Berita Utama

Presiden Hadiri Rapimnas Partai Golkar

Presiden SBY menghadiri acara puncak Rapimnas Partai Golkar, di Arena Pekan Raya Jakarta, Minggu (25/11) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menghadiri acara puncak Rapimnas Partai Golkar, di Arena Pekan Raya Jakarta, Minggu (25/11) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Minggu (25/11) malam menghadiri acara puncak Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) ke 3 Partai Golkar, di Hall D Arena Pekan Raya Jakarta. Acara yang dihadiri sekitar 5 ribu tamu/undangan ini adalah bagian dari rangkaian Peringatan HUT ke-43 partai berlambangkan pohon beringin tersebut.

Presiden didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono tiba di tempat acara pukul 19.30 WIB, disambut oleh Ketua Umum Partai Golkar yang juga Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla. Tampak hadir Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, duta besar negara-negara sahabat, perwakilan partai politik dari negara-negara sahabat, serta para tokoh dan sesepuh Golkar.

Rapimnas yang mengusung tema Berkarya Bagi Bangsa juga dihadiri oleh seluruh pengurus partai Golkar baik di Tingkat I maupun Tingkat II, anggota Fraksi Partai Golkar di DPR. Pada acara ini, Partai Golkar menyerahkan sejumlah penghargaan Karya Bakti Utama kepada tokoh-tokoh yang berjasa untuk kemajuan Golkar. Antara lain AH Nasution, Akbar Tanjung, Frits Emang, Moerdiono serta Sukamdani Sahid.

Dalam sambutannya, Presiden antara lain mengatakan bahwa tema yang dipilih untuk Rapimnas kali ini adalah tepat. "Saya menyeru kepada Parpol yang lain, pilihlah tema seperti ini terutama untuk bangsa, baru kemudian untuk parpol. Jangan dibalik," kata Presiden.

Presiden juga mengajak semua pihak rakyat agar menggunakan etika dan aturan main dalam kehidupan demokrasi di manapun juga. SBY berharap seluruh gubernur dan bupati dan walikota terus mengikuti aturan main, konsisten melaksanakan tugas-tugas pemerintahannya, dan memulai kampanye sesuai dengan aturannya. Karena apabila sudah memulai kampanye dua tahun sebelum masa baktinya usai, maka akan mengganggu konsentrasi kerja mereka, kata Presiden SBY.

Presiden menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh kader Golkar karema telah mendukung SBY-JK hingga saat ini. "Terima kasih, Golkar tetap mendukung SBY-JK. Dukungan kepada pemerintah harus tetap kritis, objektif dan proporsional. Pemerintah memang memiliki kekurangan dan kelemahan. "Namun ada yang dicapai dan dihasilkan pemerintah. Saya berharap ketika melakukan yang baik, terimalah sebagai bakti kami, apabila ada kekurangan akan kami perbaiki di waktu yang akan datang," lanjut SBY. (mit)