Berita Utama

Mengapa SBY Terus Membeli dan Membaca Buku?

Presiden SBY menandatangani buku "Indonesia On The Move"  di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur, hari Jumat (28/12) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menandatangani buku "Indonesia On The Move" di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur, hari Jumat (28/12) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Mengapa Susilo Bambang Yudhoyono terus membeli dan membaca buku? Karena, kata SBY, manusia dan bangsa yang berhasil adalah manusia dan bangsa yang terus belajar. "Itulah sebabnya mengapa sampai hari ini saya terus membeli dan membaca buku," kata Presiden SBY, saat menghadiri peluncuran buku karyanya yang berjudul Indonesia On The Move dan Peresmian Toko Buku Gramedia di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur, Jumat (28/12) sore. Menurut SBY, di Indonesia budaya membaca masih rendah. "Bila tidak kita ubah budaya itu maka masa depan kita tidak cerah. Saya ingin menjadi bagian dari perubahan ini," kata SBY.

"Saya mengajak seluruh rakyat, marilah kita membangun diri menjadi masyarakat membaca dan belajar. Teruslah menghidupkan kegemaran untuk membaca karena membaca adalah investasi, solusi, dan bisa mengubah nasib bangsa," SBY berpesan.

Bebicara mengenai buku karyanya Indonesia On The Move, SBY mengajak kita mengakui bahwa sejak krisis pada tahun 1997 hingga saat ini, Indonesia bergerak menuju kearah yang lebih baik."We are on the move. Meskipun kita belum puas dengan keadaan sekarang dan masih banyak yang harus kita lakukan, tetapi sudah tampak kemajuan, arahan, dan agenda nyata dari pemerintah. Kredit ini harus diberikan kepada semua pemimpin yang pernah mengemban tugas negara selama ini," ujar SBY.

"Mengapa saya setuju artikel dan pidato saya dibukukan, dan mengapa di setiap kesempatan selalu saya gunakan untuk menyampaikan sesuatu, karena saya ingin agar Indonesia makin dimengerti dengan baik oleh dunia. Selama ini banyak orang salah mengerti tentang Indonesia, dan kita dihakimi oleh persepsi, bukan realitas. Melalui buku ini saya ingin menyampaikan arah pembangunan pasca krisis, ideologi kita sebagai bangsa, dan karakter kita harus dimengerti dunia," lanjutnya.

Menanggapi kritik mengapa kedua buku karyanya diluncurkan dalam bahasa Inggris, SBY menjawab bahwa timnya di bawah pimpinan Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal sebagai editor, akan bekerja keras untuk menerbitkan buku ini dalam bahasa Indonesia. "Dengan adanya buku ini dalam bahasa Indonesia, maka rakyat kita di seluruh pelosok tanah air juga dapat membacanya," ujar SBY. (osa)