Berita Utama

Nasehat untuk Pejabat Humas, Sampaikan Kebenaran

Presiden SBY didampingi Menkominfo M. Nuh, memukul gong tanda dibukanya pertemuan tahunan Bakohumas Pemerintah 2007, di Hotel Sahid Raya, Denpasar, Bali, Kamis (30/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Menkominfo M. Nuh, memukul gong tanda dibukanya pertemuan tahunan Bakohumas Pemerintah 2007, di Hotel Sahid Raya, Denpasar, Bali, Kamis (30/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Bali: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kepada peserta Pertemuan Tahunan Tingkat Nasional Bakohumas Pemerintah 2007 di Hotel Sahid Raya, Denpasar, Bali, Kamis (30/8) siang, minta semua pihak dapat menjalankan fungsi public relations atau kehumasan. "Yang menjalankan fungsi PR tertinggi di Indonesia ini ya Presiden, ya saya. Berarti saya anggota Bakohumas," kata Presiden SBY disambut tepuk tangan hadirin. "Di provinsi ya gubernur, ya menteri, ya semua, bupati dan walikota. Tetapi ada agensi saudara-saudara yang dididik, dilatih, dan diorganisasikan dan dibiayai secara khusus untuk menjalankan fungsi public relations ini," lanjut Presiden.

"Saya sungguh berharap saudara terus melaksanakan tugas dengan lebih baik lagi dibandingkan yang sudah dilakukan selama ini. Saya yakin bisa. Kita lakukan bersama-sama," kata Presiden. Kemudian Presiden menyampaikan lima arahan dan nasihat untuk para pejabat Humas peserta pertemuan. "Permintaan saya untuk para pejabat Humas adalah, pertama sampaikan kebenaran.Saya tidak ijinkan saudara menyampaikan berita yang tidak benar apapun tujuannya. Tidak boleh. Kedua, jelaskan kepada rakyat, kehumasan harus direncanakan dan dilaksanakan terus menerus, tidak sekali jadi. Ketiga, gunakan bahasa yang tepat,efektif dan positif. Pada siapa saudara bicara.Target audience anda siapa gunakan bahasa yang pas, efektif. Keempat, gunakan teknologi informasi, jangan manual terus. Kelima, jangan merasa sekali menyampaikan menganggap rakyat sudah mengerti. Bisa jadi kontra produktif. Siapa tahu tidak pas. Lakukan evaluasi dan ukur.Sudah sampai dan dimengerti kah pesannya ?Kalau belum diperbaiki lagi sehingga menjadi continuous public relation," kata Presiden. (nnf)