Berita Utama

Presiden:

Kita Kerjasama dengan Negara Lain Bukan Berarti Kita Tidak Mandiri

Presiden SBY menerima laporan dari  Gubenur  Lemhanas Prof. Dr. Muladi  pada  acara  pembekalan pada peserta PPSA XV Lemhanas  2007, di Istana Negara, Selasa (17/7) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menerima laporan dari Gubenur Lemhanas Prof. Dr. Muladi pada acara pembekalan pada peserta PPSA XV Lemhanas 2007, di Istana Negara, Selasa (17/7) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Menjalin kerjasama dengan negara sahabat dan masyarakat global, tidak dapat dielakkan dalam era globalisasi ini. Kalau kita melakukan kerjasama, bukan berarti kita tidak mandiri. Kalau kita bermitra, bukan berarti kita tidak berdaulat. Demikian antara lain dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat memberikan pembekalan kepada para peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan ke XV Lemhannas 2007, Selasa (17/7) pagi, di Istana Negara, Jakarta.

“Kita melakukan hubungan internasional untuk kepentingan nasional kita. Begitu juga negara lain, untuk kepentingan nasionalnya. Tidak ada hubungan kerjasama itu untuk kepentingan negara lain, merugi, ya salah. Kita bekerjasama, sekali lagi, untuk mencapai kepentingan nasional kita,” tegas Presiden SBY.

Presiden mencontohkan kerjasama dengan negara sahabat, antara lain, misalnya memerangi korupsi, penyakit menular seperti flu burung, baik teknologi maupun pendanaanya, gempa bumi, bencana alam, kita mendapatkan asistensi dan bantuan seperti early warning system, Usaha Kecil Menengah. Kita juga kerjasama dengan Korea Selatan, supaya ada akses untuk UKM kita di pasar negara sahabat, dan kerjasama pariwisata, dan lain-lain.” Jadi jangan buru –buru mengatakan, kita dijajah, kedaulatan kita dikuasai dan lain-lain,” kata Presiden. Kata Presiden, kita tidak perlu memperdebatkan negara harus kuat atau lemah dalam sebuah kehidupan bernegara, sepanjang sebuah negara itu penuh keseimbangan. Ada freedom. ada rule of law, ada liberty, ada security.

Diakhir pembekalannya Presiden minta kepada para peserta PPSA ke XV untuk menyusun pikiran besar tentang refleksi perjalanan reformasi Indonesia. "Apa yang telah kita capai, dan apa yang kita akan lanjutkan untuk reformasi ini," tambahnya.

Tampak hadir mendampingi Presiden, Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Sri Mulyani, Menlu Hassan Wirajuda, Menhan Juwono Sudarsono, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menkop UKM Suryadharma Ali, Mendag Mari E Pangestu, Seskab Sudi Silalahi, Panglima TNI Marsekal Joko Soeyanto, KSAD Joko Sutanto, KSAL Slamet Soebiyanto, KSAU Marsekal Herman Prayitno, dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (win)