Berita Utama
Rabu, 28 November 2007, 15:52:49 WIB
Askeskin Bukan Hanya untuk Kategori Miskin
Bogor: Kita telah melakukan koreksi terhadap paradigma pembangunan, bukan hanya dalam teori, tapi juga dalam praktik. Kita ingat kalau dahulu kriteria keberhasilan pembangunan ekonomi lebih diletakkan pada segi pertumbuhan, kurang memikirkan segi pemerataan.Hal itu dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada wartawan hari Rabu (28/11) siang, di kediaman Puri Cikeas, Bogor. Presiden mengatakan ini setelah sebelumnya berdialog dengan masyarakat dan mendengar langsung keluhan mereka saat berada di Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol. Ketika menjelaskan kepada wartawan, Presiden didampingi Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Polhukam Widodo AS, Seskab Sudi Silalahi, Kapolri Jend. Sutanto serta dua Jubir Kepresidenan, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.
Menurut Presiden, di masa lalu, bisa saja pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi permasalah kehidupan rakyat sehari-hari jauh tertinggal. "Itulah sebabnya tiga tahun terakhir struktur Anggaran Pengeluaran Belanja Negara kita, kita pastikan di satu sisi memang mengarah kepada stimulasi pertumbuhan, karena dengan pertumbuhan tentu pengangguran bisa dikurangi, pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan pertumbuhan 6 persen --dan diharapkan akan meningkat di waktu mendatang-- akan lebih baik lagi bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia," lanjutnya.
Ditambahkan, besarnya APBN untuk pengurangan kemiskinan terus menerus ditingkatkan secara signifikan. "Utamanya adalah kesehatan, pendidikan, bantuan langsung di bidang pertanian, perikanan, usaha kecil dan menengah, dan sebagainya. Oleh karena itu, setiap saya datang ke pelosok desa di manapun di negeri ini, yang saya tanyakan pertama adalah pelayanan kesehatan dan pendidikan," kata SBY.
Dari apa yang sudah dilihat dan didengar oleh Presiden SBY dalam kunjungannya ke Desa Sirnagalih, penduduk desa yang tidak memiliki Askeskin diharuskan membayar Rp 3 ribu untuk biaya retribusi daerah, sedang yang mempunyai kartu Askeskin bisa mendapatkan pengobatan secara cuma-cuma. "Saya sudah mengingatkan hal ini kepada Menko Kesra, saya minta melihat secara nasional karena kebijakan dasar kita justru membikin murah, berkualitas dan bahkan sebagian gratis untuk kesehatan dan pendidikan, " jelas SBY.
Kata Presiden, Askeskin bukan hanya untuk mereka yang berkategori miskin, namun juga ditujukan bagi mereka yang masuk dalam kategori near poor atau hampir miskin. "Askeskin bukan hanya untuk mereka yang berkategori miskin, kalau yang miskin jumlahnya sekitar 36 juta, Askeskin jumlahnya 76 juta, berarti dua kali lebih dari jumlah itu. Oleh karena itu yang tidak berkategori miskin, yang berkategori near poor dimasukkan. Dengan demikian kondisi kesehatan di pedesaan yang mendapatkan Askeskin menjadi jauh lebih baik," kata Presiden SBY. (mit)



