Berita Utama
Jumat, 7 Desember 2007, 16:30:34 WIB
Curhat ODHA pada SBY dan Ibu Ani
Salah seorang ODHA tampil pada acara peringatan puncak Hari AIDS Sedunia, di Istana Negara, hari Jumat (7/12) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Usai menyampaikan sambutan dan pengarahannya, Presiden SBY membuka dialog akrab dan santai dengan para ODHA yang hadir, dengan dimoderatori oleh Menkokesra Aburizal Bakrie selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. Lima orang ODHA tampil bergantian untuk curhat langsung kepada Presiden dan Ibu Ani. Mereka adalah Luh Putu Eka Widari dari Bali, Lenny Sugiharto Ketua Yayasan Srikandi Sejati, Aris dari Jawa Tengah, Nasution dari Sumatera Utara, dan Dayan Dirgantara dari Menado.
Rata-rata para ODHA ini menyampaikan bahwa stigma dari masyarakat masih menjadi kendala mereka untuk bekerja dan terlibat lebih jauh dalam upaya penanggulangan. Menanggapi hal ini Presiden SBY mengatakan bahwa stigma memang tidak bisa serta merta dihilangkan. “Pertama memang stigma itu ada di mana-mana, bukan hanya di Indonesia. Bagi saudara-saudara kita yang terlanjur terinfeksi terlanjur mengidap AIDS harus siap mental. Stigma itu tidak bisa serta merta dihilangkan. Tetapi justru kita ingin memberikan penjelasan, sosialisasi penerangan pendidikan bahwa stigma itu makin ke depan harus makin kita kikis, sehingga tidak terjadi," kata SBY.
Presiden menyatakan apresiasi tekad dari para ODHA itu untuk tidak menularkan kepada yang lain. “Saya terharu tadi dikatakan bahwa kami yang sudah terinfeksi tentu tidak ingin menularkan kepada yang lain yang sehat. Itu juga perlu dijelaskan kepada masyarakatdan dan kepada komunitas. Disamping seluk beluk HIV AIDS, juga keinginan yang kuat dari mereka. Oleh karena itu harapan saya mudah-mudahan kedekatan dan pergaulan menjadi pas dan enak, tidak perlu sama sekali tidak bergaul antara yang mengidap dengan yang tidak,” kata Presiden.
Aris, ODHA dari Jawa Tengah menyampaikan rasa senangnya mewakili rekan-rekan sesame ODHA lainnya, dengan dikukuhkannya Ibu Negara Ani BAmbang Yudhoyono menjadi Duta Aids Indonesia. “Kita senang Ibu Negara bisa menjadi Duta Aids, temen-temen butuh seorang figure yang bisa mendorong masyarakat , membuka mata mereka bahwa akhirnya HIV AIDS itu jadi masalah yang biasa,” kata Aris.
Luh Putu Ika Widari dari Bali, mewakili ODHA dan OHIDA menyampaikan terima kasih, karena beberapa tahun ini penanggulangan HIV/AIDS ia nilai sangat bagus “Kami rasakan, tersedianya rumah sakit rujukan di berbagai daerah, ada subsidi anti retroviral yang mampu meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV AIDS, sehingga lebih bersemangat menjalani hidup untuk lebih positif lagi. Tersedianya layanan terhadap ODHA yang sudah cukup baik, walupun masih ada satu atau dua sumber daya manusianya yang masih sedikit nakal, “ katanya.
Menanggapi hal itu Presiden mengatakan bahwa itu menjadi koreksi bagi semua pihak, agar bisa melayani dengan kasih sayang. (nnf)



