Berita Utama
Jumat, 13 Juli 2007, 11:52:13 WIB
Silaturahmi dengan Peserta Munas III APTISI
Presiden SBY, didampingi Menko Kesra Aburizal Bakrie dan Mendiknas Bambang Sudibyo, bersilaturahmi dengan peserta Munas III APTISI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/7) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Menurut Presiden, pendidik adalah profesi yang mulia, banyak memberikan pengabdian bahkan sering disertai dengan pengorbanan. ”Kalau kita berbicara masa depan, tentu kita berbicara pendidikan. Kalau kita bicara manusia Indonesia yang unggul, kita berpikir pendidikan. Dan kalau kita ingin benar-benar meningkatkan daya saing bangsa untuk mengarungi tantangan abad ke-21 ini, maka jawabannya adalah peningkatan kualitas pendidikan,” kata Presiden.
Negara berkewajiban untuk memenuhi hak dasar manusia. Itulah sebabnya kita terus-menerus menetapkan pendidikan sebagai prioritas yang tinggi. Dengan anggaran yag makin kita tingkatkan, dengan berbagai aktifitas yang benar-benar ingin memberikan ruang, peluang bagi peserta didik mengikuti terutama pendidikan dasar 9 tahun. ”Setiap saya datang ke daerah-daerah, mungkin jarang saya masuk ke perguruan tinggi, hanya beberapa saya datangi. Tetapi hampir pasti ketika ada kesempatan saya datangi, kadang-kadang saya datang secara mendadak ke sekolah dasar, sekolah menengah. Bagi saya, kepedulian kita untuk mengembangkan pendidikan dasar ini adalah memenuhi rasa keadilan bagi rakyat kita, terutama saudara-saudara kita yang miskin dan setengah miskin,” ujar Presiden.
Sebelumnya Mendiknas Bambang Sudibyo menjelaskan, Depdiknas telah menetapkan rencana strategis pendidikan 2005-2009, termasuk pembinaan PTS. Berdasarkan renstra pendidikan nasional, lanjut Bambang, pendidikan tinggi ditujukan kepada hal-hal seperti pemerataan dan perluasan akses pendidikan bagi semua warga negara dan meningkatkan mutu dan relevansi daya saing perguruan tinggi.
Sementara itu, Ketua Umum APTISI Dr. Ir. H. Suharyadi,MS melaporkan kegiatan Munas III yang berlangsung 11-13 Juli di Jakarta, dan diikuti oleh 430 peserta yang mewakili 2761 perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia. Jumlah mahasiswa PTS sekitar duapertiga dari total mahasiswa Indonesia atau sekitar 2,7 juta mahasiswa. Sedangkan jumlah mahasiswa PTN kurang lebih 1,3 juta orang.
APTISI, lanjut Suharyadi, merasakan pentingnya sebuah grand design nasional mengenai pola pendidikan yang disesuaikan dan didasarkan atas kebutuhan dan potensi daerah. Misalnya, diperlulakan pola endidikan dengan kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan pengembangan wilayah Indonesia.
Tampak hadir mendampingi Presiden, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendiknas Bambang Sudibyo, Mensesneg Hatta Rajasa, Menakertrans Erman Suparno, dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng. (win)



