Berita Utama
Senin, 5 November 2007, 22:20:42 WIB
Presiden Membuka BIEM Conference
Kontrak dengan Asing Harus Menguntungkan Indonesia
Presiden SBY membuka BIEM Conference dan World Renewable Regional Congress di JCC, Senin (5/11) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Dalam sambutannya Presiden SBY mengatakan bahwa tujuan jangka panjang nasional adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Untuk itu perekonomian nasional harus meningkat dan itu dapat dicapai dengan berintegrasi dalam ekonomi global. ”Diperlukan kerjasama internasional yg saling menguntungkan. Dalam hal ini kita akan meningkatkan kerjasama dengan partner kita untuk menjadi bagian dari pembangunan ekonomi nasional,” kata Presiden
“Kita juga meminta agar industri melakukan local community development dengan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu setiap kali memperbaharui kontrak selalu ada pertimbangan apakah itu menguntungkan bagi Indonesia. Jangan sampai investor dapat terlalu banyak dan rakyat kita tidak mendapatkan apa-apa. Untuk itu saya harap kita dapat melanjutkan kerjasama di masa depan yang lebih baik dan kontrak yang menguntungkan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Presiden.
Presiden juga menekankan pentingnya kebijakan energi, teknologi, dan cara hidup yang tepat guna untuk menjawab tantangan krisis energi di masa mendatang. "Kita hendaknya mampu mengantisipasi krisis energi di masa mendatang dengan kebijakan energi yang tepat dari pemerintah di seluruh dunia, teknologi, dan cara hidup manusia," kata SBY.
Untuk itu, lanjut SBY, perlu sebuah kampanye global tentang penggunaan energi yang efisien dan bijak. Selain itu, Presiden juga mengharapkan seluruh pihak di Indonesia dapat terlibat dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup, termasuk kalangan industri harus turut berkontribusi. " Pemerintah mendorong seluruh pihak untuk turut menghambat perubahan iklim,” tandas Presiden.
Sebelumnya Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro disaksikan Presiden SBY memberikan penghargaan kepada beberapa individu maupun institusi swasta dan pemerimtah serta kelompok masyarakat yang telah berperan menciptakan gaya hidup hemat energi. Penghargaan, antara lain, diberikan kepada Ibu Rastini, pemakai kompor minyak tanah pertama yang melakukan konversi ke kompor elpiji 3 kg. Lalu, Pondok Pesantren Al Mubaraq dimana 500 santrinya mengganti BBM dengan batubara briket untuk keperluan memasak. Kemudian PT Eterindo Wahanatama, pionir produsen biodiesel, Pak Minto (almarhum) Guru SD di Madiun, Jawa Timur, yang banyak menciptakan teknologi tepat guna dengan memanfaatkan energi surya, dan klub Kunang-Kunang, sebuah wadah peduli energi .
Usai membuka konferensi tersebut, Presiden bersantap malam bersama peserta dan undangan, di iringi musik pimpinan Idang Rasidi yang membawakan dua lagu ciptaan SBY, yaitu Rinduku Padamu dan Hening. Konferensi yang bertemakan "Menghadapi Tantangan Bidang Energi" ini menampilkan pembicara dari kalangan birokrat, pengusaha, dan pengamat. Hasilnya oleh Bimasena dan PII akan disusun menjadi deklarasi untuk dijadikan masukan bagi pemerintah untuk menghadapi forum UN-FCC pada Desember nanti di Bali. Tampak hadir, Menristek, Ketua Kadin MS Hidayat, mantan Menteri Pertambangan Subroto dan Jubir Presiden Dino Patti Djalal. (win)



