Berita Utama

PM Selandia Baru, Helen Clark:

Hubungan Indonesia - Selandia Baru ke Arah Yang Tepat

Presiden SBY dan PM Selandia Baru, Helen Clark,  memberi keterangan kepada pers di Istana Merdeka, Rabu (18/7) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan PM Selandia Baru, Helen Clark, memberi keterangan kepada pers di Istana Merdeka, Rabu (18/7) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta : Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Selandia Baru sepakat untuk terus meningkatkan kerjasama dan kemitraan di waktu yang akan datang. Ini adalah salah satu hasil pertemun kedua negara, di Istana Merdeka, hari Rabu (18/7) pagi.
Usai petemuan, kepada wartawan dalam negeri maupun luar negeri, Presiden mengatakan, ada banyak topik yang dibahas, antara lain mengenai hubungan Indonesia dan Selandia Baru di bidang perdagangan, ketenagakerjaan, pendidikan, imigrasi, pertahanan dan keamanan, climate change dan juga perdamaian dunia.

Dijelaskan, pertumbuhan perdagangan Indonesia cukup signifikan. "Lima tahun terakhir, data-rata tiap tahun, perdagangan kita tumbuh sekitar 23 persen dan pada tahun 2006, mencatat angka 654 juta dollar AS," jelas SBY. Presiden SBY mengakui bahwa Indonesia mengalami penurunan di bidang investasi. Oleh karena itu, SBY dan Helen berkomitmen untuk selalu mendorong kalangan swasta untuk meningkatkan investasi antara kedua negara. "Saya sampaikan kepada PM Selandia Baru bahwa iklim investasi dan iklim bisnis di Indonesia semakin baik dan semakin kondusif untuk kerjasama di bidang investasi ini," jelas SBY kepada wartawan.

Di bidang ketenaga kerjaan, Presiden SBY mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Selandia Baru karena mereka telah membantu warga Indonesia yang berada di Selandia Baru untuk mendapatkan pekerjaan di sektor pertanian atau perkebunan. "Ini salah satu contoh menunjukkan bahwa kerjasama di bidang ketenagakerjaan ini makin tumbuh semakin baik," kata SBY.

Sementara Helen Clark mengatakan bahwa perdagangan antara Indonesia dan Selandia Baru semakin meningkat dari tahun ke tahun. "Peningkatan perdagangan pada tahun 2006 sangat fenomenal, Ekspor Selandia Baru ke Indonesia meningkat sebanyak 32%, serta impor dari Indonesia ke Selandia Baru menanjak sebanyak 25 persen. Indonesia adalah negara pengekspor terbesar ke-9 di dunia, jadi Indonesia sangatlah penting bagi Selandia Baru," kata Helen.

"Hubungan antara Indonesia dan Selandia Baru menuju ke arah yang tepat, dan kami yakin bahwa kita dapat membina dan melakukan kerja sama di dalam berbagai hal. Hal ini sangat penting bagi kita semua," papar PM Selandia Baru usai menyaksikan penandatangan nota kesepahaman antara dua negara tersebut.

Menurut SBY dan Helen, kerjasama Indonesia di bidang pendidikan juga berjalan dengan sangat baik. Selandia Baru terus memberikan program-program beasiswa kepada mahasiswa Indonesia. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Selandia Baru yang terus membantu creating learning community for children, terutama di Indonesia bagian timur, salah satu program yang dilaksanakan bersama dengan Depdiknas, Unesco dan Unicef," jelas SBY. Kerjasama di bidang imigrasi berlangsung dengan baik. Dengan adanya Nota Kesepahaman di Bidang Imigrasi dan Pengelolaan Pengawasan Perbatasan, diharapkan kerjasama antara Indonesia dan Selandia Baru semakin efektif dan konkrit di lapangan.

Bidang Pertahanan dan Keamanan juga menjadi pembicaraan antara Indonesia dan Selandia Baru. "Kami setuju untuk menghidupkan kembali kerja sama di bidang pertahanan untuk dilaksanakan secara bertahap. Kami setuju untuk terus melanjutkan kerja sama ini. Kami memiliki tingkat kerja sama yang baik dalam menghadapi kejahatan terorisme," jelas SBY.

Di dalam kerja sama regional dan multilateral, Indonesia dan Selandia Baru sepakat untuk terus memelihara kerja samanya. "Saya menyampaikan penghargaan kepada PM Selandia Baru karena komitmen dan peran aktifnya di dalam ikut menjembatani perbedaan yang disebut dengan interfate dialogue," kata SBY. Ditambahkan, hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan perbedaan persepsi diantara bangsa-bangsa yang berbeda agama ataupun latar belakang. Dalam rangka mempertahankan situasi dunia yang damai, Indonesia dan Selandia Baru akan turut berpartisipasi aktif dan bersepakat untuk bekerja sama seerat-eratnya dalam menegakkan non proliferation treaty di bidang nuklir.

Kerja sama di bidang Climate Change juga menjadi salah tujuan utama kerja sama antara Selandia Baru dan Indonesia. "Indonesia sangat serius untuk ikut menangani permasalahan climate change sebaik-baiknya, terutama di seluruh negeri," jelas SBY. Ia juga mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah UN Conference on Climate Change yang akan diselenggarakan pada bulan Desember di Bali. "Saya mengajak Selandia Baru untuk mensukseskan konferensi tersebut," kata SBY.

Usai mengadakan konferensi pers bersama, Presiden SBY mengadakan jamuan santap siang kenegaraan di Istana Merdeka. Ikut mendampingi Presiden antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Menhuk dan HAM Andi Matalatta, Mendag Mari Elka Pangestu, Menneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Menlu Hassan Wirajuda serta Seskab Sudi Silalahi. Juga turut hadir dua Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Sedang PM Selandia Baru didampingi Heather Simpson (Prime Minister's Chief of Staff), John McArthur (Duta Besar Selandia Baru untuk Jepang), Andrea Smith (Prime Minister and Cabinet Foreign Policy Adviser), Nigel Moore (New Zealand High Commissioner) serta Sekretaris Kedua Kedutaan Selandia Baru untuk Indonesia, Joe Ballard. (mit)