Berita Utama
Senin, 23 April 2007, 11:41:03 WIB
SBY Buka Pekan Keselamatan Transportasi Jalan
Setiap Tahun 11 Ribu Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas
Presiden SBY didampingi Ibu Ani dan Menhub Hatta Rajasa menyaksikan seorang anggota Poltantas mengoperasikan simulator transportasi, pada acara pembukaan Pekan Nasional Keselamatan Transportasi Jalan, di TMII, Senin (23/4) pagi. (foto: abror/presidensby)
Dalam laporannya, Giri Suseno sebagai Ketua Pelaksana Pembukaan Pekan Nasional Keselamatan Transportasi mengatakan, berdasarkan hasil survey dari World Bank, 44 persen dari jumlah kecelakaan jalan di seluruh dunia, terjadi di kawasan Asia Pasifik. Sementara 65% dari jumlah kecelakaan lainnya terdapat di bagian lain di dunia, dan Indonesia menjadi penyumbang terbesar. "Bagian terbesarnya dari orang-orang yang menjadi korban adalah mereka yang berada dalam usia produktif, atau kepala rumah tangga, sehingga bayangkan saja, setiap tahun, ribuan orang-orang kehilangan kepala rumah tangganya," jelas Giri Suseno.
Sementara Menhub Hatta Rajasa dalam sambutannya mengatakan, isu keselamatan lalu lintas jalan saat ini sudah merupakan isu global yang sudah mendapatkan perhatian masyarakat internasional. WHO dalam laporannya pada Hari Kesehatan Internasional tahun 2004 menyebutkan, sebanyak 1,2 juta orang korban meninggal dunia setiap tahun dan lebih kurang 50 juta orang mengalami luka berat dan ringan akibat kecelakaan lalu lintas. "Di Indonesia, menurut data yang resmi, lebih kurang 11 ribu orang meninggal setiap tahun, akibat kecelakaan lalu lintas dengan kerugian sebesar 2,17% dari total pendapatan domestik bruto. Sebuah angka yang cukup besar," ungkap Hatta dalam acara Pekan Nasional Keselamatan Transportasi Jalan yang berlangsung dari tanggal 23 - 29 April 2007 .
Sedemikian pentingnya masalah keselamatan jalan ini, sehingga PBB telah memberikan mandat kepada Badan Kesehatan Dunia dengan didukung penuh Bank Dunia untuk menyelenggarakan Global Road Safety Program yang diarahkan untuk menggalang suatu upaya kolaborasi yang terkoordinasi di seluruh dunia untuk menyelesaikan apa yang dinamakan Road Safety Crisis atau krisis keselamatan jalan. Tujuan utama dari Global Safety Road Program adalah pengurangan secara signifikan dari tingkat kematian, kecelakaan transportasi di jalan.
Presiden di awal sambutannya mengajak dialog lebih kurang 800 anak-anak yang hadir disini yang mewakili anak-anak di seluruh dunia. "Anak-anak, siapa yang ingin selamat sampai di sekolah," tanya presiden, yang kemudian dijawab "Sayaa...," oleh ratusan anak-anak sambil mengacungkan tangannya. "Anak-anak tidak mau kan ada yang kecelakaan,?" tanya Presiden, kemudian langsung dijawab "Tidaaak..," oleh anak-anak secara serentak. "Oleh karena itu mari kita bersama-sama meningkatkan keselamatan di jalan," ajak Presiden.
Presiden dan Ibu Ani Bambang Yudhoyono menyaksikan operet "Zona Selamat Sekolah" yang menceritakan bagaimana caranya agar masyarakat bisa sadar terhadap keselamatan anak-anak yang menjadi masa depan bangsa untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan dan mengajarkan anak-anak cara menyeberang yang selamat. Anak-anak yang hadir pada acara tersebut mengenakan helm warna warni ketika menyaksikan operet tersebut. Sebelum meninggalkan acara, Presiden dan Ibu Negara mengunjungi bazaar yang terletak dekat dengan lokasi. (osa/mit)



