Berita Utama

Menengok Pelatnas PBSI Cipayung

Kita Perlu Sport Community, Sport Centre dan Sport Fund

Presiden SBY dan Ibu Ani didampingi Ketua Umum PBSI Sutiyoso meninjau Pelatnas PBSI di Cipayung, Sabtu (31/3) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani didampingi Ketua Umum PBSI Sutiyoso meninjau Pelatnas PBSI di Cipayung, Sabtu (31/3) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Para atlet bulutangkis yang sedang mengikuti pelatnas di Gedung Pelatnas PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Cipayung, Jakarta, hari Sabtu (31/3) siang mendapat kejutan. Presiden SBY beserta Ibu Negara mendadak mengunjungi mereka, untuk melihat latihan yang sedang mereka lakukan, meninjau asrama dan sarana yang tersedia, serta memberikan pengarahan dan melakukan dialog.

Tiba di Gedung Pelatnas PBSI pada pukul 11.20 WIB, SBY dan Ibu Ani disambut Ketua Umum PBSI, Sutiyoso dan Rini Sutiyoso. Usai meninjau maket pelatnas PBSI, SBY dan Ibu Ani menyaksikan latihan tim ganda campuran Indonesia yang sedang dipersiapkan untuk Kejuaraan Piala Sudirman, yaitu Vita Marissa dan Flandy Limpele, melawan Rizal dan Grace Polli yang melakukan latihan pertandingan satu set.

Kemudian SBY didampingi Sutiyoso meninjau asrama putra, sedangkan Ibu Ani bersama Rini Sutiyoso meninjau asrama putri, yang terdiri dari 24 kamar dengan masuk ke kamar, kamar mandi, ruang santai, sambil berdialog dengan para karyawan. Ibu Ani kemudian bergabung dengan SBY di Ruang Serba Guna.

Di Ruang Serba Guna ini, Ketua Umum PBSI menjelaskan bahwa di Pelatnas Cipayung saat ini terdapat 29 atlet putra dan 20 atlet putri yang sedang berlatih untuk dipersiapkan menjadi juara dunia. Presiden SBY dalam arahannya mengatakan bahwa kedatangan dirinya ke Pelatnas Cipayung adalah untuk memberikan dukungan bagi para atlet yang sedang berjuang, dan menyatakan kebanggaannya pada mereka.

“ Saya sebagai yang sedang memegang amanah memimpin bangsa dan negara Indonesia sudah sepantasnya terus memberi dukungan dnegan penuh kebanggaan , apresiasi dan semangat karena saya tahu kita amat berpeluang untuk mencetak prestasi – prestasi, baik untuk tingkat nasional dan dunia, dan sangat mungkin kita bisa merebut kembali piala – piala kebanggaan yang sekarang ini berada di negeri lain, “ kata SBY.

Untuk meningkatkan prestasi dunia olahraga Indonesia, Presiden SBY menegaskan bahwa hal itu memerlukan dukungan dari seluruh komponen bangsa. “ Tidak mungkin masa depan olahraga hanya dibebankan kepada KONI, PBSI, official dan atlet. Tidak cukup. Dan tidak cukup pula kalau hanya diserahkan kepada pemerintah pusat dan daerah. Tidak cukup pula dengan bantuan dunia usaha, meskipun itu sangat penting. Agar cukup, seluruh komponen bangsa mesti ikut bertanggung jawab dan berkontribusi dalam bentuk apapun agar olahraga di negeri kita benar – benar maju dan tampil terhormat di forum internasional, “ kata SBY lagi.

Presiden juga menghimbau peranan pers dan media massa untuk turut memotivasi dunia olahraga agar maju. “Kalau pers dan media massa juga memberikan semangat dengan jurnalisme yang memotivasi dan konstruktif, terangkat pula semangat kita semua. Tapi kalau ada satu atau dua media massa yang misalnya menulis PBSI keok, sepakbola Indonesia bertekuk lutut, disapu habis, barangkali akan membuat down juga para atletnya. Tapi saya juga membaca media massa yang memberikan motivasi dan dorongan, dan ini yang sangat kita perlukan, “ kata SBY.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meminta agar bangsa Indonesia bisa berada di posisi papan atas untuk pentas olahraga tingkat ASEAN, yaitu SEA GAMES. “ Saya ingin bangsa dan rakyat Indonesia agar di pentas ASEAN, SEA GAMES, Indonesia bisa berada di papan atas, “ harap Presiden. Presiden mengajak komponen bangsa yang lain untuk menghargai pejuang – pejuangnya termasuk para pejuang olahraga. "Untuk kemajuan dan keberlangsungan dunia olahraga Indonesia, kita memerlukan adanya sebuah komunitas masyarakat luas yang memberikan dukungan pada dunia olahraga, atau sport community," katanya.

Dukungan yang kedua berbentuk sport centre yang representativ untuk Pelatnas, bisa dilakukan disana. Dan yang ketiga adalah dukungan sport fund atau dana olahraga, yang merupakan partisipasi banyak pihak, bukan hanya pemerintah. “Pemerintah mengalokasikan dana untuk olahraga, tetapi tentu tidak cukup kalau kiyta ingin melakukan pembinaan yang ideal sebagaimana yang dilakukan negara – negara maju. Disitulah perlunya sport funs, dan saya berterima kasih kepada para pemimpin dunia usaha untuk dukungannya selama ini, “ kata Presiden.

Usai memberikan pengarahan, Presiden berdialog dengan perwakilan atlit putri, Grace Polli yang menyampaikan rasa bangga atas kedatangan Presiden dan Ibu Negara ke Pelatnas Cipayung ini. “ Saya tidak menyangka Bapak Presiden dan Ibu meluangkan waktu untuk mengunjungi kami di sini, dan untuk kami ini tentulah merupakan suntikan semangat dan dorongan moril yang sangat berarti untuk kami bisa terus berjuang bagi bangsa dan negara seperti pada senior kami dahulu, “ kata Grace.

Perwakilan atlet putra, Lulu Hadiyanto menyampaikan kepada Presiden mengenai masalah yang dihadapi oleh dunia bulutsngkis di Indonesia, yaitu mengenai keberlangsungan regenerasi dan harapan kepada pemerintah Indonesia untuk dapat memberikan penghargaan yang lebih baik kepada para atlet yang telah melewati usia produktifnya.

Dialog yang berlangsung cair tersebut, ditutup dengan acara santap siang bersama. Sebelum meninggalkan tempat acara Presiden dan Ibu Negara foto bersama dengan para atlet Pelatnas. Pada acara tersebut hadir pula mantan atlet bulutangkis kelas dunia, antara lain Susi Susanti dan Allan Budikusuma, Verawati Fadjrin, Lim Swie King, Lius Pongoh, Ivanna Lie, Ricky Subagja, Tan Joe Hok, Christian Hadinata, dan atlet peraih medali emas di Asian Games XV Doha tahun 2006 lalu, Taufik Hidayat. ( nnf )