Berita Utama

Peluncuran Buku Kerangka Dasar Visi Indonesia 2030

Presiden SBY menerima buku "Kerangka Dasar Visi Indonesia 2030" dari Ketua Yayasan Forum Indonesia Chairul Tanjung di Istana Negara, Kamis (22/3) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menerima buku "Kerangka Dasar Visi Indonesia 2030" dari Ketua Yayasan Forum Indonesia Chairul Tanjung di Istana Negara, Kamis (22/3) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara peluncuran buku Kerangka Dasar Visi Indonesia 2030 di Istana Negara, Kamis (22/3) siang. Buku ini hasil pemikiran Yayasan Indonesia Forum. Hadir pada acara tersebut, antara lain, Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Sri Mulyani, Menpora Adhyaksa Dault, Mentan Anton Apriyantono, Kapolri Jend. Sutanto, serta Panglima TNI Djoko Suyanto.

Visi Indonesia 2030 merupakan pemikiran Yayasan Indonesia Forum sebagai komponen bangsa yang memimpikan Indonesia sejajar dengan negara-negara besar dunia, dihuni oleh masyarakat yang sejahtera, dengan kemajuan ekonomi yang dinikmati merata oleh setiap warga negara Indonesia. Visi Indonesia 2030 tersebut ditopang oleh empat pencapaian utama, yaitu pengelolaan kekayaan alam yang berkelanjutan, mendorong Indonesia supaya masuk dalam 5 besar kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan perkapita sebesar 18 ribu dolar AS/tahun, perwujudan kualitas hidup modern yang merata, serta mengantarkan sedikitnya 30 perusahaan Indonesia dalam daftar Fortune 500 Companies.

Acara peluncuran buku ini diawali dengan sambutan Ketua Yayasan Indonesia Forum Chairul Tanjung. "Diperlukan suatu pandangan yang obyektif terhadap masa depan bangsa Indonesia dalam jangka panjang, suatu pandangan yang positif dan optimis bahwa bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang terpandang di mata dunia internasional," tutur Chairul Tanjung yang kemudian menjelaskan misi Indonesia 2030.

"Misi indonesia 2030 mempunyai arti strategis di tengah pesismisme menyongsong Indonesia masa depan dan erosi kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Diawali dengan merumuskan mimpi tentang cita-cita bangsa yang akan dicapai, kemudian mengidentifikasi potensi, kemampuan sumber daya manusia, dan sumber daya alam," Chairul menjelaskan. Misi Indonesia 2030, antara lain, lanjut Chairul, mewujudkan masyarakat yang berkualitas dan bebas dari kemiskinan, memanfaatkan kekayaan alam secara optimal dan berkelanjutan, serta mewujudkan sinergi wirausaha, birokrasi dan pekerja menuju daya saing yang global.

Menurut Chairul rasa kebangsaan, kerja keras untuk mengoptimalkan seluruh potensi serta kerja sama dari seluruh komponen bangsa merupakan hal penting untuk mewujudkan visi Indonesia 2030. Dengan rasa kebangsaan yang tinggi serta tekad yang bulat akan menumbuhkan optimisme sehingga memperkuat tekad dan semangat menjalani tahapan untuk mencapa Indonesia sebagaimana dicita-citakan dalam Visi Indonesia 2030 dapat tercapai.

Peluncuran buku Kerangka Dasar Visi Indonesia 2030 ditandai dengan penyerahan buku tersebut oleh Chairul kepada Presiden SBY.

Dalam sambutannya, Presiden SBY menyambut baik apa yang dikemukakan oleh Yayasan Indonesia Forum. "Bangsa Indonesia barangkali tidak akan memiliki masa depan yang cerah kalau kita kering akan cita-cita dan idealisme," ujar SBY sambil menyerukan memperluas forum ini dengan melibatkan sebanyak mungkin komponen bangsa untuk diajak bekerja sama membangun bangsa.

Turut hadir dalam peluncuran buku ini, antara lain, Anwar Nasution, Arifin Siregar, J.B. Sumarlin, H.M. Aksa Mahmud, M.S. Hidayat serta beberapa duta besar dari negara sahabat. (mit)