Berita Utama

SBY Hargai Kritik Mega

Usai memberi keterangan pers kepada wartawan Indonesia, Presiden SBY berpamitan dengan PM John Howard, tuan rumah KTT ke-15 APEC, di Kirribilli House, Sydney, Senin (10/9) siang. (foto: muchlis/presidensby.info)
Usai memberi keterangan pers kepada wartawan Indonesia, Presiden SBY berpamitan dengan PM John Howard, tuan rumah KTT ke-15 APEC, di Kirribilli House, Sydney, Senin (10/9) siang. (foto: muchlis/presidensby.info)
Sydney: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak mau berkomentar panjang-panjang mengenai kritik yang dilontarkan Ketua Umum DPP PDIP Megawati. “Biarlah saya berkonsentrasi menjalankan pekerjaan saya sebaik-baiknya,” kata Presiden SBY saat menanggapi pertanyaan wartawan dalam konferensi pers menjelaskan hasil-hasil KTT APEC, di Hotel Four Season`s Sydney, Senin (10/9) pagi.

Menurut Presiden, ia menghormati kritik tersebut dalam rangka demokrasi. "Saya tidak harus menanggapi hal yang begitu. Saya tidak mengada-ada. Waktu untuk mengurus masalah yang begitu banyak dalam kunjugan ke luar negeri seperti ini sangat kurang. Biarkan saya menjalankan tugas seperti yang sudah diamanatkan," jelas SBY

Saat ditanyakan mengenai kritikan Megawati ini, Presiden pada awalnya hanya tertawa. "Seperti lagu itu," kata Presiden saat dimintai tanggapan mengenai kritikan Mega bahwa pemeritahan SBY-JK banyak mengobral janji setinggi langit, tapi pencapaiannya hanya sampai di kaki bukit.

Namun, Presiden menghargai kritikan Mega. "Saya dan Pak Jusuf Kalla kan pernah juga berada di pemerintahan Ibu Mega. Saya tidak perlu tanggapi, tapi kita hormati beliau sebagai bagian dari demokrasi," SBY menambahkan.

Usai memberikan keterangan pers, Presiden SBY didampingi Ibu Negara bersama rombongan lainnya menuju Kirribilli House untuk berpamitan seakligus bersantap siang bersama PM Australia John Howard. Tepat pukul 15.30 waktu setempat, Presiden SBY dan rombongan bertolak ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Airbus 330-341 milik Garuda. (win)