bisa mencapai 384.361 ton beras,” kata Serinata.
Kepada Presiden, Serinata juga melaporkan beberapa hal, antara lain rencana masuknya investor dari Timur Tengah yaitu Emaar yang akan mengembangkan pariwisata, rencana pembangunan Bandara Internasional Lombok, rencana peningkatan infrastuktur jalan sepanjang 1.036 Km, serta rencana pembangunan PLTU batubara di Teluk Endok, Lombok Barat.
Presiden SBY, dalam menanggapi laporan Gubernur NTB, khususnya mengenai bencana, antara lain minta agar penanggulangan bencana diatur sesuai dengan sistem yang berlaku selama ini, harus dibedakan mana yang tanggap darurat, dan mana yang masuk tahan rehabilitasi dan rekonstruksi. Kebijakan kita, lanjut Presiden, “Kalau bencana itu mampu ditangani tingkat kabupaten, tanganilah dengan sumber daya yang dimiliki. Kalau harus ditangani sampai tingkat provinsi, bahkan sampai ke pusat, maka Bakornas akan turun. Semua pemimpin mulai dari Presiden, Gubernur, Bupati, harus memahami betul bentuk geografi negara kita yang memang rawan bencana,” kata SBY.
Lakukan sosialisasi, pendidikan, persiapan dan kesiapan yang baik manakala bencana itu datang, dan jenis bencananya adalah yang tidak bisa dicegah oleh manusia seperti gempa bumi, letusan gunung berapi maupun tsunami. “Sedangkan bencana yang munculnya akibat kesalahan kita seperti bencana banjir akibat penggundulan hutan, marilah mulai sekarang kita melakukan langkah-langkah yang serius untuk menghindari bencana jenis ini.” Seperti di NTT, lanjutnya, terjadinya longsoran-longsoran, antara lain selain akibat turunnya curah hujan yang tinggi di luar kendali manusia, juga memang ada penebangan hutan yang dilakukan secara sembarangan belasan tahun yang lalu. Penebangan sembarangan ini terjadi di seluruh tanah air. Sekarang kita tidak usah menyalahkan masa lalu, tetapi marilah kita perbaiki dari sekarang ini,” kata SBY
Jubir Presiden, Andi A.Mallarangeng menjelaskan, dalam pemaparan tadi Gubernur NTB menjelaskan mengenai berbagai perkembangan situasi umum di NTB. Juga beberapa hal khusus, seperti perkembangan harga beras yang sempat melonjak naik tapi sekarang sudah kembali stabil, serta mengenai ketersediaan stok beras di NTB. “Gubernur juga menjelaskan pembangunan sarana irigasi, yaitu Bendungan Pandanduri di Lombok Timur dan Bendungan Mujur II di Lombok Tengah untuk menunjang pertanian di NTB, yang mampu mengairi 10.350 hektar sawah,“ kata Andi yang juga Pemimpin Redaksi website presidensby.info.
Selain itu, lanjut Andi, Gubernur juga menjelaskan mengenai program pembangunan yang sedang berlangsung di NTB seperti pengembangan wisata Lombok, pembangunan infrastruktur jalan, energi listrik, dan bandara internasional yang baru.
Kata Andi, Presiden SBY menginginkan agar Gubernur, Bupati dan Walikota benar-benar dan bersungguh-sungguh untuk memajukan serta mensejahterakan rakyat NTB. “Presiden menginginkan NTB menjadi provinsi yang maju, tidak tertinggal dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia. Presiden mengharapkan agar potensi wisata yang ada benar-benar bisa dikembangkan untuk menjadikan NTB sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia karena potensi wisata di NTB sangat indah. Presiden juga berpesan kepada seluruh jajaran pemerintahan di NTB untuk mengutamakan kepentingan rakyat dan bukan kepentingan pejabat,“ Andi menjelaskan.
Pemaparan berlangsung di Ruang Tunggu Utama Bandara Selaparang ketika Presiden dan rombongan transit untuk refueling (pengisian bahan bakar) Pesawat Kepresidenan RJ – 85. Usai santap siang, Presiden beserta rombongan kemudian melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Jakarta. (am/nnf)



