Berita Utama

Presiden:

Indonesia Masa Depan Mejadi Kekuatan Ekonomi Dunia pada 2030

Presiden SBY menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-50 Unpad, Rabu (12/9) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-50 Unpad, Rabu (12/9) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Bandung: Visi Indonesia masa depan adalah Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur serta menjadi ekonomi besar dunia pada 2030. Visi Indonesia tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam orasi ilmiahnya pada Dies Natalis ke-50 Univeritas Padjadjaran., di Aula Graha Sanusi Hardjadinata, Unpad, bandung, Rabu (12/9) pagi. Orasi tersebut berjudul "Membangun Daya Saing Bangsa Menuju Negara Maju".

Menurut Presiden SBY, tidak ada jalan pintas menuju negara maju. "Solusinya adalah Indonesia harus terus membangun untuk menjadi negara maju tahun 2050," kata SBY. "Kita harus terus membangun dengan lima paradigma," tambahnya. "Pertama, pembangunan nasional terpadu, berdimensi kewilayahan dan kelestarian lingkungan."

"Kedua, paduan dari 'resouce-based' dan 'knowledge-base' economic development. Ketiga, pertumbuhan bersama pemerataan. Keempat, memperkokoh ketahanan dan kemandirian bangsa, dalam kerjasama internasional yang konstruktif. Kelima, mendorong peran dan kontribusi semua elemen dan warga bangsa," ujar SBY.

Untuk membangun daya saing dan menjadi bangsa yang inovatif, pilar utama yang harus dibangun, lanjut SBY, adalah human capital dan inovasi teknologi. "Ekonomi kreatif menjadi sumber ekonomi baru abad 21. Akar-akar kreativitasnya adalah intellectual curiousity, sense of competition, thinking outside the box, dan research and development," SBY menjelaskan.

Hadir dalam acara tersebut, antara lain, Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, Menhan Juwono Sudarsono, Mendiknas Bambang Sudibyo, Seskab Sudi Silalahi, dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng. (osa)