Berita Utama

Peluncuran Buku `Dari Km 0,0` di Makasar Disambut Antusias

Makassar: Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi kota kedua peluncuran buku Dari Kilometer 0,0 karya Dr. Andi Alifian Mallarangeng. Kamis (8/11) malam, di Hotel Imperial Aryaduta, sekitar 1000 orang, terdiri dari politikus, mahasiswa, aktivis LSM, birokrat, pengusaha, dan wartawan menghadiri acara peluncuran buku karya Jubir Presiden itu.

Menurut Direktur RDI, Dr. Notrida Mandica, antusiasme masyarakat terhadap acara ini sangat di luar dugaan, dan menjadi pelajaran untuk acara peluncuran buku di kota berikutnya. Ruangan di Hotel Imperial Aryaduta yang berkapasitas 500 kursi terasa sesak karena banyak yang terpaksa harus berdiri.

Acara dibuka Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Dalam sambutannya, Ilham menyampaikan kekagumannya atas tulisan esei Andi yang mudah dicerna dan lugas." Walaupun buku ini baru diberikan oleh panitia semalam, tapi saya sudah membaca setengahnya. Sangat mudah dipahami," ujarnya.

"Membaca buku ini, saya bergembira sekali, karena telah lahir seorang pemimpin berbakat masa depan yang memahami betul apa yang sebenarnya yang harus dilakukan bagi kita semua. Misalnya tulisan tentang pemilihan legislatif, ke depan tidak perlu urut kacang, tapi suara terbanyak. Ini baru adil, saya sangat setuju," kata Ilham yang juga Ketua DPD Golkar Makassar.

Sementara itu, Andi Mallarangeng saat memberikan sambutan mengungkapkan bahwa salah satu tujuan membuat buku ini membuat agar lembaga kepresidenan tidak disakralkan. "Selama ini, sejak zaman Bung Karno dan Soeharto, lembaga kepresidenan sangat sakral. Seakan-akan tidak tersentuh. Pengalaman sebagai Jubir memberikan kesempatan kepada saya untuk melihat langsung lembaga kepresidenan, bagaimana kiprah seorang presiden yang sekaligus sebagai manusia biasa. Melalui buku ini, masyarakat bisa langsung merasakan kedekatan dengan presidennya," ungkap Andi.

Buku ini juga dibedah oleh Dr. Effendy Ghazali (Republik Mimpi), Dr. Kautsar Bailusy (dosen Politik Unhas), Maddatuang (dosen Sosiologi UNM) serta Dr. Nurhayati (budayawan), dipandu Andi Mangara (anggota KPID Sulsel). Dalam bedah buku itu, Effendy Ghazali mengungkapkan bahwa Andi sebagai jubir mampu berteman dengan siapa saja, dan bukunya ini sangat cocok dibaca kalangan anak muda. "Dan inilah satu-satunya buku yang ditampilkan di program Republik Mimpi. Kami menerima ratusan sms dan telepon soal buku ini, sehingga kami merasa buku ini layak tampil," kata Effendy.

Sementara Bailusy menyatakan buku ini sangat layak dibaca kalangan manapun sebab memuat semua hal yang menyangkut kehidupan masyarakat kita. Saat sesi tanya jawab, antusias peserta bedah buku sangat besar untuk menanyakan lebih banyak lagi sisi kehidupan presiden. Mulai soal kesejahteraan hingga persoalan politik menjelang 2009.

Usai acara ratusan undangan menyerbu Andi, mereka meminta tandatangan di atas buku Dari Kilometer 0,0 dan banyak lagi yang meminta foto bareng. Andi sempat kewalahan, panitia berkali-kali memperingatkan agar antre dan tidak berebutan. Tapi Andi, kelahiran Pare Pare, tetap melayani mereka dengan senyum khasnya. (win)