Berita Utama

Ratas Bahas Meningkatnya HIV dan AIDS

Menko Kesra Aburizal Bakrie  didampingi Menkes Siti Fadillah Soepari dan Sekjen KPAN Nafsiah Mboi memberi keterangan pers  usai ratas yang membahas  HIV-AID, di Kantor Kepresidenan, Kamis (19/7) siang.  (foto: haryanto/presidensby.info)
Menko Kesra Aburizal Bakrie didampingi Menkes Siti Fadillah Soepari dan Sekjen KPAN Nafsiah Mboi memberi keterangan pers usai ratas yang membahas HIV-AID, di Kantor Kepresidenan, Kamis (19/7) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla , Kamis (19/7) siang, di Kantor Kepresidenan memimpin ratas (rapat terbatas) bersama beberapa menteri, membahas penanggulangan HIV dan AIDS yang pertumbuhannya di Indonesia mengalami peningkatan singnifikan dalam tiga tahun terakhir. Presiden minta agar penanggulangan HIV dan AIDS ini menjadi prioritas, dengan melakukan langkah-langkah yang serius.

Menurut Menko Kesra Aburizal Bakrie yang juga Ex Officio Ketua Umum Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, adanya peningkatan kasus HIV dan AIDS di Indonesia menimbulkan kekhawatiran bagi pemerintah. "Maka perlu dilakukan tindakan penanggulangan yang lebih baik dan serius. Masalah utama penanganan ada pada penularan melalui penjaja seks, yang berakibat pada pasangan terutama istri-istri dari suami yang sering melakukan hubungan dengan penjaja seks,” kata Aburizal dalam keterangan persnya, didampingi Menkes Siti Fadillah Soepari, dan Sekjen KPAN Nafsiah Mboi.

“Jika masalah ini dibiarkan atau ditangani seadanya, maka pada 2020 jumlah manusia Indonesia yang tertular HIV dan AIDS sekitar 1, 9 juta orang. Namun dengan penanganan terhadap 80 persen orang –orang yang mempunyai resiko tinggi, maka dapat berkurang hingga sekitar 900 ribu orang,” kata Aburizal. Untuk itu Aburizal berharap adanya perhatian yang serius, bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari seluruh masyarakat, ” ujarnya. Ditambahkan, dari sekitar 200 ribu orang yang teringgap HIV dan AIDS di Indonesia, yang berani berobat ke rumah sakit hanya 14 ribu orang. Ini disebabkan karena malu atau takut karena adanya stigma yang tinggi dari masyarakat terhadap Orang Dengan HIV AIDS atau ODHA ,” katanya.


Menkes Siti Fadillah Soepari menambahkan, Papua merupakan angka tertinggi ODHA di Indonesia dengan 2,4 pesen rata rata dari penduduk dewasa Papua, dan sudah menjadi perhatian terbesar. ” Anggaran penanggulangan di Papua 2007 paling besar, yaitu sekitar 4 juta olar AS, atau sekitar 4 % dari total anggaran 100 juta dolar AS. Selain itu ada juga program Save Papua, dimana kita bergabung dengan program daerah, dimana kita adakan pemeriksaan serentak di seluruh Papua sehingga tidak ada yang lolos dari pemeriksaan,” ujar Siti Fadillah Soepari.

Tampak hadir pada ratas, Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Sri Mulyani, Menag Maftuh Basyuni, Menkominfo Muh. Nuh, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Mensos Bachtiar Chamsyah, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Menkumham A.Mattalatta, serta Kapolri Sutanto. (win)